top of page

Diboyong Dari Solo, Gudeg Ujung Keprabon Tempo Doeloe Asli Solo Suguhkan Sajian Khas nan Otentik

Gambar penulis: Maria Yuliana Kusrini
Maria Yuliana Kusrini
12 jam yang lalu
2 menit membaca

Gudeg merupakan salah satu makanan khas dari Yogyakarta. Meski demikian, pesona gudeg tak hanya sebatas di kota asalnya saja. Nyatanya, olahan gudeg juga begitu populer di berbagai wilayah lain, seperti Solo atau Surakarta, Semarang, hingga Jakarta. Tapi tentunya dengan cita rasa yang sudah disesuaikan dengan palate atau lidah pada masing-masing wilayah.



Misalnya saja, olahan gudeg yang ada di Solo. Meski secara geografis, Kota Solo dan Yogyakarta berdekatan, namun sensasi gudeg yang disajikan memiliki cita rasa yang cukup berbeda. Gudeg khas Yogyakarta atau Jogja cenderung lebih menonjolkan rasa manis. Sedangkan gudeg ala Solo, tingkat kemanisannya tidak sekuat gudeg Jogja serta memiliki sensasi rasa gurih. Tak heran, banyak masyarakat kebanyakan lebih merasa cocok dengan cita rasa gudeg ala Solo yang tingkat kemanisannya masih aman di lidah.


Di festival Kampoeng Tempo Doeloe (KTD) yang dilangsungkan di La Piazza, Summarecon Mall Kelapa Gading, turut diramaikan oleh tenant kuliner yang dibawa langsung dari kota asalnya. Salah satunya ada Gudeg Ujung Keprabon Tempo Doeloe Asli Solo yang diboyong langsung dari Kota Solo. Selama festival berlangsung, tenant Gudeg Ujung Keprabon Tempo Doeloe Asli Solo sukses menyedot minat pengunjung KTD. Terlihat antrian pengunjung terlihat di jam-jam rawan lapar yang memiliki tujuan untuk bisa menikmati sajian gudeg khas Solo nan otentik.


Mengikuti festival selama lebih dari 30 hari, pemilik tenant Gudeg Ujung Keprabon Tempo Doeloe Asli Solo mengaku tidak mungkin membawa semua bahan baku dari Solo. Mulai dari aneka bumbu, santan, nangka muda, ayam, telur, tahu, ataupun tempe, ia mengakui dapat membelinya di pasar yang ada di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara. Di mana lokasi itu, tidak terlalu jauh dari tempat tinggal sementaranya selama mengikuti festival kuliner di Jakarta. Meski begitu, bahan baku pembuatan krecek, yakni kerupuk kulit sapi harus ia bawa langsung dari Solo.



"Untuk bahan baku yang harus kami bawa langsung dari Solo dan nggak bisa dibeli di sini itu ada kerupuk kulit sapinya. Itu jadi bahan untuk membuat krecek dan wajib bawa dari Solo. Kalau bahan lainnya, masih bisa belanja di pasar area sini sih," ungkap salah satu pemilik Gudeg Ujung Keprabon Tempo Doeloe Asli Solo yang dijumpai di tenant KTD.


Urusan rasa makanannya, tenant ini pun menghadirkan olahan gudeg asli solo yang khas. Pengunjung KTD bisa menemukan paket nasi yang memadukan gudeg atau olahan nangka muda, sambal goreng krecek, telur pindang atau semur, suwiran ayam opor, ayam goreng, tahu bacem, tempe bacem, sambal, dan beragam lauk lainnya. Kreasi Nasi Gudeg pun dibandrol dengan harga mulai dari lima puluh ribuan per paketnya.


"Agak beda dengan gudeg Jogja yang rasanya manis banget, gudeg bikinan saya ini nggak semanis gudeg Jogja. Jadi, rasanya lebih manis gurih dan lebih diterima lidah orang Jakarta," tutup pemilik Gudeg Ujung Keprabon Tempo Doeloe Asli Solo.

1 Komentar


Tamu
10 jam yang lalu

Conocer tu número personal puede ser una experiencia curiosa, especialmente cuando se explica cómo se obtiene y qué significado se le atribuye. Después resulta interesante comparar esa interpretación con las propias experiencias y características, siempre entendiendo que se trata de una referencia simbólica.

Suka
bottom of page