top of page

Perjalanan Buah Segar Kulit Berbulu Halus yang Dikenal Dengan Nama 'Kiwi'

  • Gambar penulis: Maria Yuliana Kusrini
    Maria Yuliana Kusrini
  • 22 Jul 2025
  • 2 menit membaca

Sebagian besar orang, menganggap buah kiwi sebagai buah khasnya Selandia Baru. Meski demikian, ternyata buah kiwi itu berasal Tiongkok, China, tepatnya dari lembah-lembah di sekitar Sungai Yangtze, terutama di Provinsi Shaanxi. Setelah melalui perjalanan yang sangat panjang, buah dengan nama biologi 'Actinidia Deliciosa' itu pun sampai di Selandia Baru dengan penamaan yang akhirnya familiar sampai saat ini, yakni 'kiwi'.


Di negri asalnya, masyarakat China tidak mengonsumsi kiwi layaknya sebagai buah. Warga di sana lebih sering menggunakannya sebagai tonik untuk anak-anak atau untuk wanita usai melahirkan. Hal itu dilakukan karena buah ini memiliki nilai gizi dan kandungan yang sangat baik untuk proses pemulihan.

Foto Buah Kiwi, dok. Istimewa
Foto Buah Kiwi, dok. Istimewa

Di awal tahun 1900an, untuk pertama kalinya 'Actinidia Deliciosa' diekspor keluar Benua Asia. Tanaman itu pun tiba di Amerika Serikat pada tahun 1904 hingga sampai ke wilayah Selandia Baru beberapa tahun kemudian. Untuk pertama kalinya juga, ada orang Selandia Baru mengenali potensi buah ini yang secara botani merupakan buah beri. Ia pun mulai membudidayakannya untuk keuntungan komersial dan memperkenalkan buah itu sebagai 'Gosberi China'.


Setelahnya, di tahun 1959, eksportir terkemuka Selandia Baru, Turners and Growers mengadopsi nama buah kiwi untuk menggantikan nama gosberi China. Itu dilakukan sebagai tanggapan atas sentimen anti-komunis dan pemikiran bahwa konsumen mungkin tersinggung oleh moniker yang ada. Distributor A.S. dilaporkan mengabaikan nama pertama yang disarankan "Melonette" karena melon dan berry dikenakan tarif impor yang tinggi ketika mereka memasuki negara itu.


Di tahun 1980-an, buah kiwi akhirnya mendapatkan popularitas besar di Amerika Serikat. Dari empat varietas utama kiwi, jenis "Hayward" menjadi yang paling populer. Varietas ini dikembangkan oleh ahli hortikultura Selandia Baru, Hayward Wright. Musim tanam yang berlawanan dari Selandia Baru dan Chili membuat buah kiwi akhirnya bisa tersedia sepanjang tahun di belahan bumi utara.


Secara tampilan luar, buah kiwi mungkin terlihat tidak enak dan kurang menggugah untuk dinikmati. Tetapi di balik bagian luarnya yang berwarna cokelat berbulu itu terdapat daging buah berwarna hijau zamrud dan biji hitam kecil yang dapat dimakan. Buah ini memiliki citarasa manis sedikit asam yang mengingatkan pada buah strawberry atau nanas untuk sebagian orang.


Secara kandungan, buah kiwi memiliki konsentrasi vitamin C yang tinggi dan juga potasium yang hampir setara dengan pisang. Umumnya, saat mengonsumsi buah kiwi, sebagian besar orang akan mengupas kulitnya. Namun ternyata, kulit buah kiwi dapat dimakan dan mengandung sumber antioksidan yang kuat. Buah kiwi pun juga mengandung enzim yang dapat melunakkan daging. Selain bisa langsung dimakan, buah kiwi juga bisa diolah menjadi selai, kreasi minuman, maupun dipadukan dengan bahan lainnya sebagai dessert. Kebanyakan orang Selandia Baru sering menghiasi makanan penutup nasional mereka yang bernama Pavlova dengan irisan buah kiwi segar.




13 Komentar


Tamu
4 hari yang lalu

What a fascinating look at the history of kiwifruit! I always assumed kiwi was originally from New Zealand, so it was interesting to learn that it actually originated in China's Yangtze River valleys before becoming a global favorite. The explanation of how the fruit was renamed from "Chinese gooseberry" to "kiwifruit" because of trade and consumer preferences added valuable historical context. I also enjoyed reading about the popular Hayward variety, its impressive vitamin C content, edible antioxidant-rich skin, and its connection to New Zealand's famous Pavlova dessert. Informative articles like this are excellent learning resources for students studying food history, agriculture, or global trade. During busy semesters, some students even search for Take My Online Class services to better manage their…

Suka

Christian Bach
16 Jul

What an interesting look at the history of kiwifruit! I had no idea it originated in China before becoming closely associated with New Zealand. Articles like this show how important a Professional Translation Service is for sharing fascinating cultural and historical stories with readers around the world while preserving their original meaning.

Suka

annotationbox
15 Jul

It is fascinating how much a name and classification can impact a product's global success.

The struggle Turners and Growers faced in 1959—trying to dodge high import tariffs on "Melonettes" while rebranding the "Chinese gooseberry" to avoid political friction—is a classic retail taxonomy headache.

If they had access to a modern Product Categorization Service back then, they might have navigated those tricky customs and e-commerce-style classification hurdles a lot faster! It really goes to show that how we categorize and label a product is just as important as the product itself when it comes to international trade.

Suka

Tamu
14 Jul

I really enjoyed reading this article because it goes beyond simply describing kiwi as a healthy fruit and explores its rich history. I had no idea that kiwifruit originally came from China and was later rebranded in New Zealand before becoming popular around the world. The explanation of why the name changed, the story behind the Hayward variety, and the connection to New Zealand's famous Pavlova dessert made the post both educational and enjoyable. I also appreciated the information about its high vitamin C content, edible skin, antioxidants, and versatile uses in jams, drinks, and desserts. It's always great to come across well-researched content that combines history, nutrition, and culture in such an engaging way. As a student trying to…

Suka

icover Uk
22 Jun

Writing a resignation letter can feel like a daunting task, but it is an essential step in maintaining professional relationships. This guide provides a clear roadmap on how to write a resignation letter that is both graceful and concise. By focusing on a positive tone and offering a smooth transition, you ensure your departure leaves a lasting, favorable impression. Great tips here for anyone looking to move forward in their career with confidence!

Suka
bottom of page