+ New Place | Upload Photo | Post New Review | How to Review  
Login | | Forget Password?
 
home » reviews » panelist reviews » nasi kebuli mantap dari kedai sederhana
panelis
By : melia caramel
Nasi Kebuli Mantap dari Kedai Sederhana
Nasi Kebuli Kambing
Nasi Kebuli Ayam
Nasi Goreng Ayam

Jadwal hunting makanan enak saya minggu ini adalah menikmati sajian khas Timur Tengah yang dikenal eksotis. Berbekal info dari seorang teman, segera saya menuju ke Rumah Makan Ibu Layla daerah Kampung Melayu. Tercium semerbak aroma nasi kebuli memenuhi rumah makan tersebut.

Tempat makan didesain sangat sederhana. Kendati menawarkan hidangan khas Timur Tengah, tak ada sedikit pun tanda-tanda ornamen khas Arab yang menghiasi bagian dalam kedai. Hanya beberapa baris meja dan kursi ala warung makan yang tersusun rapi serta tempat duduk gaya lesehan.
Terpikir agar kaki bisa selonjoran, saya pilih duduk lesehan. Sambil menunggu tawaran menu, pikiran saya bertanya-tanya, kok, sepi ya? Apa karena saya datang bukan tepat di jam makan? Atau mungkin teman saya salah rekomen? Di tengah keraguan, seorang pelayan datang menyodorkan daftar makanan lengkap dengan sisipan harga. Wow, meskipun kondisi tempatnya terbilang so-so, harga makanannya dibandrol lumayan mahal! Saya jadi makin penasaran, ingin tahu, semantap apa sih rasanya. Yuk, rame-rame kita coba…
 
Nasi Kebuli Kambing, Rempahnya Tidak Bikin Enek
Nasi Kebuli Kambing disebut-sebut yang paling favorit. Penyajiannya berupa nasi berempah warna cokelat kemerahan, disandingkan dengan potongan daging kambing goreng, emping goreng, acar berkuah (menyerupai asinan) yang terdiri dari potongan wortel, mentimun, dan nenas, serta sambal goreng.
Dalam waktu sekitar 10 menit, Nasi Kebuli Kambing ini datang menghampiri. Uap panas nasi semerbak menebar keharuman rempah yang menggoda. Wah, ternyata porsi nasinya banyak. Mungkin disesuaikan dengan perutnya orang Arab, pikir saya dalam hati.
Tanpa basa-basi, sendok demi sendok nasi segera saya lahap. Rasa jinten, kapulaga, dan cengkih sebagai bumbu-bumbu yang dipakai dalam campuran nasi kebuli terasa lembut di lidah. Meski bumbunya meresap sempurna ke dalam nasi, tapi rasanya tidak tajam dan tidak bikin enek. Nasinya pun tampak kering, tidak berminyak. Kemungkinan, kaldu daging yang dipakai untuk membuat nasi kebuli sudah dibersihkan lemaknya.
Potongan daging kambing goreng juga tidak mengecewakan. Porsinya royal, dagingnya terlepas dari tulang saking empuknya. Aroma prengus khas kambing mulus tidak tercium. Sedangkan sambal goreng pendampingnya, terbuat dari kombinasi tomat dan cabai plus potongan kecil hati dan daging kambing. Sayangnya, meski disebut sambal, buat saya yang doyan pedas, sambal goreng ini kurang menggigit.

Ada juga Nasi Kebuli Ayam!
Selain Nasi Kebuli Kambing, saya cicipi juga nasi kebuli ayam. Bumbu nasi kebuli ayam ternyata sama dengan nasi kebuli kambing. Pelengkapnya juga serupa, ada acar, emping, dan sambal goreng. Yang membedakan, hanya potongan daging ayam goreng bumbu lengkuas menggantikan posisi daging kambing goreng.
Di saat saya sibuk menyantap menu kedua, satu per satu tamu rumah makan ini mulai berdatangan. Karena sebentar lagi mendekati jam makan malam, sepertinya banyak pelanggan yang pesan nasi kebuli untuk dibawa pulang. Saya jadi teringat,  keraguan di saat pertama kali datang ke tempat ini. Ternyata, suasana sepi karena saya datang di jam yang tanggung untuk makan berat.

Nasi Goreng Kambing, Alternatif buat Penyuka Pedas
Sebenarnya, saya masih ingin menyantap dadar yang terbuat dari campuran tepung terigu dan kuning telur, plus gulai kambing sebagai pengiringnya. Saya membayangkan kelembutan dadar gulung ini pasti menyerupai roti jala. Sayangnya, orang yang biasa membuat dadar gulung ini sedang tidak ada. Mau tak mau, niat untuk melahap dadar batal terlaksana.
Untuk mengobati kecewa, saya pesan Nasi Goreng Kambing untuk dibawa pulang. Keesokan harinya, baru saya panaskan kembali sebagai menu sarapan. Rasanya tetap enak, aroma rempahnya masih terendus.
Dari segi penampilan, Nasi Goreng Kambing Ibu Layla sedikit berbeda dengan nasi goreng kambing pada umumnya. Butiran nasi goreng berwarna merah. Cita rasanya cenderung pedas. Bumbu rempah yang ditambahkan ke dalam campuran nasi goreng dalam takaran yang pas, tidak terlalu pekat. Di setiap sendokan nasi, hampir selalu ada potongan daging kambing berbentuk dadu. Tekstur nasi goreng yang kering, tidak pulen berpadu serasi dengan keempukan, daging kambing yang juga berbumbu khas rempah.
Saya cukup puas, harga makanan yang dibandrol terbukti sepadan dengan kelezatannya.

Tips dari Mel Caramel :
-Siapkan ruang perut untuk menyantap sajian di sini, karena semua menu disajikan dalam porsi besar.
-Jika Anda sudah terlampau kenyang dan porsi masih banyak, jangan segan untuk minta dibawa pulang. 
-Supaya tidak terlalu kenyang, porsi piring bisa dishare berdua teman (terutama untuk wanita).
-Kalau datang bergerombol, lebih asyik memesan nasi kebuli porsi nampan besar untuk dimakan ramai-ramai.


facebook twitter
     
  Nasi Kebuli Ibu Layla
Jl. KH. Abdullah Syafei No. 70
Kampung Melayu Besar
Tebet, Jakarta Selatan  » more

Menu Andalan :
Nasi Kebuli Kambing, Nasi Kebuli Ayam, Nasi Goreng Ayam, Nasi Goreng Kambing, Nasi Kebuli Nampan Besar, Nasi Kebuli Nampan Sedang
1 Comment(s)  | 13082 Hit(s)
Rate this review
Enak Neh
Hmmm Menarik
Bagus Nih
Mantap Fotonya
Jelek Ah
Yuk Kasih Komentar
Share on Facebook
Other Review
Makan Malam Ala Jadul
Hai Yukmakaners!

Saya kembali mau mereview salah satu tempat makan favorit saya yaitu sebuah restoran yang
Sagoo Kitchen Summarecon Mal Serpong
review by Mariookta
Annyeonghaseyo!
Annyeonghaseyo atau halo dalam bahasa Korea adalah sapaan yang sangat umum kita jumpai saat masuk ke
San Jung
review by cacaietcha
An Awesome Menu of Real Korean Cuisine.
Went there with my Korean-fans friends while we have meeting at that area. The location was easy to find. The menu is
San Jung
review by Exoticlady
Malaysian & Cantonese Cuisine In Jakarta
The first time I saw Three In One Cafe & Bistro, it doesn't look like a Chinese restaurant like usual from the front.
Three In One Malaysian and Cantonese Cuisine
review by skyler
view all
ABOUT US | PANELIST TEAM
ARTICLES | MAGAZINE
REVIEWS | HOW TO REVIEW
CONTACT US
facebook: yukmakancom
twitter: @yukmakan mobile: m.yukmakan.com
Copyright © yukmakan.com
m.yukmakan.com
OUR WEBSITES
YUKMAKAN.COM
Culinary Directory & Info
WEDDINGKU.COM
Wedding & Honeymoon
VARAWEDDING.COM
Destination Wedding in Bali
YUKTRAVEL.COM
Indonesia Online Travel


Merebus sayur adalah cara yang paling tidak dianjurkan karena resiko nutrisi hilang sangat besar. Jika harus menggunakan cara ini, masukan sayur hanya setelah air mulai mendidih dan masaklah sesingkat mungkin agar kandungan vitamin serta nutrisi tidak hilang