• Maria Yuliana Kusrini

Sour Sally Buka Peluang Kepemilikan Saham

Sour Sally sebagai salah satu merek sekaligus pelopor frozen yogurt di Indonesia membuka peluang kepemilikan saham pada masyarakat umum. Penawaran ini dibuat dalam kerjasama dengan Bizhare, sebuah platform penyelenggara layanan urun dana berbasis teknologi informasi yang telah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



Penawaran perdana dari Sour Sally ini dibuka untuk kepemilikan saham di dua cabang. Yakni di Central Park Mall, Jakarta Barat, dan di Living World, Alam Sutera, Tangerang Selatan. Kedua cabang Sour Sally itu memiliki nilai bisnis lebih dari Rp 4,8 miliar. Melalui platform Bizhare, Sour Sally menawarkan 95% saham kepada para calon investor dengan potensi total keuntungan, berdasarkan data historis, hingga miliaran rupiah per tahun. Saham di Sour Sally ditawarkan seharga Rp 50.000 per lembar dengan pembayaran dividen per 3 bulan.


Sour Sally sendiri didirikan oleh Donny Pramono Ie pada tahun 2008. Melewati berbagai perubahan tren di sektor makanan dan minuman, kebiasaan konsumsi konsumen, pasang surut ekonomi, bahkan pandemi, Sour Sally mampu bertahan sebagai pilihan utama konsumen melalui produk frozen yogurt, healthy ice cream, dan dessert. Brand ini pun secara konsisten menghadirkan dan berinovasi pada produk yang menyehatkan. Sour Sally pun menjadi yang pertama di dunia untuk memperkenalkan Black Sakura, sebuah varian frozen yogurt berwarna hitam yang dibuat dengan activated charcoal dan sakura blossom infusion yang menunjang detoksifikasi tubuh. Hingga September 2021 ini, Sour Sally telah memiliki lebih dari 60 cabang yang tersebar di seluruh Indonesia.


“Cabang Sour Sally di Central Park Mall telah menjadi cabang yang legendaris karena telah beroperasi selama lebih dari 10 tahun dan terus memiliki banyak pelanggan. Sementara itu, cabang yang akan dibuka di Living World, Alam Sutera, memiliki prospek bisnis yang sangat baik seiring dengan keramaian di Living World sebagai pusat perbelanjaan utama di kawasan Tangerang Selatan. Dan kini, masyarakat di Indonesia pun berkesempatan untuk memiliki saham di Sour Sally dan ikut menikmati keuntungan dari pertumbuhan bisnis Sour Sally,” ungkap Donny Pramono Ie selaku pendiri dan Chief Executive Officer dari Sour Sally Group.