Jika masyarakat umum menyebutnya dengan sebutan sate maranggi, namun tidak dengan masyarakat Sunda. Orang Sunda biasanya menyebut sate maranggi dengan maranggi saja. Ada dua daerah di Jawa Barat yang mengaku sebagai tempat asal dari sate ini, yakni Cianjur dan Purwakarta

Maranggi Cianjur hanya dibuat dengan menggunakan daging sapi. Sate versi ini begitu unik karena tidak disajikan dengan nasi putih, melainkan dengan nasi uduk yang berwarna kuning pucat atau dengan ketan bakar. Berbeda lagi dengan maranggi Purwakarta yang lebih menggunakan daging kambing, meski versi daging sapinya juga tak kalah populer.

Daging yang digunakan dimarinasi dengan aneka bumbu hingga meresap ke bagian dalam dagingnya. Bumbunya antara lain ketumbar, bawang merah, lengkuas, jahe, kecap manis, kecap asin, minyak kelapa, dan cuka. Maranggi ini sudah memiliki citarasa manis dan berbumbu, sehingga tidak diperlukan lagi saus atau sambal pendamping. Tapi biasanya ditambahkan sambal oncom encer sebagai cocolan ketan bakar atau nasi uduknya.

Sate maranggi rekomendasi adalah Sate Maranggi Bu Hj. Yayah, Maranggi Farid M, Sari Asih, hingga Sate Maranggi Hj. Yetty Cibungur.