Warisan Kopi Sentul Menyuguhkan Suasana yang Menyatu Dengan Alam
- Maria Yuliana Kusrini

- 2 jam yang lalu
- 3 menit membaca
PT. Warisan Kopi Indonesia secara resmi membuka gerai perdananya yang bernama Warisan Kopi di kawasan Bojong Koneng, Sentul, Kabupaten Bogor. Acara grand opening dilangsungkan pada Selasa, 5 Mei 2026 yang akan menjadi sebuah babak baru industri kopi lokal Indonesia.
Lokasinya yang menyatu dengan alam di tengah hutan pinus, Warisan Kopi mengusung konsep yang mengintegrasikan peningkatan kelas UMKM, pelestarian lingkungan, sekaligus mengikuti gaya hidup terkini berbasis kopi. Hadirnya Warisan Kopi ini pun diharapkan dapat menjadi sebuah gerakan untuk mengangkat martabat kopi Indonesia ke kancah dunia.
Acara grand opening dihadiri oleh Bupati Kabupaten Bogor Rudi Susmanto, perwakilan Komisi III DPR RI Sudin Hendry Rom, Jenderal (Purn) TNI Dr. Moeldoko selaku mitra strategis, Hendri Long sebagai Founder Warisan Kopi, akademisi dari Universitas Terbuka, serta sejumlah tokoh dari bidang usaha. Grand opening itu pun ditandai dengan pemotongan tumpeng, pemotongan pita, dan juga penanaman pohon secara bersama-sama.
“Warisan kopi hadir dengan mengusung tiga konsep sekaligus. Yang pertama mengajak pelaku UMKM untuk join di sini. UMKM yang tadinya menjual hanya 30-50 porsi sehari, setelah bergabung dengan kami bisa menjual sekitar 400-500 porsi. Yang tadinya mikro bisa naik kelas menjadi kecil, yang kecil bisa menuju menengah. Itulah kolaborasi yang sesungguhnya. Selanjutnya konsep sustainnable, pohon-pohon pinus yang ada di sini tidak ada yang ditebang, jadi sebuah koefisiensi. Dan yang ketiga kami mendukung program pemerintah yang mencanangkan WFC (work from cafe). Warisan Kopi bisa jadi pilihan tempat kerja sesuai konsep masa kini. Warisan Kopi pun menjawab semua kebutuhan,” ungkap Komisaris Warisan Kopi Jenderal (Purn) TNI Dr. Moeldoko saat acara grand launching.
Kolaborasi Nyata dengan Pelaku UMKM Setempat
Salah satu pilar utama Warisan Kopi adalah pemberdayaan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) secara konkret. Berbeda dari program kemitraan konvensional, Warisan Kopi mengintegrasikan langsung UMKM kuliner ke dalam ekosistem kafe. Di sini, pengunjung bisa menemukan UMKM yang menjual menu soto, bakso, hingga bubur.
Seluruh UMKM yang bergabung terlebih dahulu menjalani proses kurasi yang ketat. Hal itu mencakup standar kebersihan, metode memasak, kelayakan produk, dan cita rasa makanan. Warisan Kopi bahkan berkomitmen untuk membekali pelaku UMKM dengan peralatan mesin produksi guna mendukung lonjakan permintaan yang signifikan.
Destinasi Apik di Tengah Hutan Pinus
Menempati lahan seluas 1,4 hektare yang dipenuhi pohon pinus alami, Warisan Kopi membangun fasilitasnya dengan koefisien dasar bangunan hanya 7,4% dari total luas lahan. Prinsip ini bukan sekadar regulasi, melainkan komitmen etis, yakni tidak satu pun pohon pinus yang ditebang dalam proses pembangunan. Pohon-pohon pinus tersebut justru menjadi aksesori alam yang menjadi daya tarik utama dari destinasi ini.

Komitmen keberlanjutan itu juga tercermin dalam rantai pasokan kopi Warisan Kopi. Dengan komposisi 70% arabika dan 30% robusta dari bahan baku lokal, Warisan Kopi telah memulai pengembangan perkebunan sendiri di Sumatera. Untuk ke depannya akan direncanakan ekspansi perkebunan kopi ke Kalimantan dan Sulawesi menggunakan pola inti-plasma untuk memberdayakan petani lokal di sekitar kebun.
Untuk lokasi Warisan Kopi yang ada di Bojong Koneng, Sentul, dipilih karena memiliki udara yang bagus, menawarkan pemandangan alam memukau, tidak jauh dari Jakarta, dan lokasi sekitar pun terdapat banyak perumahan. "Sentul kami pilih bukan tanpa alasan. Udaranya sejuk, suasananya tenang, dekat dengan kawasan perumahan, dan dikelilingi pohon pinus yang alami. Kami ingin Warisan Kopi menjadi tempat dimana orang bisa datang pagi-pagi jalan kaki, menikmati kopi sambil bekerja, atau sekadar melepas penat. Semuanya terjawab di satu tempat ini," ungkap Founder Warisan Kopi, Hendri Long.
Semua Menunya Ditawarkan dengan Harga Terjangkau
Sebagai menu andalannya, terdapat minuman bernama Warisan Kopi yang memadukan biji kopi dengan krimer yang membedakannya dengan minuman kopi di tempat lain. Kopinya memiliki karakter lebih kental yang khas saat dikocok yang dihasilkan dari biji arabika pilihan yang dikombinasikan dengan krimer spesial buatan pabrik sendiri. Itu menjadi sebuah inovasi yang memastikan konsistensi rasa di setiap cangkir akan terasa istimewa. Selain itu, tersedia pula pilihan lainnya seperti Americano, Cappuccino, Warisan Cendol, Warisan Matcha, Warisan Matcha, Warisan Tea, hingga makanan pendamping seperti Warisan Sandwich, Roti Abon (Original dan Spicy), serta Portuguese Egg Tart.
Pilihan makanan dan minuman itu pun dibandrol dengan harga terjangkau, yakni mulai dari Rp 10.000,- hingga Rp 33.000,- per satuannya. Warisan Kopi beroperasi setiap hari, mulai dari jam 10.00-22.00 WIB. Untuk ke depannya, akan diperpanjang antara jam 08.00-22.00 WIB di hari kerja dan jam 07.00-24.00 WIB di akhir pekan. Pengunjung juga akan dimanja dengan hiburan live musik khusus di hari Jumat hingga Minggu.
Identitas merek Warisan Kopi diwakili oleh logo bergambar sosok wanita Indonesia berkonde dan menggunakan kebaya batik. Logo itu memiliki makna sebagai simbol keanggunan budaya Nusantara sekaligus tekad untuk menjadikan kopi Indonesia sebagai warisan yang dikenal dunia.
"Warisan Kopi lahir dari keyakinan bahwa kopi Indonesia layak berdiri sejajar dengan kopi-kopi terbaik dunia. Logo kami berupa seorang wanita Indonesia dengan konde dan kebaya batik yang bukan hanya sekadar simbol estetika. Lebih dari itu, logo itu menjadi sebuah pernyataan jika kami membawa warisan budaya Nusantara ke dalam setiap cangkir yang kami sajikan," tutup Moeldoko.























Komentar