top of page

Djournal Monster Cafe Pasaraya Blok M Pertemukan Kopi dan Seni 

  • Gambar penulis: Maria Yuliana Kusrini
    Maria Yuliana Kusrini
  • 10 jam yang lalu
  • 3 menit membaca

Sebuah destinasi hang out baru dan seru, Djournal Monster Cafe resmi menyemarakkan kawasan Pasaraya, Blok M, Jakarta Selatan. Sebagai merek coffee chain dari ISMAYA Group, Djournal Monster Cafe menjadi sebuah tonggak baru dalam perjalanan ISMAYA selama ini. Di gerai ini pun, pengunjung yang datang dapat menemukan kopi, kreativitas, dan seni dari talenta lokal secara sekaligus. 



Gerai di Pasaraya Blok M ini pun menjadi titik awal perjalanan dari Djournal Monster Cafe. Pemilihan lokasinya yang dikenal selama puluhan tahun sebagai salah satu simpul budaya dan kreativitas Jakarta ini dirancang sebagai tempat yang terus berkembang bersama para seniman, kreator, dan komunitas. Di setiap fase, nantinya akan menghadirkan perspektif baru. Sementara identitas Djournal sebagai ruang yang terbuka dan inklusif tetap menjadi fondasi utamanya. 


Menariknya lagi, Djournal Monster Cafe ini menghadirkan karya visual Darbotz, salah satu seniman Indonesia yang telah dikenal di panggung internasional. Inisiatif yang menggandeng Darbotz ini pun merefleksikan komitmen Djournal untuk mengangkat kualitas kopi Indonesia sekaligus mempertemukan seni, desain, dan komunitas dalam satu ekosistem yang saling terhubung. Berlandaskan filosofi ‘Make Every Day Exciting’, Djournal percaya bahwa coffee shop bukan lagi sekadar tempat menikmati secangkir kopi saja, tetapi sebagai ruang untuk bekerja, bertukar ide, membangun relasi, serta menemukan inspirasi. 


"Perjalanan ini mencerminkan bagaimana kami melihat masa depan Djournal. Kami percaya sebuah coffee shop hari ini memiliki peran yang jauh lebih luas daripada sekadar menyajikan kopi. Coffee shop dapat menjadi ruang yang mempertemukan ide, kreativitas, komunitas, dan talenta Indonesia. Melalui langkah ini, kami ingin memperlihatkan bahwa kualitas kopi Indonesia dan kreativitas anak bangsa memiliki tempat yang sama kuatnya untuk diapresiasi. Kami berharap Djournal terus menjadi ruang yang menginspirasi lahirnya karya, percakapan, dan kolaborasi baru," ujar Bram Hendrata selaku CEO ISMAYA Group.


Djournal Monster Cafe mengusung konsep dual bar yang menghadirkan Espresso Bar dan Manual Brew Bar. Menggunakan 100% biji Arabika asal Indonesia, pengunjung yang datang bisa menikmati berbagai minuman kopi dengan metode penyeduhan. Mulai dari espresso-based beverages, manual brew, hingga cold brew, sesuai preferensi masing-masing.


Selain bisa menikmati beragam pilihan kopi, Djournal Monster Cafe ini juga menawarkan beragam kreasi minuman yang bernama Djournal Monster Series. Rangkaian minuman ini mengangkat kekayaan cita rasa Indonesia melalui pendekatan yang lebih kontemporer, yakni Apple Pomelo Cold Brew, Enting Enting Latte, dan Enting Enting Chocolate. Sensasi segarnya buah bisa ditemukan pada Apple Pomelo Cold Brew yang memadukan espresso, apel malang dan jeruk bali. Berbeda dengan Enting Enting Latte yang mengangkat jajanan tradisional Indonesia melalui sentuhan rasa kacang karamel dan taburan enting-enting yang dipadukan dengan kopi. Sementara untuk Enting Enting Chocolate menawarkan alternatif non-coffee yang memadukan cokelat, kacang karamel, dan tekstur renyah enting-enting.



Ambiens Djournal Monster Cafe juga terlihat unik dan sarat akan seni. Ruangannya dirancang oleh firma arsitektur FFFAAARRR yang dikenal dengan gaya desainnya yang ekspresif. Serunya lagi, pengunjung akan menemukan material pada fasad dan area bar yang terbuat dari hasil transformasi limbah kopi menjadi elemen interior yang fungsional sekaligus memiliki karakter visual yang kuat. Sebanyak 288,75 kg limbah kopi yang setara sekitar 8.863 cangkir kopi, diolah kembali menjadi salah satu dekorasi utama di ruang kafe. Hal itu pun berhasil menunjukkan inovasi material bisa berdampingan dengan desain yang fungsional dan estetis. 


Untuk menyempurnakan semuanya, Djournal pun menggandeng Hydro Flask dan Baller Indonesia untuk menghadirkan merchandise edisi terbatas yang memadukan fungsi, desain, dan gaya hidup. Merchandise yang ditawarkan mulai dari aneka pilihan tumbler, kaos, hingga totebag.


"Saya selalu percaya bahwa karya seni akan memiliki makna yang lebih besar ketika hadir di tengah kehidupan sehari-hari. Coffee shop adalah ruang yang hidup karena mempertemukan banyak orang dengan cerita dan latar belakang yang berbeda. Ketika Djournal mengajak saya menjadi bagian dari inisiatif ini, saya melihat adanya visi yang sama untuk membawa karya kreatif Indonesia hadir lebih dekat dengan masyarakat. Saya berharap, ruang ini dapat memunculkan percakapan baru, menginspirasi, dan membangun koneksi dengan lebih banyak orang," tambah Darbotz.




Komentar


bottom of page