top of page

Sour Sally Ekspansi ke Filipina Demi Perluas Bisnis di Pasar Global

Gambar penulis: Maria Yuliana Kusrini
Maria Yuliana Kusrini
4 jam yang lalu
3 menit membaca

Sour Sally, merek yoghurt beku asal Indonesia memperluas kehadirannya di pasar global dengan melakukan pembukaan gerai baru di Filipina. Gebrakan yang dilakukan Sour Sally ini melanjutkan ekspansinya yang sebelumnya dilakukan di Uni Emirat Arab. 



Telah berdiri sejak tahun 2008, langkah yang dilakukan oleh Sour Sally ini tak hanya sekedar membuka gerai baru di Filipina saja. Tetapi lebih dari itu, langkah ini sekaligus menjadi bagian dari upaya Sour Sally untuk memperkuat posisinya sebagai merek asal Indonesia yang memiliki ambisi untuk berkembang di pasar internasional. Berbekal rekam jejak inovasi, pengalaman operasional, serta kepercayaan konsumen, Sour Sally terus menunjukkan daya saing merek lokal dalam mengembangkan bisnis secara berkelanjutan di berbagai pasar global.


Gerai pertama Sour Sally di Filipina menempati lokasi di Greenhills Mall, Greenhills Shopping Center, 1502 Ortigas Ave, San Juan City, Metro Manila, Filipina. Melalui kolaborasi dengan mitra waralaba lokal, Sour Sally berupaya membangun kehadiran yang relevan di Filipina. Tentunya dengan tetap menjaga identitas merek, standar produk, dan pengalaman berkesan bagi pelanggan. Pendekatan ini menunjukkan bahwa model bisnis perusahaan dapat dikembangkan di berbagai pasar sekaligus memperkuat upaya Sour Sally dalam memperkenalkan konsep F&B asal Indonesia kepada konsumen di pasar internasional.


“Filipina merupakan pasar penting bagi kami karena menjadi bukti bahwa model bisnis Sour Sally dapat diterapkan di pasar baru tanpa kehilangan DNA merek. Ekspansi kami ke Filipina bukan semata-mata tentang membuka gerai baru. Langkah ini merupakan tonggak penting dalam perjalanan Sour Sally untuk memperkenalkan merek asal Indonesia kepada khalayak internasional yang lebih luas. Kami melihat Filipina sebagai pasar yang menawarkan peluang besar untuk membangun hubungan yang bermakna dengan konsumen sekaligus memperkenalkan pengalaman khas Sour Sally di pasar internasional yang baru,” terang Donny Pramono selaku Pendiri dan CEO Sour Sally.



Pembukaan gerai Sour Sally Greenhills Mall Filipina dihadiri perwakilan Kedutaan Besar Republik Indonesia Rahayu Ningsih, Atase Perdagangan di Manila, serta Victorina Hesti Dewayani, Wakil Kepala Perwakilan Kedutaan Besar Republik Indonesia di Manila. Acara pun turut dihadiri mitra bisnis Sour Sally, Frank Lao dan Janica Faye Lao, tim Sour Sally Filipina, perwakilan media, serta para tamu, dan pengunjung Greenhills Mall.


Peluncuran Sour Sally di Filipina juga dimeriahkan serangkaian kegiatan yang melibatkan merek, mitra waralaba lokal, media, kreator konten, dan masyarakat luas. Berbagai kegiatan itu dirancang untuk membangun kesadaran, mendorong keterlibatan, serta menciptakan hubungan jangka panjang yang berkelanjutan. Ekspansi internasional Sour Sally didukung oleh fokus perusahaan dalam mengembangkan model bisnis waralaba yang dapat diterapkan dan disesuaikan dengan karakteristik berbagai pasar, dengan tetap mempertahankan identitas serta standar utama merek.


Salah satu inovasi paling ikonis Sour Sally adalah Black Sakura yang menjadi produk unggulan dan ciri khas Sour Sally. Black Sakura dikenal sebagai yoghurt beku hitam pertama di dunia yang dibuat menggunakan arang aktif alami yang memadukan tampilan khas dengan manfaat fungsional bagi kebugaran. Produk ini secara alami rendah lemak, kaya probiotik, serta diformulasikan untuk mendukung kesehatan pencernaan dan proses detoksifikasi alami. Black Sakura mencerminkan komitmen Sour Sally dalam menghadirkan hidangan penutup yang tetap memanjakan selera sekaligus menawarkan nilai tambah bagi konsumen. Hampir dua dekade sejak pertama kali diperkenalkan, Black Sakura tetap menjadi produk terlaris perusahaan dan merepresentasikan semangat inovasi Sour Sally.



Saat ini, Sour Sally merupakan salah satu perusahaan yoghurt beku terkemuka di Asia Tenggara. Sour Sally telah berhasil menjual lebih dari 100 juta cup, melayani lebih dari 15 juta pelanggan setiap tahun, mempekerjakan lebih dari 1.000 karyawan, serta mengoperasikan 180 gerai di tiga negara dan lebih dari 30 kota. Dengan pertumbuhan berkelanjutan selama 18 tahun serta berbagai pengakuan dan penghargaan internasional, Sour Sally terus memperkuat posisinya sebagai merek yoghurt beku terbaik di Asia yang berasal dari Indonesia.


Hadir di Filipina, Sour Sally berkomitmen menghadirkan pengalaman yang relevan dengan pasar lokal, menghormati serta merayakan budaya masyarakat Filipina, tanpa meninggalkan identitas khas yang telah menjadi bagian dari perjalanan Sour Sally sejak 2008.

Komentar


bottom of page