+ New Place | Upload Photo | Post New Review | How to Review  
Login | | Forget Password?
 
home » articles » yuk kenali lobster sebelum memakannya
 Yuk Kenali Lobster Sebelum Memakannya
 

09 Januari 2017 16:23

Oleh: Arwina P


Lobster, siapa yang tak mengenal salah satu hewan laut ini yang selalu menjadi incaran. Udang berukuran besar ini selalu menjadi pribadona untuk hidanga-hidangan eksklusif dan berkesan mewah. Selain dengan ukurnnya yang besar, harganya pun dikenal cukup mahal dibandingkan jenis-jenis udang lainnya. Hal ini dikarenakan beberapa peneliti bahwa populasi lobster yang semakin menurun membuat lobster menjadi bahan baku makanan yang terbilang mahal, tak heran jika lobster hanya disajikan di beberapa resto mewah ataupun hotel-hotel berbintang.

Namun adakah yang mengetahui jika lobster baru dikenal pada pertengahan abad ke-19. Lobster pertama kali diperkenalkan oleh penduduk New York dan Boston. Pasa zaman dulu, lobster merupakan makanan orang miskin yang berada di daerah Maine, Massachuaetts, serta penduduk pinggir pantai Kanada. Ketika itu, lobater juga sering disajikan untuk para napi dengan tujuan menganggu selera makan mereka. Namun seiring berjalannya waktu, lobster terus berkembang dan dikonsumsi banyak orang.

Pemasok lobster terbesar berasal dari pesisir Timur Laut Amerika Utara dan juga Canadian Maritimes, serta negara bagian Amerika Serikat Maine. Para nelayan setempat menangkap lobster dengan menggunakan jebakan lobster yang diberi umpan dan diturunkan ke dasar laut, alat ini hanya bisa menangkap lobster berukuran besar atau dewasa. Sedangkan lobster kecil dapat dengan mudah meloloskan diri dari alat jebakan ini, hal ini untuk mencegah penangkapan lobster yang berlebihan dan tetap menjaga populasi lobster.

Selain jenis lobster air laut, ada juga jenis lobster air tawar. Lobster air tawar lebih banyak dikembang biakkan melalui budidaya, jenisnya pun beragam. Berbeda jenis lobster juga akan menentukan bentuk dan warnanya. Jenis lobster yang paling sering di budidayakan adalah Cherax Destructor dengan cirri-ciri memiliki panjang 30-50 cm dengan berat 300-500 gr per ekor serta memiliki warna merah, abu-abu, kecoklatan dan biru. Untuk jenis Cherax Quardricaritanus memiliki panjang 50-60 cm dengan berat mencapai 800-1000 gr per ekornya, serta memiliki warna sedikit putih dan juga keunguan. Berbeda dengan jenis lobster Procambarus Clarkii yang memiliki panjang mencapai 12-15 cm serta berat 75-100 gr per ekor. Sedangkan untuk jenis Astracopsis Gouldi memiliki panjang mencapai 90 cm dengan berat mencapai 4-6 kg per ekornya, serta memiliki warna cokelat kehitaman, abu-abu, dan hitam.

Nah, kira-kira lobster manakah yang Anda sukai? Lobster air tawar atau lobster air laut.


Sumber foto:
http://bit.ly/2jtydu9
http://bit.ly/2iukTS4
http://bit.ly/2i9y25h
http://bit.ly/2iYY5gw 

Share
Yuk Kasih Comment
Comment :
Favorites
Kampung Laut Semarang   Kampung Laut Semarang
Menu Andalan :
Bandeng Saus Kampung Laut, Bandeng Kropok, Kepiting Lemburi Goreng Tepung, Kepiting Super Telor Saus Tiram, Kakap Merah Bakar, Bubur Ayam, Bubur Ikan Cah Baby Kailan, Salad Buah, dan beraneka varian minuman seperti jus jagung.
Lokasi : Semarang Kota - Semarang
Baji Pamai Bulevar Kelapa Gading - Kelapa Gading, Jakarta Utara
Dante Coffee Mal Kelapa Gading 3 - Kelapa Gading, Jakarta Utara
Nanny`s Pavillon Pacific Place - Sudirman, Jakarta Pusat
Other Articles
Menyantap Sajian Jepang ala Chinese di Osaka Ohsho
IKEA Kenalkan Budaya Swedia Pada Anak-anak
Ramadhan Festive Grand Mercure Jakarta Kemayoran
Bijin Nabe Beauty Hot Pot Hadir Pertama di Jakarta
view all »
ABOUT US | PANELIST TEAM
ARTICLES | MAGAZINE
REVIEWS | HOW TO REVIEW
CONTACT US
facebook: yukmakancom
twitter: @yukmakan mobile: m.yukmakan.com
Copyright © yukmakan.com
m.yukmakan.com
OUR SISTER COMPANIES
YUKMAKAN.COM
Culinary Directory & Info
WEDDINGKU.COM
Wedding & Honeymoon
VARAWEDDING.COM
Destination Wedding in Bali
YUKTRAVEL.COM
Indonesia Online Travel

Kolang Kaling memiliki kandungan serat yang tinggi, sehingga sangat bermanfaat untuk melancarkan pencernaan