top of page

Nuanu Creative City Bali Hadirkan Nusantara Melalui Cita Rasa 9 Pulau di Indonesia

  • Gambar penulis: Maria Yuliana Kusrini
    Maria Yuliana Kusrini
  • 5 jam yang lalu
  • 3 menit membaca

Nuanu Creativity City Bali menghadirkan cita rasa spesial dari 9 Pulau yang ada di Indonesia. Sebagai salah satu restoran terpanjang di Bali (sepanjang 120 meter) yang menghadirkan area fine-dining, kopi single-origin, dan pameran 1.000 artefak suku asli Indonesia di kawasan Tabanan, ini akan menjadi sebuah alternatif di tengah maraknya konsep asing di industri hospitality Bali.



Resmi dibuka pada 14 Agustus 2026, Nusantara di Nuanu Creative City terbentuk dari gagasan bahwa kekayaan kuliner daerah, kopi, dan seni Indonesia mampu menjadi daya tarik utama tanpa harus mengadopsi konsep dari luar negeri. Bukan hanya sekadar kumpulan gerai, Nusantara dirancang sebagai sebuah perjalanan yang menjelajahi berbagai pulau di Indonesia.Ā 


Eksplorasi dimulai dari Warung Nine Island yang menghadirkan berbagai rempah yang digiling secara langsung setiap pagi untuk mempertahankan teknik memasak khas daerah tanpa melalui proses adaptasi. Kuliner yang disajikan dari Jawa, Sumatera, Bali, Lombok, Sulawesi, Kalimantan, Sumba, Flores, dan Madura yang jarang ditemukan di luar daerah asalnya. Warung Nine Islands berkapasitas 70 orang ini buka jam 12.00-22.00 WITA. sembari menyantap hidangan, tamu juga akan dihibur dengan pertunjukan musik setiap jam 18.00 WITA.



Bahan-bahan yang sama kemudian diolah kembali di Meja 36 dengan teknik kuliner kontemporer tanpa mengurangi karakter cita rasa aslinya. Hidangannya dibuat menggunakan bahan yang diperoleh langsung dari produsen daerah, nelayan, dan pemasok bahan pangan lokal. Meja 36 sebagai area fine dining dengan konsep kuliner Indonesia kontemporer berkapasitas 50 orang yang buka di jam 12.00-22.00 WITA. Bersambung di The Mangrove Cafe yang menyajikan kopi single-origin dari Sumatra, Jawa, Sulawesi, dan Flores serta kreasi kue jajanan pasar yang mengangkat cita rasa lokal seperti pandan, gula aren, klepon, dan dadar gulung. The Mangrove Cafe buka di jam 12.00-22.00 WITA.


Keseluruhan pengalaman itu pun tertuang di The Gallery yang dibuka dengan 'Indonesian Vision'. Sebuah pameran 1.000 artefak suku asli Indonesia yang dikurasi oleh Pascal Morabito. Setiap karya dilengkapi panduan digital yang menjelaskan sejarah, teknik, dan konteks budaya di baliknya. Sementara sejumlah karya juga tersedia untuk dikoleksi dengan

hasil penjualan turut mendukung para seniman. Harga karya di sini mulai dari Rp 500.000,-Ā  dan pengunjung bisa mendatangi area ini di jam 12.00-22.00 WITA.



Seiring berkembangnya industri hospitality di Bali untuk melayani wisatawan internasional, berbagai konsep kuliner lebih banyak berasal dari luar negeri, seperti beach club bergaya Mediterania, omakase Jepang, hingga brunch ala Australia yang justru semakin menjadi bagian dari wajah pariwisata Bali. Hadirnya ā€˜Nusantara’ dengan perspektif kekayaan kuliner dari berbagai penjuru Indonesia justru menawarkan pengalaman yang lebih menarik untuk dieksplorasi, sekaligus menjadi bagian dari kekayaan kuliner Indonesia yang selama ini belum banyak terwakili, bahkan di pulau Bali sendiri.


ā€œBali adalah pintu gerbang Indonesia. Kami ingin Nuanu membuka pintu tersebut lebih lebar. Para tamu kami telah jatuh cinta pada budaya Bali dan Nusantara merupakan undangan bagi mereka untuk mencintai kekayaan kepulauan Indonesia lainnya. Mulai dari kuliner, karya seni, dan keberagaman daerahnya. Berangkat dari tradisi, dengan tujuan menghadirkan penemuan baru, visi kami adalah menjadikan Nusantara sebagai rumah bagi perwakilan budaya dari berbagai daerah lain di Indonesia. Mulai dari rasa ingin tahu yang akan menjadi langkah awal ketertarikan, dan itulah rahasia dari sebuah pengalaman yang berkesan,ā€ ujar Lev Kroll, CEO Nuanu Creative City.



Di luar pengalaman yang ditawarkan, ā€˜Nusantara’ juga menjadi bagian dari komitmen Nuanu melalui Nuanu Social Fund (NSF) dengan sebagian pendapatan yang dialokasikan untuk mendukung berbagai inisiatif bagi budaya, alam, dan masyarakat Bali. Komitmen ini menghubungkan pengalaman menjelajahi kekayaan kuliner Indonesia dengan tujuan yang lebih luas. Menikmati dan mengenal kuliner Indonesia juga dapat turut berkontribusi pada upaya menjaga serta mendukung keberlangsungan budaya yang melatarbelakanginya. Kehadiran Nusantara melengkapi rangkaian program yang telah dikembangkan oleh Nuanu Creative City di bidang pendidikan, seni, wellness, dan pengembangan berbasis alam.


ā€œKami datang langsung ke para produsennya. Selama beberapa bulan menjelajahi sembilan pulau, duduk bersama nelayan, pemasok bahan pangan lokal, dan para juru masak yang telah membuat racikan bumbu yang sama selama empat puluh tahun. Proses seperti itu tidak bisa dipersingkat dan tidak bisa dibeli begitu saja. Tolok ukurnya sederhana, yakni jika seorang nenek dari Padang mencicipi rendang kami dan langsung mengenalinya, berarti kami telah melakukan pekerjaan dengan benar,ā€ tutup James Ephraim selaku Pemilik Nusantara.

Komentar


bottom of page