top of page

Cicipi 'Menu Wiken' Dari Film Empat Musim Pertiwi di The People's Cafe

Gambar penulis: Maria Yuliana Kusrini
Maria Yuliana Kusrini
6 jam yang lalu
2 menit membaca

Ada cerita dari layar lebar yang kini bisa ikut dirasakan lewat meja makan. Hal itu diwujudkan oleh The People’s Cafe (TPC), bagian dari Ismaya Group melalui 'Menu Wiken' yang menjadi bagian dari cerita dalam film 'Empat Musim Pertiwi' yang kini sedang tayang di bioskop.


Menu Wiken ini merupakan hasil kolaborasi TPC dengan Forka Films dalam film terbaru karya Kamila Andini berjudul 'Empat Musim Pertiwi'. Menu yang menjadi bagian dari cerita tokoh Pertiwi dan Niken dalam film itu dihadirkan TPC melalui Nasi Mie Wiken dari Warung Piring Terbang dan Ketoprak Mie Wiken. Makanan itu hadir dalam film sebagai bagian dari keseharian para karakternya.



Nama “Wiken” sendiri merupakan gabungan dari nama keduanya, Pertiwi dan Niken. Menu Wiken itu diciptakan oleh dua sahabat, yakni Pertiwi dan Niken di Warung Piring Terbang. Dibalik perpaduan bahan-bahannya yang sederhana, Menu Wiken juga menyimpan cerita tentang persahabatan, kreativitas, dan hubungan personal antara Pertiwi, Niken, dan Mak Ira. 


“Kami senang dan mengapresiasi kesempatan untuk berkolaborasi dengan Forka Films dan Empat Musim Pertiwi, sebuah film yang membawa cerita dan perspektif yang penting untuk disampaikan. Melalui The People’s Cafe, kami ingin mengambil bagian dengan cara yang paling dekat dengan kami, yaitu melalui makanan. Bagi kami, kolaborasi ini menjadi kesempatan untuk mengeksplorasi kreativitas kuliner sekaligus menghadirkan pilihan menu yang unik dan menarik untuk dinikmati,” ujar Cendyarani, President Director Ismaya Group.


Untuk Nasi Mie Wiken memadukan nasi dan mie goreng dengan telur barendo serta keripik, dilengkapi kuah tongseng kaya rempah. Perpaduannya terasa akrab dan dekat dengan keseharian, tapi hadir dengan kombinasi yang mungkin belum pernah terpikir sebelumnya. Selain menghidupkan menu yang muncul di film, TPC juga memberikan interpretasinya sendiri lewat Ketoprak Mie Wiken. Menu ini memadukan ketoprak dengan mie goreng, telur barendo, tahu, bihun, dan taoge yang kemudian disatukan dengan saus kacang khas TPC.


Untuk melengkapi pengalaman menonton Empat Musim Pertiwi, TPC memberikan diskon sebesar 25% untuk Bundle Menu Wiken bagi pelanggan yang menunjukkan tiket bioskop film itu. Pilihan bundle terdiri dari Nasi Mie Wiken + Es Teh Pandan Selasih atau Ketoprak Mie Wiken + Es Teh Pandan Selasih. Tentunya, ini akan menjadi sebuah penawaran dan paket bundling yang menarik untuk dipesan.



“Nasi Mie Wiken bukan sekadar makanan yang muncul dalam Empat Musim Pertiwi. Ada cerita persahabatan Pertiwi dan Niken, juga kehadiran Mak Ira, yang membuat makanan sederhana ini punya makna tersendiri. Jadi menyenangkan sekali ketika sesuatu yang awalnya hanya hidup di dalam cerita film sekarang bisa benar-benar dinikmati oleh penonton. Kami melihat The People’s Cafe sebagai partner yang tepat karena punya kedekatan dengan makanan Indonesia yang familiar, sekaligus kreativitas untuk mengolahnya menjadi sesuatu yang baru. Harapannya, melalui kolaborasi ini, penonton bisa merasakan sedikit bagian dari dunia Empat Musim Pertiwi, bahkan setelah mereka meninggalkan bioskop,” ungkap  Ifa Isfansyah, Produser Empat Musim Pertiwi.


Kolaborasi ini mempertemukan dua dunia kreatif, yakni film dan kuliner yang dapat saling melengkapi. Dalam sebuah film, makanan memiliki peran yang lebih personal dari sekadar pelengkap adegan. Makanan dapat mengingatkan seseorang pada orang, tempat, atau masa tertentu dalam hidupnya. Di tengah perjalanan hidup para karakter yang tidak selalu mudah, makanan juga menjadi salah satu cara untuk memperlihatkan hubungan dan dukungan yang terbangun di antara mereka. TPC pun berhasil membawa Menu Wiken keluar dari layar dan menjadikannya menu yang benar-benar dapat dinikmati oleh banyak orang.

1 Komentar


Norman Wallace
sejam yang lalu

What a delightful review of the 'Wiken' menu! It’s fascinating how food can bring cinematic experiences to life. I'd love to see more discussions around local cafes and their cultural ties—maybe even incorporating street views from the film locations at street view for an immersive touch!

Suka
bottom of page