top of page
  • Maria Yuliana Kusrini

Nasi Cawuk Bu Mantih yang Fenomenal di Banyuwangi

Indonesia memang dikenal kaya akan budaya, wisata, dan kulinernya. Masing-masing daerah menawarkan kekhasan dan keunikannya sendiri. Di ujung timur pulau Jawa ada Kota Banyuwangi yang memiliki tujuan wisata dan kuliner yang pastinya menarik untuk dikunjungi. Mulai dari pantai, gunung, hingga hutan bisa ditemukan di sana. Deretan kuliner nikmat dan lezat juga siap menyambut setiap wisatawan yang berkunjung ke Banyuwangi.


Salah satu hidangan khas Banyuwangi yang tidak akan dijumpai di daerah lain ada Sego Cawuk. Kata 'sego' berasal dari bahasa Jawa yang berarti 'nasi'. Sedangkan 'cawuk' memiliki artian sebagai mengambil sesuatu yang menggunakan tangan langsung. Atau bisa diartikan sebagai cara makan yang tidak menggunakan sendok dan alat makan lainnya. Nasi cawuk khas Banyuwangi ini umumnya dinikmati sebagai menu sarapan masyarakat setempat.


Sego cawuk awalnya dihidangkan menggunakan alas daun pisang. Sebagai isiannya ada nasi putih yang dipadukan dengan kuah parutan kelapa dan serutan jagung muda, dan kuah ikan pindang. Tak hanya itu saja, ada berbagai lauk pauk pendamping yang bisa dijadikan pilihan. Lauk pendampingnya ada aneka pepes, telur pindang, tahu tempe, ikan, hingga empal.



Saat berada di Banyuwangi, ada beberapa tempat yang menawarkan olahan sego cawuk. Salah satunya yang bisa dikunjungi ada Sego Cawuk Bu Mantih. Warung makan yang tampil sangat sederhana di tepi jalan raya ini, telah ada sejak tahun 1972 lalu. Usaha kuliner ini pun terus ditekuni oleh Bu Mantih yang tahun ini sudah memasuki usia 75 tahun. Untuk hidangan yang dijual, Bu Mantih mengungkapkan jika dirinya lah yang memasak semua makanan dan lauk yang ada. Ia mendapatkan bantuan dari cucu dan kerabatnya saat proses persiapan dan menunggu warungnya.


Sego Cawuk ala Bu Mantih memiliki sensasi rasa gurih dan manis yang begitu memanjakan lidah. Makanannya tersaji di piring yang terdiri dari nasi putih diguyur dengan kuah trancam berisi jagung, timun, parutan kelapa, dan aneka rempah. Selain kuah trancam, hidangan sego cawuk juga menggunakan kuah pindang ikan laut yang dimasak menggunakan gula yang dikaramelisasi, bumbu rempah, dan asem landung.


Lauk lain yang menyertai, ada Kuah Bumbu Rujak Kikil Sapi yang berwarna merah menyala tapi citarasanya tidak sepedas tampilannya itu. Kuah Bumbu Rujak Kikil Sapi ini punya rasa gurih yang menggetarkan lidah. Olahan ini menggunakan paduan bawang putih, bawang merah, tomat, dan cabai besar sebagai bumbu utamanya.


Tak hanya itu saja, nasi cawuk juga ditemani Dendeng Sapi yang didominasi rasa manis gurih yang berasal dari penggunaan gula merah, Dendengnya pun memiliki tekstur yang pas, tidak alot dan tidak keras saat digigit. Varian lauk lainnya yang juga tersedia ada Telur Pindang dan juga aneka pepes. Aneka pepes yang bisa ditemukan antara lain Pepes Ikan Tenggiri, Pepes Cumi, Pepes Teri, Pepes Telur Ikan, dan lainnya.


Seporsi Nasi Cawuk lengkap dengan aneka lauk pauk bercitarasa lezat itu pun dibandrol dengan harga yang sangat terjangkau. Seporsinya dibandrol sekitar Rp 20.000,- yang sudah mendapatkan lauk lengkap. Nasi Cawuk Bu Mantih yang lokasinya ada di pinggir jalan ini buka sejak pagi hari dan cocok untuk dijadikan menu sarapan.




bottom of page