• Maria Yuliana Kusrini

Fun Roasting, Kolaborasi Sakha Cofee Roastery, Cotta Coffee, dan HAM Jakarta

Pada Senin, 25 Januari 2022, Himpunan Anak Media (HAM) Jakarta berkolaborasi dengan Sakha Coffee Roastery & Cotta Coffee mengadakan event menarik bertajuk ‘Fun Roasting’. Berlangsung di Cotta Coffee di kawasan Bekasi, kegiatan ini pun dipandu oleh Teuku Andi Nova Reza selaku Head Roaster Sakha Coffee Roastery.

Kegiatan edukatif dan sangat menarik ini pun dihadiri oleh beberapa awak media yang tergabung dalam HAM Jakarta serta Dubes RI untuk Swedia dan Latvia (2016-2020) yang saat ini membantu Diplomasi Kopi Kementerian Luar Negeri RI, yakni Bagas Hapsoro. Pada kegiatan ini setiap tamu undangan pun mendapatkan informasi menarik seputar kopi sekaligus berkesempatan untuk bisa mendapatkan pengalaman baru meroasting biji kopi. Khusus untuk Fun Roasting kali ini disediakan mesin roasting lokal dengan kapasitas 100 gram yang terkoneksi dengan aplikasi. Hal itu pun terasa sangat membantu untuk mengetahui suhu ideal kopi saat berada di mesin roasting.


Diungkapkan oleh Teuku Andi, jika ada tiga jenis kopi dunia yang menjadi top hit saat ini, yaitu Arabika, Robusta, dan Liberika. Masing-masing memiliki kekhasan yang berbeda, namun jenis Arabica dan Robusta lah yang paling banyak diketahui dan diminati. Ketika kopi sudah melewati proses roasting, umumnya para penikmat kopi hanya mengenal 3 level roasting (perubahan warna pada biji kopi), yaitu light, medium dan dark. Padahal setidaknya ada 16 perubahan warna biji kopi. Yakni green unroasted, starting to pale, early yellow, yellow-tan stage, light brown, brown, 1st crack begins, 1st crack underway, 1st crack finished, city+roast, full city roast, full city+roast, Vienna light French roast, full French roast, fully carbonized, dan immanent fire!.



“Kondisi suhu dan proses roasting yang ideal untuk biji kopi digambarkan dalam kurva yang membentuk huruf S. Perlu diketahui, jika beda mesin dan beda biji kopi maka perlakuannya pun akan berbeda juga. Jika kepadatan biji kopi tinggi, maka akan dibutuhkan suhu yang tinggi pula. Kalau di Cotta Coffee sendiri, untuk membuat espresso based itu tidak menggunakan skala medium to dark, akan tetapi ke grafik full city+roast, kemudian untuk manual brew menggunakan grafik 1st crack finished,” terang pria yang lebih akrab disapa Andi itu.


Kegiatan yang dilangsungkan di Cotta Coffee yang berkonsep kedai kopi dengan area taman terbuka ini pun berlangsung dengan menyenangkan. Tak hanya memberikan pengalaman baru dan informasi terkait kopi, setiap peserta pun bisa menikmati beragam minuman kopi serta aneka menu istimewanya Cotta Coffee. Di kesempatan yang sama, HAM Jakarta yang tahun ini berusia 14 tahun pun memperkenalkan logo terbarunya.

Sementara itu Bagas Hapsoro yang saat ini membantu Diplomasi Kopi Kementerian Luar Negeri RI yang menjadi peserta fun roasting juga mengungkapkan kegembiraannya bisa terlibat dalam kegiatan positif ini. “Kolaborasi antara HAM Jakarta, Sakha Coffee Roastery, dan Cotta Coffee sudah tepat. Mengambil area roasting di tempat yang terbuka yang teduh, asri, dan sudah sesuai dengan protokol kesehatan sebagaimana yang dianjurkan oleh pemerintah. Bicara kopi, tak tidak hanya sekedar komoditas saja, tapi termasuk lingkungan hidup dan masa depan juga. Tanpa kita sadari, kopi Indonesia adalah kopi terbaik di dunia. Dan yang mencengangkan, Vietnam mengimpor kopi dari Indonesia. Dan Vietnam kemudian mengimpornya ke mana-mana,” pungkasnya.