1920s New York Jazz History to Life Through Cocktails at The St. Regis Bar Jakarta
- alettasumampouw
- 16 jam yang lalu
- 2 menit membaca
St. Regis Bar Jakarta mempersembahkan pengalaman koktail konseptual yang membawa para tamu ke era jazz New York tahun 1920-an, perpaduan musik, kehidupan malam, dan identitas yang telah disusun sangat apik. Sebagai Bar dengan peringkat No. 22 di Asia's 50 Best Bars 2025, siap menyajikan kondisi budaya bar yang modern dengan menyatukan improvisasi, keanggunan, rasa yang berbeda, dan energi sosial.

St. Regis Bar Jakarta menyediakan koleksi New York-Inspired Cocktails dimana setiap minumannya merupakan tonggak sejarah jazz. Pada volume ketiganya, yang dirilis tanggal 22 Januari yang lalu, adalah juga menuangkan legenda ke dalam gelas, dimana orkestrasi Duke Ellington membuat "Duke of Jazz No.2," menjadi asam cognac yang elegan. Bunyi terompet Louis Armstrong yang mengilhami "Pop's," dengan gelembung berbuih yang meletus nikmat di dalam mulut para tamu yang menikmatinya. The Cotton Club yang hidup di dalam "403 Negroni," yang akan mewujudkan kerahasiaan speakeasy. Lantai dansa legendaris Savoy Ballroom menjadikan "Happy Feet", sebagai semangat hidup yang tidak pernah berhenti bergerak. Hari-hari bartender Al Capone di Coney Island menginspirasi "Crime-Tender," mengingat ketika gin bootleg yang keras dicampur dengan bahan-bahan segar agar dapat diminum.

"Setiap koktail yang dinikmati oleh para tamu, berakar pada tokoh, tempat, atau lagu jazz tertentu dari era itu," demikian penuturan Manajer Bar Paulo Naranjo, yang sebelumnya memimpin program bar di The Ritz-Carlton Millenia Singapore, alumni Asia's 50 Best Bar. "Kami menerjemahkan kepribadian dan ritme menjadi rasa, keseimbangan dan ketenangan Duke Ellington, presisi dan ayunan Benny Goodman, kemurnian dan keanggunan Ella Fitzgerald, dan kejeniusan spontan Louis Armstrong, semua menu tersebuat berfungsi sebagai timeline budaya yang dapat dinikmati oleh para tamu.
Menu terbaik lainnya yaitu "The First Lady" yang merupakan suara murni Ella Fitzgerald, "Swinging Benny" dimana menu ini memberi penghormatan kepada ayunan presisi Benny Goodman, "Paper Moon," yang terinspirasi oleh lagu abadi Ella Fitzgerald, menafsirkan kembali Paper Plane modern-klasik untuk para pemimpi yang mengejar mimpi yang mustahil. Letās enjoy 1920s New York Jazz History Cocktails at St. Regis Bar Jakarta!!!

















Komentar