top of page

Bukan di Kain, Kali Ini Batik Dilukis di Atas Keramik

Mariana Wuntoro
9 jam yang lalu
2 menit membaca

Batik identik dengan kain dan busana. Namun, jika motif batik diaplikasikan di atas piring keramik, akan menjadi sebuah karya seni yang begitu indah dan unik. Hal itulah yang belum lama ini dihadirkan Manhattan Hotel Jakarta melalui Batik Reimagined 2026 – 'Tradition in a New Perspective'.



Diselenggarakan pada Jumat, 2 Oktober 2026 di NYC Bar & Lounge, acara ini menjadi bagian dari peringatan Hari Batik Nasional dengan menghadirkan perpaduan antara budaya, kreativitas, dan hospitality. Tak hanya melalui talkshow, para tamu juga diajak mengeksplorasi batik lewat aktivitas melukis motif batik di atas piring keramik.


Acara yang dihadiri klien, mitra, komunitas, media, hingga content creator, Batik Reimagined

2026 dikemas sebagai pengalaman yang memungkinkan para tamu mengenal batik dari

sudut pandang yang lebih modern. Batik tidak hanya dipandang sebagai warisan budaya yang digunakan dalam busana, tetapi juga sebagai sumber inspirasi yang dapat diterjemahkan ke berbagai medium.


Melihat Batik dari Perspektif yang Berbeda

Salah satu agenda utama acara adalah talkshow yang dipandu oleh Tiga Dara dari salah satu media di Tanah Air. Diskusi ini membahas bagaimana batik dapat terus relevan di tengah perkembangan zaman, khususnya bagi generasi muda. Batik yang selama ini kerap dikaitkan dengan pakaian formal mulai diperkenalkan dalam bentuk dan gaya yang lebih fleksibel. Kreativitas menjadi salah satu cara untuk membuat warisan budaya ini semakin dekat dengan kehidupan generasi masa kini.



Sebagai nara sumber, turut hadir Ali Usman Gani selaku Executive Assistant Manager Manhattan Hotel Jakarta, Putri Widya sebagai pemilik Karatungga Batik, serta Pepy Alamsjah selaku Commercial Marketing Director Sango Ceramic Indonesia. Ketiga nara sumber berbagi perspektif dari bidang yang berbeda, mulai dari hospitality, industri batik, hingga keramik dan tableware.


Dari Kain Beralih ke Keramik

Pembahasan mengenai eksplorasi batik ke berbagai medium diwujudkan secara langsung melalui aktivitas Batik Painting on Ceramic Plate. Dalam aktivitas ini, para tamu yang hadir berkesempatan untuk melukiskan inspirasi motif batik di atas piring keramik berukuran 22 cm. Tidak sekadar mengikuti contoh, peserta juga bebas menerjemahkan motif dan karakter batik sesuai dengan kreativitas masing-masing.


Pengalaman ini memberikan cara yang berbeda untuk mengenal batik. Jika biasanya batik

dinikmati melalui kain dan busana, kali ini motif tradisional tersebut hadir dalam sebuah

karya yang dapat dibuat secara personal. Piring keramik pun berubah menjadi kanvas kecil tempat para peserta menuangkan interpretasi mereka terhadap batik. Aktivitas yang interaktif ini sekaligus menunjukkan bahwa pelestarian budaya tidak selalu harus dilakukan dengan cara yang konvensional.


Ketika Heritage Bertemu Hospitality

Bagi Manhattan Hotel Jakarta, Batik Reimagined 2026 menjadi bagian dari upaya dalam menghadirkan pengalaman yang mempertemukan heritage, creativity, community, dan

hospitality. Sebagai hotel bintang lima yang berada di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Manhattan Hotel Jakarta tidak hanya menjadi tempat untuk menginap, tetapi juga ruang yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan, mulai dari meeting, social gathering, corporate event, hingga kegiatan kreatif dan komunitas.


Melalui Batik Reimagined 2026, Manhattan Hotel Jakarta menunjukkan bahwa warisan budaya dapat terus berkembang mengikuti zaman. Dari kain hingga keramik, batik mendapatkan medium baru untuk dikenal, diapresiasi, sekaligus dikreasikan kembali dengan cara yang lebih dekat dengan generasi masa kini.

Komentar


bottom of page