top of page

Afternoon Tea Ritual with Augustinus Bader at The St. Regis Jakarta

  • alettasumampouw
  • 8 jam yang lalu
  • 1 menit membaca

The Drawing Room yang berlokasi di The St. Regis Jakarta, mempersembahkan Ritual Minum Teh Sore kolaburasi dengan brand ekslusif Augustinus Bader yang mempersatukan antara keseimbangan sains, teknik, dan tradisi, diekspresikan melalui ritual Teh Sore kontemporer serta kemewahan yang tak terlupakan.



Augustinus Bader yang didirikan oleh filosofi Profesor Augustinus Bader, merupakan merek ekslusif yang diakui secara global karena formulasi berbasis sains teknologi TFC8® dimana perintisnya mengembangkan produk ini melalui penelitian regeneratif selama beberapa dekade, memanfaatkan asam amino, vitamin, dan bahan-bahan yang terinspirasi secara alami.


Terinspirasi oleh bahan-bahan alami dengan warna alami ini, pastry chef eksekutif Kevin Lee telah menyusun pilihan makanan manis dan gurih menggunakan bahan-bahan yang selaras dengan formulasi merek, termasuk jamur, ganggang (rumput laut, rumput laut, dan spirulina), dan teh hijau—bahan yang sering dikaitkan dengan kepadatan nutrisi dan manfaat fungsional alami, diantaranya Tataki Daging Sapi dengan duxelles jamur dan kerang yang diasinkan Miso dengan rumput laut, dipasangkan dengan makanan penutup seperti White Chocolate Tart dengan kerudung biru, menggunakan spirulina sebagai sumber alami untuk warna biru, bersama Matcha Opera dan Matcha Lemon Scone.



"Menerjemahkan filosofi perawatan kulit ke dalam makanan selalu menjadi tantangan, karena bahan-bahannya harus masuk akal di piring, bukan hanya secara konseptual, Kami bekerja dengan jamur, ganggang, dan teh hijau dengan sangat sengaja, berfokus pada keseimbangan tanpa mengorbankan rasa," demikian penuturan Chef Kevin Lee.


Afternoon Tea mewah ini tersedia mulai dari tanggal 11 Mei hingga 18 Juni di The Drawing Room, yang mencerminkan pendekatan bersama antara Augustinus Bader dan The St. Regis Jakarta, di mana keseimbangan sains, teknik, dan tradisi memandu setiap elemen tanpa mengubah esensi ritual.

Komentar


bottom of page