• Novi Amaliyah

Stroberi Buah Unik Yang Ternyata Serumpun Dengan Mawar


Stroberi buah yang lezat dan kaya vitamin ini banyak digunakan sebagai paduan untuk membuat dessert. Selain bisa dinikmati langsung stroberi juga dinikmati dengan dimasak terlebih dahulu seperti dalam pembuatan selai stroberi. Buah satu ini banyak digunakan untuk paduan pembuatan smoothie, es krim, topping cake maupun tart dan masih banyak lainnya.


Tahukah kamu meski termasuk dalam kategori buah, ternyata stroberi adalah serumpun dengan keluarga bunga mawar atau Rosaceae. Varietas yang paling umum adalah stroberi hibrida dari stroberi liar dari Virginia sebagai tanaman asli Amerika Utara dan varietas dari Chili. Tanaman keluarga mawar ini menghasilkan buah yang segar, merah berbentuk kerucut dari bunga putih kecil.


Meski sudah ada selama ribuan tahun, stroberi tidak dibudidayakan secara aktif sampai jaman Renaisans di Eropa. Tanaman stroberi dapat bertahan selama lima hingga enam tahun dengan penanaman yang dikelola dengan baik. Tetapi kebanyakan petani menggunakannya sebagai tanaman tahunan dan melakukan penanaman kembali setiap tahun.

Stroberi adalah tanaman sosial yang membutuhkan tanaman jantan dan betina untuk menghasilkan buah. Stroberi membutuhkan waktu setidaknya delapan hingga 14 bulan untuk matang.


Berasal dari Amerika Utara

Stroberi berasal dari Amerika Utara, dan masyarakat menggunakannya dalam banyak hidangan. Penjajah pertama di Amerika mengirim tanaman stroberi asli yang lebih besar ke Eropa sejak tahun 1600. Varietas lain, juga ditemukan di Amerika Tengah dan Selatan, yang oleh para penjajah disebut futilla. Orang Amerika awalnya tidak perlu repot-repot menanam stroberi karena jumlahnya melimpah di alam liar.


Asal Usul Nama

Beberapa etimologi dari kata strawberry antara lain dari kegiatan tukang kebun yang menggunakan straw untuk menanam buah ini dan melindunginya dari proses pembusukan. Ada juga yang beranggan asal nama buah ini di era Anglo-Saxon dari kata strew yang berari menyebar di sekitar yang merupakan Streabergen (Strea berarti" menaburkan "dan Bergen berarti biji atau buah). Kemudian streberie, straiberie, strauberie, straubery, strauberry, dan akhirnya menjadi "Strawberry". Nama ini mungkin karena fakta bahwa bibit atau benih ditaburkan (berserakan) buah ini di sepanjang tanah. Namun, pendapat lain percaya nama ini berasal dari praktik menjual buah beri yang ditusuk di atas sedotan di pasar terbuka sebagai hadiah.


Bagaimana Budidaya Menyebar

Budidaya buah stroberi dimulai dengan sungguh-sungguh pada awal abad ke-19, ketika buah stroberi yang disajikan dengan krim dengan cepat menjadi popular dan dianggap sebagai makanan penutup yang mewah. New York menjadi pusat kepopuleran buah stroberi berasal. Dengan munculnya jalur kereta api saat itu dan mengirimkan hasil panen dengan kereta api berpendingin.

Produksi menyebar ke Arkansas, Louisiana, Florida, dan Tennessee. Sekarang 75 persen tanaman Amerika Utara ditanam di California, dan banyak daerah mengadakan festival stroberi, dengan yang pertama diadakan pada tahun 1850.

Musim tanam stroberi biasanya pendek, buah yang menjadi salah satu produk ekspor ini juga mudah ditemukan dalam bentuk beku yang dengan mudah disimpan dan dikonsumsi kapanpun. Buah stroberi beku sangat baik untuk dibuat smoothie yang segar dan lezat.

Di Indonesia sendiri stroberi mulai dikenal pada pertengan 1990-an. Stroberi membutuhkan suhu rendah untuk tumbuh dengan baik sangat cocok ditanam di daerah beriklim sejuk. Selain daerah Jawa Barat, Strawberry juga mulai dibudidayakan di daerah kabupaten Tawangmangu Karang Anyar, Sukabumi, Cipanas, Lembang, Batu dan Bedugul (Bali).