Festival Sasa Bakso Vaganza 2026 Ramaikan GBK Senayan, Jakarta
- Maria Yuliana Kusrini

- 2 jam yang lalu
- 2 menit membaca
'Sasa Bakso Vaganza 2026' sebagai festival bakso legendaris pertama di Indonesia meramaikan kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta. Festival yang telah berlangsung untuk kedua kalinya ini menghadirkan lebih dari 50 pedagang bakso dari berbagai penjuru Tanah Air.

Berlangsung selama dua hari, yakni pada 25-26 Juli 2026, penyelenggaraan tahun ini lebih banyak mengumpulkan pedagang bakso. Festival kuliner ini siap menjadi ruang temu bagi masyarakat untuk menikmati keberagaman cita rasa bakso sekaligus mengenal lebih dekat cerita para pelaku usaha kuliner Indonesia antara jam 07.00–22.00 WIB. Sehingga para pengunjung yang datang bisa menikmati berbagai pilihan bakso nikmat yang ditawarkan oleh setiap pedagang yang bergabung di festival ini.
Festival Sasa Bakso Vaganza 2026 menghadirkan tiga kategori yang merepresentasikan beragam wajah kuliner bakso Indonesia, yaitu Bakso Legendaris, Bakso Nusantara, dan Bakso Viral. Untuk kategori Bakso Legendaris lebih menghadirkan kreasi bakso dengan resep dan cita rasa lintas generasi. Sedangkan untuk kategori Bakso Nusantara lebih memperkenalkan kekayaan karakter rasa bakso dari berbagai daerah. Berbeda halnya dengan kategori Bakso Viral yang lebih menyuguhkan kreasi bakso kekinian yang terus beradaptasi melalui kreativitas produk dan pengalaman pelanggan.
Bagi yang ingin menikmati kreasi Bakso Legendaris, maka bisa menemukan tenant Akim Bakso Ganden (Jakarta), Bakso Kota Cak Man (Malang), Bakso Mawardi (Semarang), Bakso M. Imu (Garut), hingga Bakso Lapangan Tembak Senayan (Jakarta). Untuk kategori Bakso Nusantara bisa menjajal kreasi bakso ala Bakso Ati Raja (Makassar), Bakso 86 Kaur (Bengkulu), Bakso Padasuka (Bandung), Bakso Tanjung Anom (Surabaya), Bakso Alex (Solo), Toko Bakso Budi (Bogor), Bakso Maxi (Sukabumi), Bakso Sabar Ciracas (Jakarta), dan lainnya. Kategori Bakso Viral menghadirkan Bakso Rusuk Samanhudi (Jakarta), Bakso Goreng Gadjah atau Bagoja (Alam Sutera, Tangerang), Bakso Tujuh Pemuda (Bogor), Bakso Cuankie Hegar (Bandung), Bakso Gepeng 888 (Malang), dan masih banyak lainnya.
Dari satu daerah ke daerah lainnya, keberagaman bakso itu menghadirkan pengalaman rasa yang berbeda. Mulai dari cita rasa kuah, tekstur bakso, hingga racikan bumbunya. Bagi para pelaku usaha kuliner, bumbu menjadi salah satu kunci penting untuk menciptakan rasa lezat sekaligus menjaga konsistensinya. Sasa MSG menjadi salah satu bumbu yang digunakan untuk membantu memperkuat rasa gurih dan menjaga konsistensi kelezatan dalam setiap mangkok bakso. Puluhan tahun mendampingi perjalanan kuliner Indonesia, Sasa turut menjadi bagian dari ragam bumbu yang menjaga cita rasa bakso tetap lezat dan konsisten, hingga ungkapan “Bakso Lezat Pasti Pakai Sasa MSG” pun lekat di tengah masyarakat.
“Kuliner bakso Indonesia memiliki kekuatan, karena mampu terus bertumbuh tanpa kehilangan kedekatannya dengan masyarakat. Ada resep yang telah dijaga selama puluhan tahun, tetapi ada juga inovasi baru yang menghadirkan pengalaman berbeda bagi konsumen. Melalui Festival Sasa Bakso Vaganza 2026 ini, kami ingin mengapresiasi para pelaku usaha sekaligus memperlihatkan kekayaan rasa yang dimiliki kuliner bakso Indonesia. Bagi Sasa, perjalanan panjang bersama masyarakat Indonesia juga menjadi bagian dari cerita yang terus berkembang, dari generasi ke generasi, dan hari ini terangkum dalam semangat ‘Bakso Lezat Pasti Pakai Sasa MSG’,” ungkap Marketing Director PT. Sasa Inti, Agus Nugraha.
Lebih dari sekadar festival kuliner, Festival Sasa Bakso Vaganza 2026 pun menjadi ruang untuk melihat bagaimana kuliner Indonesia terus tumbuh melalui pertemuan antara tradisi dan inovasi. Eksplorasi berbagai jenis bakso dalam satu perjalanan kuliner menghadirkan kesempatan bagi masyarakat untuk mengenal keberagaman cita rasa Nusantara sekaligus cerita para pelaku usaha yang terus menjaga dan mengembangkan kuliner Indonesia. Festival tahun ini juga ditargetkan menarik 14.000 pengunjung, meningkat dibandingkan penyelenggaraan sebelumnya.








Komentar