top of page
  • Maria Yuliana Kusrini

Cafe Batavia Rayakan Hari Jadinya yang Ke-30

Cafe Batavia menjadi salah satu ikon di kawasan Kota Tua Jakarta. Tempat ini bukan hanya sekedar kafe biasa, namun telah menjadi warisan bersejarah yang menembus waktu. Mendatangi tempat ini, pengunjung akan menemukan pesona bangunan kolonial yang kaya akan cerita dan sejarah. Pada Sabtu, 1 Desember 2023, Cafe Batavia pun merayakan hari jadinya yang ke-30 tahun.



Meski baru ada sejak tahun 1993, tapi Cafe Batavia sendiri menempati bangunan yang sudah berdiri sejak tahun 1805. Bangunannya memiliki arsitektur megah dengan sentuhan klasik yang mempesona. Cafe Batavia tidak hanya menjadi saksi bisu perkembangan Kota Jakarta. Tetapi juga menawarkan pengalaman yang mampu membawa tamunya pada petualangan untuk melintasi masa lalu yang ada di tengah hiruk pikuk metropolitan modern.


"Kami ingin menghadirkan pengalaman kuliner yang unik dan berkesan bagi para pengunjung. Dengan nuansa kolonial yang elegan, sehingga kami berharap pengunjung dapat merasakan atmosfer yang berbeda saat menikmati hidangan kami. Menu yang ditawarkan di Cafe Batavia sangat beragam. Beberapa menu andalannya antara lain Soto Betawi, Rendang, Sate Ayam Madura, Nasi Goreng Roa, dan berbagai macam minuman tradisional seperti Bir Pletok, Bandrek, dan Bajigur," ujar Leonard Pandy selaku Owner sekaligus Direktur Cafe Batavia.


Pada perayaan ulang tahunnya yang ke-30 ini, Cafe Batavia menghadirkan beberapa inovasi pada produk dan menunya. Inovasi itu dilakukan sebagai upaya untuk memberikan pengalaman kuliner berkesan bagi setiap tamu yang datang. Tak hanya itu saja, Cafe Batavia juga dengan bangga mengumumkan bahwa kini sedang dalam proses mendapatkan pengakuan sebagai Cagar Budaya Golongan A Ringkat Provinsi. Pengakuan tertinggi untuk situs bersejarah di Indonesia itu sekaligus menegaskan posisi Cafe Batavia sebagai landmark penting dalam sejarah dan budaya Indonesia.


Pada acara perayaan ulang tahun itu, Cafe Batavia mengundang sejumlah tamu. Termasuk para duta besar dari berbagai negara, seperti Rusia, Thailand, Singapura, Australia, Austria, Korea, Prancis, dan lainnya. Seluruh tamu dijamu dengan Bir pletok, minuman tradisional khas betawi yang sudah dikenal sejak zaman Belanda. Tak ketinggalan, juga ada jamuan makan malam berkonsep Rijsttafel. Hidangan ini diantarkan ke setiap meja tamu secara berurutan oleh para pelayan yang diiringi dengan musik traditional. Varian menu yang dihidangkan mulai dari Bitterballen sebagai menu pembukanya. Kemudian bersambung dengan menu Sop Buntut, Ayam Kodok, Sate Ayam, Cumi Bakar Rica-rica, Rencang, dan Sayur Urap. Seluruh hidangan itu pun ditutup dengan cake bercitarasa manis.



bottom of page