© 2019 yukmakan channel

  • Novi Amaliyah

3 Keju Asli Dari Indonesia

Selama ini keju identik dengan kuliner Negara Barat. Makanan bercitarasa gurih ini biasa dijadikan sebagai paduan makanan lainnya. Sajian di negara-negara Eropa dan Amerika, biasa memadukan keju dalam makanan sehari-hari seperti burger, pizza, spaghetti, sandwhich, hingga cheese cake. Bahan makanan yang menggunakan susu sebagai bahan utamanya ini mengandung banyak vitamin dan mineral. Selain citarasanya yang enak, keju juga bisa menjadi salah satu alternatif sumber protein untuk memenuhi kebutuhan asupan gizi. Tapi tahukah kamu, ada beberapa daerah di Indonesia yang memiliki kuliner mirip dengan keju yang tak kalah nikmat. Dari daerah manakah keju khas Indonesia ini, tertarik untuk mencobanya?


Dangke

Dangke berasal dari Enrekang, Sulawesi Selatan. Keju dari Sulawesi ini memiliki tekstur yang padat. Kejunya terbuat dari susu kerbau atau sapi yang sudah dibuat oleh masyarakat setempat sejak tahun 1900-an. Proses pembuatan Dangke adalah dengan cara disimpan dalam batok kelapa yang dialasi daun pisang. Sebelum diletakkan dalam wadah, susu yang dimasak terlebih dahulu ini diberi tetesan getah daun pepaya muda. Getah daun pepaya ini dipilih karena bisa memisahkan kandungan air dan lemak yang ada pada susu serta membantu susu jadi lebih padat dan teksturnya lebih solid. Sebelum dikonsumsi, biasanya Dangke harus digoreng atau dibakar terlebih dahulu yang kemudian disajikan dengan nasi hangat, sambal, dan ikan laut goreng.



Dadiah

Keju dari Sumatera Barat ini berasal dari hasil olahan fermentasi susu kerbau yang diletakkan di dalam bambu yang sudah dibersihkan lalu ditutup dengan daun pisang yang kemudian disimpan. Lama waktu penyimpanan bisa berhari-hari, tergantung keinginan. Semakin lama disimpan, Dadiah akan memiliki tekstur yang lebih padat dan keras. Namun kebanyakan Dadiah yang dijual di pasaran berumur kurang dari 1 minggu karena masyarakat Indonesia lebih suka tekstur yang empuk dan lembut seperti tekstur tahu. Dadiah biasanya disajikan bersama dengan siraman gula aren. Ada juga yang lebih suka menyantap Dadiah sebagai lauk dengan didampingi sambal.



Dali Ni Horbo

Keju khas Batak ini berasal dari daerah Tapanuli, Sumatera Utara. Dali Ni Horbo terbuat dari susu kerbau atau sapi. Cara membuatnya dengan merebus susu sapi lalu diendapkan bersama dengan air perasan nanas yang dicampur dengan air daun pepaya, lalu difermentasikan beberapa hari. Penambahan air perasan nanas dan daun pepaya ini bisa mengurangi bau amis pada keju yang dihasilkan. Tekstur Dali Ni Horbo ini tergolong lebih lembut dibandingkan dengan Dangke dan Dadiah. Biasanya orang Batak mengonsumsi Dali Ni Horbo dengan bumbu kuah arsik yang memiliki rasa gurih dan pedas