Fakta Donat 'Olykoek' Asal Belanda Hingga Dikenal Sampai Nusantara
- Maria Yuliana Kusrini

- 2 hari yang lalu
- 2 menit membaca
Donat menjadi salah satu camilan yang selalu menjadi favorit banyak orang. Mulai dari anak-anak hingga orang dewasa selalu tergoda dengan kudapan empuk bercitarasa manis atau gurih ini. Kembali jadi makanan populer, donat pun kini kembali mengalami perkembangan dengan berbagai variasi bentuk dan topping yang menggoda. Terbukti dengan banyaknya berbagai brand donat bermunculan yang menyuguhkan keunikannya masing-masing.
Begitu digandrunginya donat di masa kini, tentu menghadirkan kebaruan yang berbeda. Namun, dibalik itu semua, donat ternyata memiliki beberapa fakta yang begitu unik. Mulai dari asal-usulnya, perjalanannya dari masa ke masa, hingga akhirnya menjadi camilan populer di seluruh dunia.

Dipercaya Berasal Dari Negeri Kincir Angin, Belanda
Banyak yang mengira donat berasal dari Amerika. Namun, sejarawan kuliner sepakat bahwa donat modern berakar dari kue asal Belanda bernama 'Olykoek' yang berarti 'oil cake' atau kue minyak. Kudapan ini berupa adonan manis yang digoreng dalam minyak yang banyak dan populer di Belanda pada abad ke-17. Ketika para imigran Belanda bermigrasi ke Amerika, khususnya ke New Amsterdam (yang kini dikenal sebagai New York), mereka membawa serta resep tersebut. Dari moment itulah, donat mulai berkembang dan perlahan bertransformasi di tanah Amerika.
Asal Mula Donat yang Bolong Tengahnya
Meski konsep awalnya berasal dari Belanda, bentuk donat dengan lubang di tengah justru erat kaitannya dengan Amerika. Ada kisah populer dari tahun 1847 tentang seorang kapten kapal asal Amerika Serikat bernama Hanson Gregory yang konon menciptakan lubang pada adonan donat itu. Hal itu, ia dilakukan dengan tujuan agar donat menjadi matang lebih merata. Sejak saat itu, donat versi Amerika berkembang pesat dan menjelma menjadi ikon budaya kuliner. Khususnya dengan hadirnya waralaba merek donat yang berkembang pesat di seluruh dunia yang berasal dari Amerika.
Hadirnya Donat Sampai di Nusantara
Di Indonesia sendiri, donat diperkirakan diperkenalkan pada rakyat Indonesia pada masa kolonial Belanda. Seiring waktu, resep ini beradaptasi dengan bahan lokal seperti kentang dan ubi. Hingga akhirnya lahirlah donat kentang hingga donat ubi khas Indonesia yang lembut, empuk, dan lebih mengenyangkan. Selain donat kentang dan donat ubi, trend kuliner terus berkembang dan berhasil melahirkan berbagai inovasi donat di Tanah Air. Mulai dari bomboloni (donat isi), donat mochi, cronut (croissant donut), hingga varian kekinian dengan bahan alami yang baik untuk tubuh. Itulah sebabnya, donat di Nusantara dikenal bukan hanya sebagai camilan manis ala Barat, melainkan juga dengan kreasi lokal yang unik dan digemari lintas generasi.







Komentar