• Maria Yuliana Kusrini

Modern Cooking, Seminar Ajinomoto yang Mengedukasi Calon Chef & Pengusaha Kuliner



Belum lama ini, PT. Ajinomoto Indonesia melalui Horeka Departemen (Hotel, Restoran, Katering) melaksanakan seminar bertema "Modern Cooking". Seminar yang diadakan di Poltekpar NHI Bandung itu berlangsung pada 11 November 2022 lalu. Diikuti oleh para mahasiswa Poltekpar NHI Bandung sebagai pesertanya, seminar ini sebagai upaya Ajinomoto dalam mendukung para calon chef dan pengusaha kuliner yang sehat, lezat, menguntungkan serta memberikan fakta informatif akan manfaat bumbu Monosodium Glutamat (MSG).


Acara seminar persembahan Ajinomoto ini menghadirkan guest lecture Chef Muhammad Aliyana, Chef De Partie dari Botanica Dining Resto, Jakarta, dan juga alumni Poltekpar NHI Bandung Angkatan 2012. Chef Aliyana mempresentasikan menu bernama Cumi Pekalongan dan mengajarkan beberapa teknik modern cooking pada para mahasiswa NHI Bandung untuk elevate menu tradisional menjadi fine dining. Dengan adanya kegiatan ini, Ajinomoto berharap dapat mengedukasi para peserta seminar tentang informasi gizi dengan fakta ilmiah, serta berkontribusi bagi para calon chef dan pengusaha kuliner agar tidak hanya mementingkan rasa dan kualitas makanan saja, namun juga lebih sadar dan peduli terhadap kesehatan.


Dalam acara seminar ini, Ajinomoto juga memberikan produk-produk Horeka seperti AJI-NO-MOTO®️ PLUS, Chicken Extract Powder, dan SAORI Saus Tiram. Berbagai produk istimewa itu dibagikan untuk kegiatan praktikum mahasiswa di Prodi Manajemen Tata Boga Poltekpar NHI Bandung selama 6 bulan. Selain sebagai bentuk support Ajinomoto terhadap dunia Pendidikan Kuliner di Indonesia, pemberian produk itu sekaligus untuk memperkenalkan benefit produk-produk Ajinomoto sejak dini.



Horeka Dept Ajinomoto juga membagikan berbagai tips dalam mengkreasikan menu makanan yang tetap menerapkan Bijak Garam, pedoman gizi seimbang, dan juga tetap sangat profitable. Tips dan materi tersebut disajikan dalam informasi Product Knowledge Horeka dan tes rasa menu Tori no Suimono (Sup Ayam khas Jepang) yang dipresentasikan oleh Ryo Nakamura, Head of Horeka Dept dan Chef Wisnu Wicaksono, Corporate Chef Ajinomoto.


Menu Tori no Suimono yang dihadirkan secara simpel itu menggunakan ayam sebagai sumber proteinnya dan sumber serat yang berasal dari sayuran seperti brokoli dan wortel. Kreasi menu tes rasa ini juga menggunakan bumbu AJI-NO-MOTO®️ PLUS yang kian meningkatkan level gurih dan citarasa yang lebih lezat jika dibanding MSG biasa. Dan penggunaan bumbu ini pun mampu mengurangi penggunaan garam dapur hingga 30%. Sehingga sebanding dengan penurunan natrium dalam masakan sebesar 12%.


Saat ini Ajinomoto sedang menggiatkan kampanye Bijak Garam yang memang sejalan dengan anjuran Kemenkes RI terkait pengurangan asupan gula, garam, lemak (GGL) dalam konsumsi sehari-hari. Melalui kampanye Bijak Garam yang sedang digiatkan ini, Ajinomoto ingin mengedukasi masyarakat tentang pentingnya diet rendah garam dan mengajak keluarga Indonesia untuk hidup lebih sehat dengan mengurangi asupan atau penggunaan garam dalam mengolah makanan. Namun, meski demikian masakan atau makanan tetap bisa bercitarasa lezat. Kampanye ini juga merupakan bukti komitmen Ajinomoto untuk terus memberikan kontribusi positif kepada masyarakat, dengan meningkatkan kesejahteraan dan kesehatan keluarga Indonesia melalui produk dan layanan yang berkualitas tinggi.



Penyakit degeneratif seperti diabetes, jantung, dan hipertensi, penting untuk dicegah. Salah satu caranya adalah dengan memperhatikan anjuran dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI tentang pembatasan asupan gula, garam, dan lemak (GGL). Sebenarnya, jika kita ingin makanan yang kita konsumsi memiliki citarasa yang tinggi sekaligus ingin diet rendah garam, menggunakan bumbu umami seperti MSG adalah solusinya. Beberapa penelitian seperti yang dilakukan oleh Jeremia Halim et al (2020) menunjukkan bahwa penggunaan MSG bisa menjadi strategi diet rendah garam. Sebab, kandungan natrium dalam MSG hanya sepertiga (⅓) dari kandungan natrium pada garam dapur biasa. Jadi, sebagai penentu trend kuliner di masa depan, para calon chef ini sebaiknya sudah mulai mempertimbangkan penerapan pembatasan gula, garam, dan lemak untuk trend kuliner yang lebih aman bagi kesehatan dengan tetap mempertahankan unsur kelezatan dalam kreasi menu makanannya," terang Katarina Larasati selaku Product and Nutrition Manager, PR Department PT. Ajinomoto Indonesia.