• Maria Yuliana Kusrini

Kreasi Memasak Menggunakan Santan Kelapa Kemasan Tetra Pak di Masa Ramadan & Lebaran

Tetra Pak merupakan salah satu perusahaan global yang bergerak di bidang pemrosesan dan pengemasan makanan dan minuman. Memiliki visi dan misi untuk melindungi yang baik sekaligus menghadirkan makanan dan minuman aman yang tersedia kapan pun dan di mana pun juga, Tetra Pak mengajak masyarakat Indonesia untuk menciptakan pengalaman memasak atau berkreasi dengan produk santan kemasan di moment Ramadan dan Lebaran kali ini.

Untuk itu, Tetra Pak Indonesia pun mengadakan sebuah acara virtual gathering Ramadan pada 29 April 2021 bertema “Kejutan Seru Dibalik Santan Kemasan.” Tak hanya ingin memunculkan kreasi para ibu dalam menciptakan suguhan istimewa selama Ramadan dan Lebaran, kegiatan ini juga menyoroti peran pengemasan dan pemrosesan makanan dalam menjaga keamanan dan higienitas makanan. Hal itu pun juga punya peranan yang begitu penting bagi konsumen saat membeli produk makanan dan bahan masakan.


“Kami ingin mendorong para orang tua masa kini dan saat ini untuk menciptakan pengalaman-pengalaman memasak yang unik dengan santan kemasan untuk keluarga mereka. Orang tua pun dapat berbagi momen kegembiraan saat menyiapkan berbagai hidangan Ramadan dan lebaran. Melalui solusi keamanan pangan kami, dalam visi ‘Melindungi Yang Baik’, orang tua dapat membeli dan menyediakan bahan baku memasak di dapur mereka sebagai solusi dasar dan pelengkap untuk beragam menu otentik Ramadan dan Lebaran. Solusi keamanan pangan ini pun sudah digunakan di banyak produk makanan dan minuman yang dikemas oleh Tetra Pak seperti susu, teh, kopi, jus, air kelapa, yogurt, dan lainnya,” terang Panji Cakrasantana, Marketing Manager Tetra Pak Indonesia.


Produk santan kemasan Tetra Pak sendiri berteknologi Ultra High Temperature (UHT) dengan enam lapis kemasan aseptik yang memastikan bahwa produk santan kelapa kemasan higienis, mudah digunakan, dan bergizi. Teknologi UHT menjadikan produk santan kemasan dipanaskan pada suhu 144 ̊C selama 4 detik untuk mencapai kondisi sterilitas komersial yang membunuh bakteri dan mikroba berbahaya seperti clostridium botulinum serta mikroorganisme. Sedangkan kemasan aseptik enam lapis memastikan umur simpan yang lama tanpa menghilangkan rasa alami, nutrisi, dan tekstur santan.


Di kesempatan yang sama, Tetra Pak juga meluncurkan survei ‘The Future is Now Coconut Milk’ bersama KANTAR yang dilakukan pada September 2020 lalu. Survei ini bertujuan untuk menganalisis perilaku rumah tangga terhadap produk makanan dan bahan masakan tertentu, khususnya santan kemasan. Survei ini pun menemukan hasil dari pandemi bahwa kegiatan memasak semakin relevan dan santan memiliki potensi untuk tumbuh paling cepat. Survei Tetra Pak juga menyebutkan bahwa 60% rumah tangga sudah membeli santan kemasan karena kepraktisan dan ketersediaannya. Tidak perlu lagi merasa kerepotan dalam memeras kelapa dan memotongnya untuk mendapatkan santan. Selain praktis, santan kemasan juga memiliki waktu penyimpanan yang lebih lama dengan rasa santan kelapa yang tak berubah dan tetap bernutrisi.