• Novi Amaliyah

Andien Aisyah Terapkan Metode BLW Untuk Anaknya

1.000 hari pertama kehidupan anak adalah faktor yang dapat mempengaruhi status gizi serta aspek tumbuh kembangnya. Anak yang mengalami gangguan gizi pada periode 1.000 hari pertama kehidupannya akan berdampak pada perkembangan otak. Sehingga kemampuan kognitif dan pendidikannya juga akan menurun.



Selain memperhatikan kebutuhan gizi anak, memberikan stimulasi yang tepat melalui proses bermain dan belajar menjadi faktor penting dalam 1.000 hari pertama kehidupan. Melihat demikian pentingnya 1.000 hari pertama anak, Andien Aisyah pun membagikan pengalaman pribadinya sebagai seorang ibu.


"Dari semenjak hamil Kawa, saya dan suami sepakat mencari informasi mengenai cara untuk memaksimalkan 1.000 hari pertama kehidupannya. Di usia Kawa yang sekarang, saya berusaha untuk memberikan quality time sembari menstimulasi tumbuh kembangnya. Bermain sambil belajar menjadi momen-momen indah yang kami lalui setiap harinya. Salah satunya dengan menyertakan Kawa dalam berbagai kegiatan di rumah,” tambah Andien yang ditemui dalam acara Memperhatikan 1.000 Hari Pertama Kehidupan Anak di Buumi Playscape di Pacific Place Mall, Jakarta.


Andien juga membagikan kisahnya mengenai alasan ia dan suami memutuskan menerapkan metode BLW (baby lead weaning) pada Kawa. Metode BLW adalah metode bagaimana bayi memilih dan memakan makanan padat dari tangannya sendiri. Menurut Andien dengan menyertakan anak dalam berbagai kegiatan itu dapat memiliki pengaruh yang besar.


“Kalau mau makan atau mengerjakan apapun, biasanya saya sambil gendong dia. Waktu dia mulai MPASI, saya makan di samping Kawa. Dia ikutan coba kayak masukin makanan ke mulut. Ternyata dia copy cara saya makan. Itulah yang membuat saya dan suami memutuskan untuk menerapkan BLW ke Kawa. Pertamanya sayuran, buah, karbohidrat, protein, baru setelah itu yang lainnya," cerita Andien.


Dr. Juwalita Surapsari, Sp.GK pun menjelaskan bagaimana anak-anak juga seperti orang dewasa. “Orang tua harus pintar menghadirkan sajian untuk anak-anak seperti mengenalkan sayuran. Proses makan bersama dengan anak ini juga menjadi proses stimulasi kepada anak-anak,” jelas Juwalita.

© 2019 yukmakan channel