top of page

Wastraloka Vertu Harmoni Jakarta - Saat Batik Bertemu Fashion, Kuliner, dan Inklusivitas

Mariana Wuntoro
12 jam yang lalu
3 menit membaca

Setiap tanggal 2 Oktober diperingati sebagai Hari Batik Nasional. Hal itu pun kerap dijadikan momentum istimewa oleh berbagai pihak untuk menunjukkan rasa bangganya pada wastra asli Indonesia itu. Salah satunya yang baru-baru ini dilakukan oleh Vertu Harmoni Jakarta yang turut memperingati Hari Batik Nasional yang tidak selalu harus dilakukan dengan cara yang konvensional.



Di Vertu Harmoni Jakarta, batik hadir dalam sebuah perayaan yang memadukan fashion, kuliner, seni, musik, budaya, sekaligus kepedulian sosial melalui Wastraloka. Acara yang digelar pada Minggu, 27 September 2026 di Voyage Restaurant, lantai 5 Vertu Harmoni Jakarta, Wastraloka menghadirkan pengalaman yang mempertemukan karya para kreator dengan kekayaan wastra Indonesia. Mengusung konsep 'Trunk show dan buffet lunch', acara menampilkan karya Alleira Batik, Coreta Louise, dan Sasya Tranggono, sekaligus menghadirkan ruang bagi inklusivitas melalui Yayasan Kanker Anak Indonesia (YKAI) dan Wonderful Warriors.


Batik dalam Sentuhan Fashion Modern

Salah satu momen menarik dalam rangkaian Wastraloka hadir melalui trunk show yang

menampilkan look kebaya Noni karya Coreta Louise, menggunakan kain batik dari Alleira

Batik dengan pengembangan kolaborasi bersama Sasya Tranggono. Kolaborasi itu memperlihatkan bagaimana wastra Indonesia dapat diterjemahkan ke dalam karya fashion yang lebih modern, dengan tetap mempertahankan karakter dan keindahan batik. Pertemuan antara desain, wastra, dan seni ini sekaligus menjadi gambaran bagaimana warisan budaya Indonesia terus berkembang mengikuti zaman.


Bagi Vertu Harmoni Jakarta, Wastraloka menjadi salah satu bentuk apresiasi terhadap batik

sekaligus para kreator yang terus mengeksplorasi budaya Indonesia melalui karya-karya

mereka. ā€œWastraloka kami hadirkan sebagai bentuk apresiasi terhadap batik dan kekayaan budaya Indonesia, khususnya dalam momentum Hari Batik Nasional. Kami ingin menunjukkan bahwa batik dapat hadir dalam berbagai bentuk pengalaman, mulai dari fashion, kuliner, seni hingga lifestyle. Melalui kolaborasi dengan para kreator dan komunitas, kami berharap Wastraloka dapat menjadi ruang yang mempertemukan karya dan manusia dalam sebuah pengalaman yang meaningful dan inklusif,ā€ ujar Roman Soleh, Director of Marketing and Communication Vertu Hotel Harmoni Jakarta.


Eksplorasi Rasa Nusantara dengan Sentuhan Fusion

Tak hanya soal fashion, kuliner juga menjadi bagian penting dalam pengalaman Wastraloka.

Melalui sajian khusus yang dikreasikan oleh Chef Vallerian dan Chef Alan dari Vertu Harmoni Jakarta, cita rasa Indonesia dihadirkan dalam interpretasi yang lebih modern dan kreatif. Chef Vallerian menyajikan sejumlah hidangan gurih khas Nusantara, mulai dari Nasi Goreng

Ujung Pandang khas Makassar, Ikan Pari Asap dengan Sayur Daun Singkong, Sop Buntut,

Ayam Pelalah, hingga Nasi Bali yang terdiri dari nasi kuning Bali, ayam pelalah, urap, dan

sate lilit.


Eksplorasi kuliner Indonesia juga hadir dalam bentuk yang lebih unik melalui kreasi sushi

roll. Ada tiga pilihan sushi roll yang dihadirkan, yaitu Rendang Sushi Roll, Urap Sushi Roll, dan Balinese Chicken Sushi Roll. Setiap sushi itu membawa cita rasa khas Nusantara ke dalam sajian yang lebih modern. Ada pula Pizza Ayam Rica-Rica, yang memadukan karakter pedas dan kaya rempah dari ayam rica-rica dengan format pizza yang familiar.


Sementara itu, Chef Alan melengkapi perjalanan rasa Wastraloka melalui rangkaian dessert

yang terinspirasi dari jajanan dan hidangan manis Indonesia. Beberapa di antaranya adalah

Pisang Rai, Klepon Choux, Coconut Cheesecake, serta Cendol Panna Cotta. Beragam kreasi itu pun menjadi contoh bagaimana inspirasi dessert Nusantara dapat dikembangkan dengan teknik dan presentasi kontemporer. Meski tampil modern, karakter rasa yang menjadi identitas hidangan asalnya tetap menjadi bagian penting dari setiap sajian. Pendekatan inilah yang sejalan dengan signature F&B Vertu Harmoni Jakarta yang mengusung konsep fusion, sekaligus menunjukkan bahwa kekayaan kuliner Indonesia

memiliki ruang yang luas untuk terus dieksplorasi.



Merayakan Keindahan, Sekaligus Kepedulian

Wastraloka juga membawa pesan yang lebih luas melalui semangat inklusivitas. Turut hadir Ruth Susiana Setiabudi, Vice Chairman II Yayasan Kanker Anak Indonesia, bersama dua anak dengan kanker, Syakina Abelia dan Haikal Arshavin, serta perwakilan dari Wonderful Warriors. Kehadiran mereka memberikan kesempatan bagi para tamu untuk mengenal lebih dekat kisah dan perjuangan anak-anak pengidap kanker. Momen ini sekaligus menjadi pengingat bahwa sebuah perayaan dapat menjadi ruang untuk berbagi perhatian, membangun kepedulian, dan memberikan dukungan kepada mereka yang membutuhkan.


Perjalanan Wastraloka ditutup dengan penampilan Bryan Zaparta, yang membawakan sejumlah lagu Top 40 sekaligus karya-karya orisinalnya. Musik menjadi penutup yang melengkapi rangkaian pengalaman yang sejak awal mempertemukan berbagai elemen kreatif dalam satu acara.


Lewat Wastraloka, Vertu Harmoni Jakarta menunjukkan bahwa perayaan Hari Batik Nasional

dapat dikemas dalam pengalaman yang lebih luas. Bukan hanya tentang mengenakan batik,

tetapi juga tentang menikmati karya, mencicipi kekayaan rasa Nusantara, mengapresiasi seni

dan musik, serta membuka ruang untuk kepedulian dan inklusivitas. Perpaduan fashion, kuliner, budaya, seni, dan human interest menjadikan Wastraloka sebagai sebuah perayaan yang tidak hanya mengangkat kekayaan Indonesia, tetapi juga menerjemahkannya ke dalam perspektif yang lebih modern dan dekat dengan gaya hidup masa kini.

Komentar


bottom of page