• Novi Amaliyah

Belgia Tingkatkan Ekspor Kentang Goreng ke Indonesia



Frites adalah sebutan orang Belgia untuk kentang goreng, di Belgia, kentang goreng telah menjadi bagian dari ragam budaya, kuliner dan mempengaruhi pertumbuhan bisnis. Orang-orang di Belgia sudah membuat kudapan satu ini sejak tahun 1876. Kentang goreng bahkan sudah diakui sebagai warisan budaya yang dimiliki Belgia oleh organisasi dunia UNESCO di tahun 2017. Jika berkunjung ke Belgia, wisatawan dapat menjumpai kedai-kedai penjual kentang goreng yang dikenal dengan sebutan frietkot dengan mudah.


Pertumbuhan industri makanan yang positif setiap tahunnya. Berdasarkan data dari Kemeterian Perindustrian, hingga kuartal pertama tahun 2019, pertumbuhan Produk Domestic Bruto (PDB) industri makanan dan minuman mencapai 7% dan berkontribusi pada total PDB sebanyak 36%. Tak heran Indonesia menjadi daya tarik para produsen kentang goreng dari Belgia untuk memperluas pasar kentang beku di Asia Tenggara, khususnya Indonesia. Lima perusahaan eksportir kentang asal Belgia seperti Agristo, Barts Potato Company, Clarebout Potatoes, Ecofrost, dan Mydibel turut berpartisipasi dalam SIAL Interfood 2019 untuk memasarkan produk kentang goreng beku mereka di pasar Indonesia.

Romain Cools, President of World Potato Congress dalam penjelasannya mengungkapkan Indonesia merupakan tujuan eskpor ketiga terbesar bagi Belgia untuk produk kentang goreng beku di Asia Tenggara. Di tahun 2018-2019, Indonesia mengimpor 17.737 ton kentang goreng beku dari Belgia dengan nilai EUR 15.5 juta.


“Dengan pertumbahan impor sebanyak 139% di periode 2018/2019 dari tahun ke tahun, kami yakin bahwa makanan khas kentang goreng Belgia bisa diterima para pecinta makanan di Indonesia,” tambah Cools.


Flander’s Agricultural Marketing Board (VLAM) dan Belgian Potato Association (Belgapom) yang merupakan Asosiasi Industri Perdagangan dan Pengolahan Kentang Belgia menjamin produk kentang goreng Belgia dari lima perusahaan eksportir Belgia telah bersertifikat halal.

© 2019 yukmakan channel