+ New Place | Upload Photo | Post New Review | How to Review  
Login | fb login | Forget Password?
 
home » articles » keistimewaan yogyakarta dari sisi kuliner
 Keistimewaan Yogyakarta dari Sisi Kuliner
 

21 Maret 2012 13:02

Yogyakarta jelas memenuhi syarat untuk masuk dalam jajaran Top Ten Kota Kuliner Indonesia. Dari pagi sampai malam, tidak putus-putusnya tersedia pilihan berbagai kuliner andalan yang sulit ditolak ataupun dielakkan. Untuk segala usia, segala ukuran dompet, dan segala selera, Yogyakarta adalah never ending eating experience.
           Mau mulai dari menu sarapan? Kalau mau jajanan pasar yang ringan untuk menemani minum kopi atau teh di pagi hari, pilihan saya adalah Pasar Lempuyangan. Letaknya memang tidak jauh dari Stasiun Lempuyangan, stasiun keretapi kedua terbesar di Yogyakarta.


            Pasar Lempuyangan di Jalan Hayam Wuruk  pernah dinobatkan menjadi pasar tradisional terbersih di seluruh Indonesia. Hingga kini pun Pasar Lempuyangan masih mempertahankan reputasinya sebagai pasar basah yang tidak becek.
           Sejak pagi sudah ada setidaknya dua penjual jajanan pasar yang membuka dagangannya di dalam pasar ini. Tetapi, menjelang pukul sepuluh, Mbak Mila, baru datang dan membuka dagangannya. Konon, di masa hidupnya dulu, Bu Tien Soeharto sering menyuruh orang untuk membeli berbagai bubur sajian Mbak Mila ini. Jualannya memang tampak lebih bersih dan bermutu. Tidak heran bila dari segi harga pun  jualan Mbak Mila ini agak sedikit mahal dibanding yang lain.
            Tempat lain untuk berburu berbagai jajanan tradisional adalah pasar Kotagede serta beberapa toko yang khusus menjual aneka oleh-oleh khas Yogyakarta.

Soto-sotoan
Pilihan sarapan lain yang cocok dengan suasana Yogya adalah soto. Untuk sajian yang satu ini, Yogyakarta adalah gudangnya. Berbagai soto berkelas juara dapat dijumpai di sini. Hampir semua soto yang dijajakan di Yogyakarta mewakili gagrak soto berkuah bening dan encer.
            Yang paling populer adalah Soto Kadipiro. Sayangnya, popularitasnya tidak “teraslur” menjadi waralaba, tetapi malah pecah setelah pendirinya meninggal. Masing-masing anaknya memasang merk sendiri: Soto Kadipiro I, Soto Kadipiro II, Soto Kadipiro Baru, dan Soto Kadipiro Plus. Semuanya berjejer di sepanjang Jalan Wates. Mana yang asli? Wallahualam.
            Saya sendiri selalu memilih warung tertua yang merupakan tempat awal (Jalan Wates 33, 618722), di sebelah kanan jalan bila menuju kea rah Wates. Soto dengan kaldu ayam bening yang gurih. Lauknya: ayam goreng, perkedel kentang, tahu/tempe bacem, serta berbagai jenis rempeyek. Di sini juga tersedia minuman limun sarsaparilla dalam botol djadoel.
            Soto Pak Slamet (Desa Mejing, Gamping, 7492830) juga merupakan pilihan tepat. Warungnya terletak di tengah hamparan sawah.
            Butet Kartaredjasa yang doyan makan juga punya warung soto favorit, di antaranya adalah Soto Daging Sapi Bu Cip (Jl. S. Parman 58, 0813 92289337). Soto kaldu sapi bening – gurih dan lembut – dengan irisan daging sapi yang cukup empuk. Berbagai gorengan side-dish-nya juara. Dua warung soto favorit Mas Butet adalah Soto Bu Sutri (Pasar Bringharjo lantai 1 Blok 2, bagian belakang, 518328). Nenek sepuh ini masih setia mengawaki warung yang juga populer dengan nama Soto Pithes, karena cabe rawitnya di-pithes dengan jempol si nenek ke mangkuk soto. Warung soto lainnya adalah Pak Wongso (Jl. Jenderal Sudirman 37, dekat Jembatan Gondolayu, 08180400573).
            Kalau rindu soto sulung gagrak Jawa Timur, singgahlah ke Soto Solung Tugu (di dalam Emplasemen Stasiun Tugu, 6801390). Seperti tradisi soto Jawa Timuran, nasinya disediakan di meja dalam bungkusan daun.
            “Temuan” saya yang terakhir adalah Soto Kemangi (Desa Kemasan, Singosaren, Ringroad Selatan, 087839183782). Uniknya, di sini selain tersedia soto ayam, juga tersedia pilihan protein nabati, yaitu irisan tahu dan tempe bacem. Daun kemangi segar tersedia di meja untuk dicemplungkan ke kuah soto panas.

Gudeg Yogya
Tentu saja, di Yogya Anda harus mencicipi gudeg – sajian ikonik kota ini. Gudeg adalah masakan dengan bahan nangka muda (disebut gori atau tewel dalam bahasa Jawa) yang dimasak dengan santan. Pada dasarnya ada dua jenis gudeg, yaitu: basah dan kering. Setelah dimasak dengan arang selama berjam-jam, nangka muda dan santan ini sudah siap dimakan. Tetapi, bisa juga “digoreng” lagi dengan tambahan gula jawa sampai kering dan manis. Gudeg biasanya disiram dengan santan kental yang juga manis. Ada juga yang menambahkan blondo (ampas minyak kelapa) yang membuatnya tambah manis dan tambah gurih. Gudeg biasanya didampingi opor ayam, sambal goreng krecek, tahu/tempe bacem, telur pindang, dan krupuk rambak (krupuk kulit sapi).
            Beberapa jenis gudeg basah dicampur dengan daun singkong atau kol hijau. Ada beberapa kawasan yang menyediakan gudeg di Yogya, yaitu: Wijilan, Kranggan, dan Mangkubumen (dekat Tugu). Kebanyakan gudeg kering dijajakan pagi hari, sedangkan gudeg basah di malam hari. Beberapa alamat berikut dapat dicoba:
-         Gudeg Pawon (Jl. Janturan 36-38, 7002080): gudegnya disajikan langsung di dapur. Buka mulai tengah malam)
-         Gudeg Bu Ahmad (Selokan Mataram UGM, 520049): gagrak gudeg mbarek yang kering dan manis.
-         Gudeg Yu Djum (Karangasem Mbarek CT III/22, 515968): juga gagrak gudeg mbarek yang kering dan manis.
-         Gudeg Permata Yu Narti (Jl. Gajah Mada, depan Bioskop Permata, 553853): gagrak gudeg basah dengan lauk pauk yang juga bernuansa basah. Buka malam hari.     
-         Gudeg Bu Yani (Jl. KHA Dahlan 143, 0813 28040576): gudeg basah yang tidak terlalu manis. Buka malam.
-         Gudeg Geneng (Desa Sewon, Bantul, belakang Kampus ISI: juga menyajikan masakan langsung dari dapur. Tempat ini sebetulnya lebih terkenal untuk mangut lele khas Yogya.
-         Gudeg Manggar Halima (Jl. Tunjung Baru 76, Baciro, 9355758): jenis gudeg yang sangat khas, dibuat dari manggar (bunga kelapa) dengan citarasa gurih yang menonjol.
-         Gudeg Manggar Bu Dullah (dekat makam bupati, Bantul, 72020): special untuk pesanan dan oleh-oleh.

Sajian Murah Meriah
Ada jajanan populer yang oleh almarhum Umar Kayam disebut sebagai sandwich van Kaliurang. Ini adalah jadah atau juadah (ketan kukus dicampur kelapa yang dihaluskan berbentuk kue), dilapis dengan tempe bacem atau tahu bacem. Versi lain adalah jadah bakar yang dicocol srundeng gurih. Tersedia di Jadah Mbah Carik (Jl. Astomulyo, Simpang Lima WARA, Kaliurang), dan juga di Pasar Bringharjo dan pasar-pasar tradisional.
            Warung SGPC (Sego Pecel) Bu Wiryo di kampus UGM (Selokan Mataram UGM, 512288) adalah warung populer yang menjadi tempat makan tujuan bagi para mahasiswa. Bahkan, setelah lulus pun mereka selalu rindu untuk kembali ke warung ini. Warung yang telah memberi kecukupan gizi bagi para mahasiswa ini sudah beroperasi sejak tahun 1959. Sajian populer adalah nasi pecel dengan lauk telur mata sapi dan nasi sop daging sapi. Minumannya: es tomat.
            Lotek dan Gado-gado Kolombo Bu Bagyo (Jl. Mozes Gatotkaca 3-4, Gejayan, 542932) adalah warung makanan sehat yang berlokasi dekat kampus Universitas Sanata Dharma. Empat sampai lima pengulek sambal berdiri berjejer untuk melayani para tamu yang terus berdatangan. Gado-gado dan loteknya boleh diacungi jempol.
            Bila Anda penggemar pecel, jangan lewatkan Pecel Wader Bu Amad (Jl. Laksda Adisutjipto, tikungan ke bandara, 484159). Di sini pecelnya yang lezat disajikan dengan wader goreng (ikan kecil dari sungai). Gado-gado Bu Hadi (Pasar Bringharjo lantai 2 Blok 2, bagian belakang, 0813 28845867) juga merupakan pilihan tepat bagi penggemar sayur.
            Untuk versi pecel dan masakan tradisional Jawa yang lebih “mewah”, dapat dicoba Waroeng Pecel Solo (Jl. Palagan Tentara Pelajar, dekat Hyatt, 866588). Bangunan Joglo dan suasananya cocok untuk jamuan resmi maupun casual. Ini memang cabang dari warung bernama sama di Solo.
            Untuk versi murah-meriah, jangan lewatkan Warung Sambel Welut Pak Sabar (Jl. Imogiri Barat, Dakaran, Tamanan Banguntapan, Bantul, 0828 2753770). Belut goreng dan sambal belutnya juara. Muantep pol!
            Ada juga warung tenda yang langsung populer dan telah menebar banyak gerai di seluruh Jogja. Gerai utama Warung SS (Spesial Sambal) berlokasi di Jl. Monjali 100, 6638894  Hidangan andalannya adalah sambal yang ditampilkan secara kreatif, seperti sambal ati ampela, sambal belut, dan lain-lain.
            Sebagai kota pelajar dan mahasiswa, di Yogyakarta sangat banyak didapati warung tenda murah-meriah. Jangan ragu-ragu mencobanya.

Mi Jawa dan Ayam Bacem
Salah satu hidangan murah-meriah di Yogyakarta adalah mi jawa, yaitu mi rebus maupun goreng yang dimasak dengan bumbu dan gaya Jawa. Gagrak mi jawa biasanya dimasak di atas tungku arang, dan memakai telur bebek, rajangan kol, dan suwiran ayam goreng. Telur bebek dan bawang putih menghasilkan aroma yang sangat khas. Popularitas mi jawa gagrak Yogyakarta berhasil menembus hingga Jakarta dan kota-kota besar Indonesia lainnya.
            Salah satu yang populer adalah Bakmi Kadin (Jl. Bintaran Kulon 3, 373396), dekat Wartel Kadin. Berbeda dengan kebanyakan warung mi jawa lainnya, warung ini buka dari pagi hingga tengah malam.
            Favorit saya adalah Mbah Mo (Desa Code, Bantul, 418676). Sekalipun tempatnya agak jauh dari pusat kota dan mblusuk-mblusuk di tengah kampung, tetapi mereka yang cerdas lidahnya pasti tidak rela melewatkan yang satu ini.
            Pilihan lain adalah Pak Harjo Geno (konon favorit Presiden Soeharto); dan Pak Pele di alun-alun dekat Kraton Yogyakarta.
            Selain mi jawa, comfort food populer di Yogyakarta adalah ayam goreng. Selain Ibu Suharti yang sudah me-nasional dan berbagai gerai ayam berlabel Mbok Berek, favorit saya adalah ayam panggang khas Klaten yang sayangnya sudah makin sulit dijumpai. Penjajanya membawa tenong (wadah dari kaleng) yang digendong atau disunggi berkeliling. Saya sering menungguh Mbah Purwo yang sering mangkal di depan Toko Sepatu Maju Jaya di Malioboro. Ayam panggangnya harum, dengan santan yang mlekoh dan gurih. Ayam panggang gagrak Klaten juga dapat ditemui di Ayam Panggang Tiga Berku (Jl. Ki Penjawi 6, Kotagede, 377345).


            Pilihan lain adalah Mbok Sabar (Jl. Jagalan 23A, 588467). Ayamnya dibacem dengan bumbu bernuansa manis. Setelah digoreng menjadi lebih empuk dan sangat gurih, dengan sambal manis yang sangat padan.
            Ayam Goreng Lombok Ijo cabang Semarang (Jl. Laksda Adisutjipto 22, 519604) juga sudah buka di Yogya. Ini juga ayam goreng favorit saya, dengan sambal dari cabe hijau yang sungguh menawan.
            Untuk bebek goreng, pilihan populer adalah Cak Koting & Bu Meti (depan bioskop Mataram 566733). Bebek goreng a la Madura yang empuk dan gurih, dengan sambal yang sungguh nendang.
            Saya juga sering “tertangkap basah” sedang menikmati burung dara goreng di Lesehan SBTB (Sebelah Barat Terang Bulan) di Jl. Malioboro, dekat Pasar Bringharjo, 518565. Sangat mungkin ini adalah burung dara goreng paling enak di Yogyakarta. Juga tersedia ayam goreng dan nasi gudeg komplet.

(Untuk edisi berikut akan kita bahas pilihan kuliner Yogyakarta lainnya)

Share
Yuk Kasih Comment
Comment :
Favorites
MOF Japanese Sweets  & Coffee   MOF Japanese Sweets & Coffee
Menu Andalan :
Tonkatsu Salmon Sandwich 35K, Chocolate Gelato with Waffle 29K
Lokasi : Thamrin - Jakarta Pusat
Baji Pamai Bulevar Kelapa Gading - Kelapa Gading, Jakarta Utara
Pancious Pancake House Plaza Indonesia - Thamrin, Jakarta Pusat
Mr. Pancake Pluit - Pluit, Jakarta Utara
Other Articles
Genji Shoppe Sebuah Inovasi Baru ala Monde Biscuit
Pepper Lunch Kini Hadir di Bintaro Exchange
Kennys Tortilla Wrap Terbaru dari Kenny Rogers Roasters
Serba Fresh di Australian Fair
view all »
ABOUT US | PANELIST TEAM
ARTICLES | MAGAZINE
REVIEWS | HOW TO REVIEW
CONTACT US
facebook: yukmakancom
twitter: @yukmakan mobile: m.yukmakan.com
Copyright © yukmakan.com
m.yukmakan.com
OUR WEBSITES
YUKMAKAN.COM
Culinary Directory & Info
WEDDINGKU.COM
Wedding & Honeymoon
VARAWEDDING.COM
Destination Wedding in Bali
YUKTRAVEL.COM
Indonesia Online Travel

Tahukah anda ? Teh hijau memiliki senyawa yag sangat bermanfaat  bagi  gigi,  antioksidan  alaminya mencegah  plak terakumulasi sehingga mengurangi resiko gigi  berlubang  dan bau mulut.