Oz Wagyu Tenderloin Steak (kiri: over Mashed, kanan: with fries)
Wasabi Creme Brulee & Pomegranate Virgin Mojito
Grand City Mall adalah mall paling gress di Kota Pahlawan, Surabaya. Digadang-gadang sebagai mall kelas A pertama disini. Gak heran juga tenant yang menghuni disana menembak segmen konsumen borjuis
Nah, YukMakaners terutama yang di Surabaya pasti hafal dengan logo restoran berbentuk benua Australia. Tul, itu logonya Resto The Rocks. Selama ini logonya sih warna kuning (yellow label). Dan resto ini identik dengan.. *drum roll* diskon 50% !!
The Blue Label
Tapi YukMakaners, yg di Grand City beda konsep. Masih dengan akar resep Australia, tapi dengan kualitas bahan premium. Terciptalah The Rocks Blue Label. Same logo, same Australia, different color.
Appetizer
Pas duduk, disambut dengan appetizer ringan: The Rocks Skin Jacket Potato. It'compliment. Gretong Kulit kentang digoreng renyah lalu diisi dengan selada, telur dan jamur. Sangat crisp. Ga nyangka olahan kulit kentang yang biasanya dibuang bisa seenak ini.
Maincourse
Masuk ke hidangan maincourse. Jiewa dateng berdua ama temen *eh sumpe de cuma temen* Kita sama-sama nyobain Oz Wagyu Tenderloin tapi beda versi masakan. Punyaku versi mashed potato dan saus krim. Wagyu berbobot 230 gram di-grill medium rare saja. Walaupun wagyu ini grade 5, tapi tektur dagingnya sangat lembut. Rasanya dominan manis, walaupun daging tebal namun bumbu merasuk sampai bagian terdalam. Pasti sudah di-marinate nih tuduhku dalam hati,
Harganya... err.. 325 rb seporsi. Eitss.. emang bikin melotot. Tapi itulah ongkos yang mesti dirogoh untuk menikmati Wagyu, sapi yang konon dipijat, diminumin sake dan diperdengarkan musik klasik selama diternakkan
Kembali ke steak-nya, pada bagian bawah ada mashed potato sbg sumber karbo yang mengenyangkan. Diantara steak dan mashed potato, tertata rapi boiled vegetable sebagai sumber serat. Saus krimnya, light saja.. harmonis dengan rasa daging yang manis tadi.
Tenderloin temen ku dibuat dengan model Freestyle, lebih nge-pop. Alih-alih menggunakan mashed potato, versi Freestyle ini pake fries yang generous, lalu asparagus yang digulung ham sebagai sayurnya. Tenderloin di-slice dan ditumpuk tinggi. Jadi kayak menara deh. Somehow, yang versi freestyle ini dagingnya lebih juicy dari versi pertama tadi.
Drink and Dessert
Urusan pelega kerongkongan, kami sepakat menikmati Pomegranate Virgin Mojito (29rb). Ini tanpa alkohol kok, jadi aman buat yg nyetir hehe. Sirup pomegranate (buah delima) diracik dengan soda dan daun mint. Kecut, segar dan gigitan aroma mint berpadu enerjik.
TIPS : supaya ga merusak rasa steak, sebaiknya Mojito ini diminum selesai makan. Ada air putih yang bisa diminta gratis buat temen makan steak.
Next, sebagai pencuci mulut, Jiewa penasaran banget sama Wasabi Creme Brulee (29rb). Lah, wasabi kan biasanya buat konco makan sushi, kok jadi buat dessert? Benernya sih kalo di Jepang sendiri, penggunaan wasabi itu udah umum banget. Sampe2 ada pasta gigi rasa wasabi.
Tapi tenang aja buat yang ga doyan pedas. Wasabi Creme Brulee ini ga terlalu pedes kok. Masih dominan rasa creme yang lembut, rasa wasabinya masih malu-malu geisha pada suapan awal.. namun pelan-pelan mulai terasa tarikan wasabinya setelah beberapa saat.
Overall, price disini memang premium. Bukan tempat buat makan sehari-hari. But if you really have good moment to celebrate, here is the right place. Terlepas dari harga yang berat dikantung, taste overall memuaskan.
Kekurangannya hanya pada ambience mall yang kurang matching dengan konsep fine dining. Musik dari atrium kadang masuk kedalam mengganggu kenyamanan makan -dan ngedate... *nah lho tadi katanya cuma temen Jie?? Wkwkwkwk*
Dengan rutin mengkonsumsi makanan yang tinggi serat seperti buah dan sayur, dan dengan menguragi konsumsi lemak & gula, dapat membantu menurunkan berat badan loh...