• Novi Amaliyah

7 Manfaat Buah Sukun Untuk Kesehatan


buah sukun
Buah Sukun

Sukun, buah satu ini biasanya dijadikan sebagai camilan yang digoreng dan dinikmati bersama secangkir teh panas maupun kopi. Rasa dan aromanya yang khas, tektsurnya halus berserat dan empuk sekilas mirip roti. Tanaman yang berasal dari keluarga Moracea seperti nangka, murbei dan buah ara ini telah menjadi makanan pokok di daerah tropis dimana tanaman ini berasal. Sukun merupakan buah yang kaya serat dan dan lebih dari 100 persen vitamin C yang dibutuhkan tubuh setiap hari, belum lagi lebih dari selusin nutrisi penting lainnya.


Dari banyak penelitian ilmiah sukun memiliki kandungan yang dapat melawan kanker, penyakit jantung dan peradangan. Sukun tenyata juga dapat dijadikan sebagai pengusir serangga lebih baik daripada semprotan pengusir serangga berbahan kimia.


Konon sukun berasal dari Pasifik Selatan, khususnya, New Guinea dan telah menyebar ke seluruh Oseania serta banyak daerah tropis lainnya sebagai makanan pokok yang murah dan hemat. Buahnya mengandung sejumlah besar nutrisi penting dan dapat dimakan baik mentah, dalam keadaan tertentu dan dimasak dengan berbagai metode, yang dapat memperpanjang masa simpan buah satu ini. Apa saja manfaat buah sukun, yuk simak manfaat buah sukun bagi kesehatan seperti dilansir Healthline dan berbagai sumber.

Kaya akan Asam Amino

Menurut sebuah penelitian dari University of British Columbia, sukun mengandung spektrum penuh asam amino esensial dan sangat kaya akan fenilalanin, leusin, isoleusin, dan valin. Untuk mempertahankan nutrisi yang tepat yang dibutuhkan tubuh, ada baiknya untuk mencoba konsumsi sukun sebagai asupan sehari-hari untuk mendapatkan tambahan asam amino yang dibutuhkan. Dimana asam amino memiliki menciptakan struktur sel-sel tubuh dan bekerja untuk mengangkut nutrisi dan mendukung fungsi semua sistem tubuh utama.


Mencegah dan Membalikkan Stres Oksidatif

Kelompok nutrisi lain yang penting untuk pencegahan penyakit adalah antioksidan. Antioksidan banyak ditemukan dalam berbagai bahana makanan yang berasal dari tanaman. Dimana antioksidan ini dapat mencegah dan membalikkan stres oksidatif, kerusakan yang disebabkan oleh radikal bebas pada fungsi tubuh. Radikal bebas dapat masuk ke dalam tubuh melalui paparan sinar matahari yang berlebihan, bahan kimia yang ditemukan di lingkungan dan berbagai sumber lainnya. Dengan asupan makanan yang mengandung antioksidan tinggi dapat memperlambat kerusakan sel yang berkaitan dengan usia serta mengurangi risiko kanker, penyakit jantung dan stroke. Antioksidan penting yang ditemukan dalam sukun adalah vitamin C, ditemukan dalam jumlah tinggi sehingga lebih dari memenuhi nilai harian yang direkomendasikan. Individu yang mengonsumsi makanan kaya buah dan sayuran yang banyak mengandung vitamin C memiliki penurunan risiko penyakit jantung, stroke, dan kanker, serta rentang hidup yang lebih panjang dibandingkan dengan mereka yang tidak memiliki asupan makanan tinggi vitamin C.

Menjaga Kesehatan Jantung

Dalam buah sukun ditemukan mengandung fitokimia yang melindungi jantung terhadap aterosklerosis, penyakit jantung yang ditandai dengan pembentukan kantong sel darah putih secara perlahan di dinding arteri yang menyebabkannya menebal. Dimana, aterosklerosis dapat menyebabkan iskemia miokard, penyumbatan suplai darah ke jantung yang dapat menyebabkan serangan jantung.


Menurunkan Kadar Kolesterol

Dalam penelitian pada tahun 2006, sukun disebut sebagai makanan yang memiliki prospek yang baik untuk digunakan dalam perlindungan obat terhadap penyakit jantung. Ini karena kemampuannya untuk memerangi kolesterol tinggi. Dimana ekstrak metanol dari sukun berpengaruh mengurangi semua kadar serum (darah) dan gejala yang berhubungan dengan kolesterol tinggi. Ini menunjukkan potensinya sebagai makanan penurun kolesterol.


Tinggi Serat

Sukun merupakan buah kaya akan kandungan serat, menawarkan hampir setengah dari asupan harian yang direkomendasikan hanya dalam satu porsi. Diet tinggi serat sangat terkait dengan penurunan risiko tekanan darah tinggi, hipertensi dan faktor risiko penyakit jantung lainnya, bersama dengan sindrom metabolik. Sukun juga tinggi potasium (dengan lebih dari 30 persen nilai harian dalam satu porsi). Sukun menawarkan perlindungan dari tingkat potasium rendah, yang penyebab utama gagal jantung kongestif. Kekurangan kalium dan magnesium juga ditemukan dalam jumlah yang relatif tinggi dalam sukun. Bisa dibilang sukun menjadi makanan alternatif yang baik bagi mereka yang berisiko terkena penyakit jantung. Tentu perhatikan cara mengolahnya, sebaiknya untuk dikukus atau dipanggang agar meminimalisir penggunaan minyak goreng.

Meningkatkan Imunitas Tubuh

Mengonsumsi buah sukun juga ternyata dapat membantu sistem kekebalan tubuh untuk berfungsi dengan baik. Karena peradangan adalah akar dari sebagian besar penyakit, keberadaan bioflavonoid sebagai anti-inflamasi dalam sukun sangat penting untuk mengurangi risiko berbagai penyakit. Sukun juga mengandung tiamin dalam jumlah yang cukup besar, alias vitamin B1. Tiamin berfungsi mempertahankan tonus otot di sepanjang dinding saluran pencernaan, tempat sebagian besar sistem kekebalan berada. Ini juga membantu dalam sekresi asam klorida, yang membantu tubuh mencerna makanan sepenuhnya dan menyerap nutrisi sebanyak mungkin. Dimana secara bersamaan menjadikan tiamin sebagai nutrisi yang berharga dalam menjaga sistem kekebalan tubuh yang sehat. Dapat Membantu Melindungi Terhadap Kanker Tertentu

Karena sukun memiliki beberapa sifat anti-inflamasi dan antioksidan yang luar biasa, sukun telah diteliti sebagai makanan pelawan kanker yang potensial. Pada tahun 2014, sebuah studi percontohan yang menyelidiki dampak ekstrak dari daun pohon sukun menemukan bahwa senyawa kimia tersebut memiliki 100 persen "sitoksisitas preferensial" terhadap sel kanker pankreas manusia yang dikenal sebagai PANC-1 dalam kondisi kekurangan nutrisi. Ini berarti bahwa ekstrak tersebut berhasil membunuh 100 persen sel kanker pankreas ketika berada di lingkungan yang kekurangan nutrisi dimana biasanya hanya sedikit atau tidak berpengaruh pada sel-sel ini. Studi lain di Asia yang diterbitkan dalam American Journal of Chinese Medicine mempelajari efek ekstrak dari tanaman sukun pada sel kanker hati. Temuan ini juga menarik, karena para peneliti menemukan bahwa ekstrak tersebut tidak menyebabkan apoptosis tradisional (kematian sel terprogram) yang sering terlihat pada nutrisi antikanker dan obat-obatan. Sebaliknya, ketika terkena ekstrak sukun, sel kanker hati mengalami kematian autophagic. Metode alternatif kematian sel ini terjadi secara alami di dalam tubuh saat memproses protein dan memecah sel-sel yang rusak dan merupakan metode yang lebih efektif untuk menghentikan kanker dalam kasus-kasus tertentu.