Kawasan Taman Jajan Blok S Lapangan Olah Raga / Alun-alun Blok S yang terletak dekat Senopati, Jakarta Selatan, sudah lama menjadi daerah tempat berkumpulnya beberapa pedagang makanan ala kaki lima, yang sudah dibuat permanen, dirapikan, dan pernah disahkan oleh Gubernur Jakarta sendiri.
Banyak pilihan makanan yang dijual disini, semua-nya khas makanan kaki lima. Biasanya ramai pada saat jam makan siang kantor, dan di malam hari pada hari-hari weekend, tempat berkumpulnya para anak-anak muda yang mau cari makan enak tapi murah....Murah Meriah deh judulnya.
Bakso Kumis Unggulannya Blok S di Masa Lampau Seingat saya, jaman dulu, kawasan Blok S ini bisa terkenal justru karena salah satu penjual makanannya yaitu Bakso Kumis - Blok S. Bakso ini begitu terkenalnya, sehingga orang sampai rela mengantri untuk bisa mencicipi Bakso-nya.
Tapi itu cerita jaman dulu. Terus terang, sudah lumayan lama saya absen, dan tidak mengunjungi kawasan ini lagi. Didorong sedikit rasa penasaran, hari ini saya sempatkan waktu makan siang di sini. Sekalian untuk memenuhi rasa kangen sama Bakso Kumis Blok S ini.
Sampai di sana, saya cukup heran....malah sangat heran. Bakso Kumis-nya masih ada, tapi kok tidak seramai dan seheboh dulu lagi ya. Kalau dulu, dari sepanjang 'rentetan' pedagang Blok S ini, hanya Bakso Kumis saja yang diserbu orang, tapi sekarang kok justru sebaliknya. Dari seluruh rentetan itu, Bakso Kumis termasuk salah satu yang tidak dihampiri banyak orang.
Konsep Sama...Rasa Sama....Kok Sepi? Saya tetap berniat mencoba-nya. Konsepnya masih dijaga sama. Pengunjung yang datang, dipersilahkan langsung mengambil mangkok dan sendok sendiri, lalu meracik sendiri sambal, garam, kecap asin, kecap manis dan saus nya sendiri. Setelah selesai meracik, bergeser sedikit ke samping sudah ada seorang Bapak yang menunggu di belakang 2 gentong besar berisi bakso yang akan dihidangkan kepada pengunjung. Pengunjung tinggal mengatakan mau berapa butir, dan mau yang halus?kasar? atau dicampur.
Bakso Asli Daging Sapi (Hampir) Sebesar Bola Tenis Bakso Kumis Blok S punya ciri khas sendiri, baik dalam hal rasa penyajian, selain dari konsep "self service" nya yang sudah saya ceritakan di atas.
Bakso Kumis ini dihidangkan tanpa hidangan sampingan apapun. Tidak ada sayuran, mie kuning, bihun maupun sohun atau tahu. Hanya mangkok yang berisi Bakso dan Kuahnya. Bakso-nya berukuran besar, hampir sebesar bola tenis. Mungkin kira2 sebesar bola kasti deh... (maksa dikit)
Bakso terdiri dari 2 pilihan, yaitu Bakso Kasar dan Halus. Kasar berarti mengandung urat dan jerohan-jerohan sapi, sedangkan bakso halusnya hanya olahan daging saja, tanpa jerohan.
Dari dulu sampai sekarang, tidak ada yang berubah dari kualitas rasa Bakso ini. Bakso nya enak. Dagingnya empuk, rasanya nikmat. Walaupun ukurannya besar, tapi tidak sampai memberikan kesan eneg untuk dinikmati. Kuahnya pun enak, tidak terlalu berminyak keruh, karena tidak mengandalkan rebusan gajih, namun lebih mengandalkan rebusan tulang dan tetelan sapi, sehingga kaldu lebih ringan, tapi rasa lebih tajam.
$$$ Hargany $$$ terus terang saja memang sedikit "premium" untuk kelas hidangan Bakso. Harga bakso dihitung dengan jumlah butir yang dimakan. Per butirnya dihargai Rp 6.000,-. Untuk bisa terasa di lambung, paling tidak harus memesan 2-3 butir bakso, itu pun mungkin masih harus ditambah dengan pesanan nasi putih dari warung sebelah Harga yang cukup terasa untuk hidangan Bakso Kaki Lima.
Tidak Ada Perubahan, Variasi dan Kreatifitas Kalau boleh sedikit mengulas dan berpendapat mengenai "penurunan kepopuleran" Bakso Kumis ini, mungkin lebih disebabkan karena "kaku" dan monoton-nya Bakso Kumis ini dari waktu ke waktu.
Rasa Bakso masih sama, konsep penyajian masih sama, ciri khas self service nya juga tidak berubah. Demikian juga harganya yang masih terjaga di level/standar yang mahal tapi masih reasonable. Lalu kenapa orang yang datang kok malah makin berkurang? Mungkin justru karena semua nya dijaga sama, sehingga tidak ada perubahan sama sekali.
Pengunjung di jaman ini mungkin lebih mengharapkan adanya suatu pembaharuan-pembaharuan yang bisa menghindari diri dari kebosanan menikmati Bakso Kumis. Mungkin ada baiknya menu dibuat sedikit variatif. Ada baiknya dimunculkan menu-menu terobosan baru. Selain itu, dari sisi penampilan kedai dan keramahan dalam melayani pengunjung juga perlu dibenahi, demi untuk membenahi "Image" yang baru terhadap Bakso Kumis Blok S ini.
Hasil dari ke -monoton- an ini sangat jelas terlihat ketika beberapa saat lalu, muncul pedagang bakso lain di ujung berlawanan deretan pedagang Blok S ini, yang perlahan tapi pasti semakin diserbu oleh para pengunjung, mengingatkan pada masa-masa kejayaan Bakos Kumis. Hayo Bakso Kumis ! Jangan sampai tenggelam begitu saja ! Sebagai salah seorang penggemar, saya masih berharap .....
Bakso Kumis Lapangan Blok S Jl. Birah II Senopati, Jakarta Selatan
» more
Menu Andalan :
Bakso Urat, Yamien Manis, Yamin Asin
Ternyata walau berukuran kecil, Buah Cranberry memiliki kandungan serat yang tinggi loh. Dalam 100g Buah Cranberry hampir dapat memenuhi 100% kebutuhan akan serat harian tubuh.