top of page
  • Maria Yuliana Kusrini

Kulineran Sampai Dalam Dapur di Mangut Lele Mbah Marto

Berkunjung ke Kota Yogyakarta, kita akan dapat menjumpai banyak pilihan tempat untuk kulineran. Mulai dari tempat makan kekinian yang mengusung hidangan modern, hingga tempat makan legendaris yang menyuguhkan hidangan tradisional, semuanya ada! Bahkan ada sebuah tempat makan yang ada berkonsep rumahan yang menghadirkan menu unik berbasis ikan lele.



Tempat makan yang dimaksudkan adalah Mangut Lele Mbah Marto. Tempat makan ini menempati lokasi di kawasan Sewon, Bantul. Lokasinya masuk ke daerah pedesaan dan bangunannya berupa rumah tradisional ala Jawa. Tempat makan ini pun mengusung konsep rumah makan ala rumahan yang menjadikan seluruh bagian rumah sebagai lokasi tempat makannya. Tak hanya bagian ruang depan atau ruang tengah saja, tetapi seluruh bagian rumahnya, termasuk dapurnya.


Pembeli yang datang ke tempat ini pun akan merasakan sensasi tur di dalam rumah saat hendak memesan makanan. Itu karena aneka hidangannya ditata atau diatur di atas amben yang ada di area dapur. Uniknya di sini, dapurnya berupa dapur jadul yang masih terdapat tungku yang menggunakan kayu bakar. Pengunjung pun diperbolehkan mengambil langsung olahan mangut lele yang wajan besarnya yang diletakkan di atas tungku kayu itu.



Di atas amben, pengunjung bisa menemukan beragam lauk pauk dan sayuran yang sangat banyak dan bervariatif. Pengunjung dipersilakan untuk mengambil sendiri nasi serta aneka lauk yang diinginkan. Bagi yang merasa kesulitan saat mengambil lauknya, maka tim dari Mangut Lele Mbah Marto akan siap membantu mengambilkan.


Varian menu yang ditawarkan antara lain Mangut Lele, Gudeg, Krecek, Oseng Mercon, Sayur Singkong, Pete Goreng/Bakar, lalapan, sambal, Botok, aneka pepes, Sate Telur Puyuh, Sate Kerang, Ayam Bakar, Ayam Goreng, hingga Opor Tahu, Opor Tempe, Opor Telur, dan lainnya. Sebagai sajian unggulan dan legendaris di sini, tentu saja Mangut Lelenya. Hidangan ini menjadikan ikan lele sebagai bahan utamanya kemudian disiram menggunakan kuah berbumbu rempah. Lelenya melewati proses pengasapan terlebih dulu sehingga memiliki aroma smokey yang khas. Setelahnya lele yang telah diasap itu dimasak dalam adonan kuah berbumbu rempah yang memiliki citarasa gurih medok dengan sensasi pedas karena menambahkan cabai rawit merah di dalamnya. Kreasi mangut lele di sini pun makin khas karena melewati proses masak yang menggunakan kayu bakar.


Olahan Mangut Lele di tempat ini, diawali dari usaha Mbah Marto yang ia geluti sejak tahun 1969 lalu. Ia setia dan konsisten berjualan menu khas Jogja ini di kawasan tempat tinggal. Hingga akhirnya kini pun makin berkembang dan banyak didatangi oleh setiap wisatawan yang berlibur ke Kota Yogyakarta. "Pelanggannya lumayan banyak dan kebanyakan memang dari luar kota. Ada tamu yang sengaja datang ke Jogja karena kangen dan pengen makan ke mangut lele ini," terang Poniman selaku pemilik dan generasi kedua dari Mangut Lele Mbah Marto ini.


Saat menyantap ragam hidangan yang ada di tempat ini, pengunjung bisa memilih tempat duduk yang diinginkan. Apakah ingin di dalam ruang tamu, ruang tengah, ruang depan atau teras dengan konsep semi outdoor. Kuliner dan berkunjung ke tempat ini, pengunjung akan merasakan sensasi makan di rumah nenek atau di nuansa pedesaan yang begitu menyenangkan.





コメント


bottom of page