Rin Culinary Art Padukan Presisi Jepang, Teknik Italia, dan Bahan Segar Indonesia
- Maria Yuliana Kusrini

- 8 jam yang lalu
- 3 menit membaca
Rin Culinary Art, sebuah restoran baru di bilangan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan menghadirkan sentuhan Artistik Michelin-Starred yang dipadukan dengan kekayaan bahan lokal Indonesia. Resmi dibuka pada 28 Mei 2026, Rin Culinary Art akan memanjakan lidah pengunjungnya dengan deretan menu istimewa dengan sentuhan Jepang, Italia, dan Indonesia.

Rin terinspirasi dari filosofi estetika Jepang yang sarat makna. Dalam bahasa Jepang, “Rin” dapat ditulis dengan beberapa kanji yang merepresentasikan nilai-nilai berbeda. Salah satunya 凛 (Rin) yang melambangkan keanggunan, martabat, ketenangan, dan karakter yang lembut. Filosofi itu menjadi pondasi Rin Culinary Art dalam menghadirkan pengalaman bersantap yang elegan, presisi, dan berkelas. Secara bersamaan, 'Rin' juga merefleksikan kemurnian, keindahan, serta hubungan harmonis dengan alam. Itu pun tercermin dalam komitmen Rin untuk mengangkat kekayaan bahan-bahan Indonesia melalui pendekatan kuliner Jepang dan Italia yang modern.
Digawangi oleh Executive Chef Yohhei Sasaki dan Ken Kuwako sebagai General Manager, Rin Culinary Art hadir sebagai sebuah 'culinary art studio' berkonsep fine dining. Setiap hidangan yang disuguhkan telah melewati tahap kurasi yang ketat berstandar internasional. Setiap hidangannya memiliki sentuhan Michelin-Starred dengan presisi Jepang yang dipadukan dengan craftsmanship Italia dan penggunaan bahan lokal Indonesia berkualitas.
Pilihan hasil laut lokal, rempah aromatik, aneka sayuran segar, hingga seluruh elemen menu utama di Rin berasal dari wilayah di Indonesia. Mulai dari penggunaan jantung pisang yang sangat jarang digunakan, ubi, sukun, serai, kluwek, bunga telang, daun kelor, tempe, dan masih banyak lainnya. Semua bahan itu diolah dengan proses masak yang tepat dan disajikan dengan tampilan yang elegan, ekspresif, dan bercitarasa lezat. Setiap pengunjung yang menikmatinya, dipastikan akan mendapatkan kesan emosional berbeda dan tak terlupa.
“Indonesia memiliki potensi kuliner yang luar biasa. Bahan-bahan di sini memiliki karakter yang kuat, kedalaman rasa, dan cerita yang sangat menarik. Melalui Rin Culinary Art, saya ingin menghadirkan bahan Indonesia dalam ekspresi yang lebih refined secara global tanpa kehilangan rasa hormat terhadap asal-usulnya,” ungkap Chef Yohhei Sasaki, Founder dan Head Chef Rin Culinary Art yang memiliki banyak pengalaman kuliner internasional di sejumlah restoran Michelin-Starred di Italia (Arnolfo dan Da Vittorio) serta beberapa restoran Michelin-Selected di Singapura (Il Cielo dan La D’Oro).
Selain bisa menikmati hidangan yang disajikan secara ala carte, pengunjung juga bisa menemukan rangkaian menu 'Omakase' yang demikian lengkap dan memanjakan seluruh indera. Chef Sasaki pun menyajikan rangkaian menu istimewa, mulai dari amuse bouche, appetizer, main course, hingga dessert menawan. Mulai dari sajian berupa potongan sayur segar yang disajikan dengan saus cocolan bercitarasa creamy, kukis renyah yang terbuat dari paduan tempe dengan saus daun kelor, hingga olahan scallop montok bertopping bunga pisang (bunga yang ada di dalam jantung pisang) yang krispi.

Rangkaian menu utama, pengunjung bisa menemukan olahan ikan kuwe lembut yang dipadukan dengan saus berwarna kemerahan. Potongan ikan kuwe ini memiliki aroma yang begitu harum karena salah satu prosesnya dipanggang dalam bungkusan daun pisang. Menariknya, saus merah penyertanya terlihat menyerupai sambal tomat, namun ternyata itu bukan sambal melainkan paduan dari tomat, paprika, dan bahan lainnya.
Sajian unik pun bisa ditemukan pada menu bernama Art of Nusantara. Hidangan ini berupa olahan ravioli udang yang disajikan dalam wadah berupa pigura dengan pasir pantai di bagian dalamnya. Sebelum menyantap menu ini, tamu akan mendapatkan pengalaman unik melukis awan/ombak berwarna biru yang akan berubah menjadi keunguan. Awan/ombak itu berupa saus seafood yang dipadukan bunga telang yang menjadikannya berwarna biru. Proses melukis itu, menggunakan air lemon yang membantu proses perubahan warna alami dari bunga telang yang akan berubah jika tercampur dengan asam.
Dessert yang disajikan pun tak kalah artistik dan penuh dengan filosofi dibaliknya. Mulai dari Tiramisu alla Rin yang menjadikan ubi cilembu sebagai bahan utamanya yang disajikan dalam wadah unik. Selain itu juga ada rangkaian dessert yang disuguhkan dalam kotak laci bertingkat (rak 3 susun) yang masing-masing mempresentasikan cerita mendalam Chef Sasaki terkait Jepang, Italia, dan Indonesia. Makin menarik, setiap hidangan yang disajikan dipairing dengan minuman teh yang begitu nikmat dan menyempurnakan keseluruhan hidangan yang dihadirkan.
“Rin dibangun bukan hanya untuk menyajikan makanan yang exceptional, tetapi untuk menciptakan koneksi emosional melalui pengalaman yang menyeluruh. Kami ingin menghadirkan fine dining yang eksklusif dan refined, terasa hangat, welcoming, dan relevan bagi lebih banyak orang. Satu hal lagi yang membedakan Rin adalah tea pairing
yang kami tawarkan untuk menemani hidangan yang disajikan oleh Chef Sasaki. Tea pairing di Rin bukan sekadar teh biasa, melainkan special blend yang dirancang khusus untuk memperkaya rasa dan menciptakan pengalaman dining yang lebih immersive dalam setiap sajian. Setiap sajian tehnya dari pilihan terbaik kami yang akan semakin memperkuat cita rasa hidangan dan pengalaman bersantap di Rin,” tambah Ken Kuwako, General Manager Rin Culinary Art.
Rin ingin mendefinisikan ulang fine dining di Jakarta agar menjadi sesuatu yang lebih humanis, imersif, dan culturally relevant. Setiap detail, mulai dari interaksi omakase-style, artistic plating, pendekatan hospitality, hingga atmosfer interior, dirancang untuk membuat pengalaman kelas dunia terasa lebih dekat dan dapat dinikmati dengan lebih luas. Rin Culinary Art juga berambisi menjadi benchmark baru untuk contemporary dining di Jakarta dengan memadukan craftsmanship kuliner dunia dan jiwa Indonesia dalam satu pengalaman autentik.
Rin Culinary Art
Jl. Wijaya II No. 69, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan





























Komentar