top of page

McDonald's Indonesia Konsisten Dorong Pemasok Lokal Untuk Terus Tumbuh

Gambar penulis: Maria Yuliana Kusrini
Maria Yuliana Kusrini
3 jam yang lalu
2 menit membaca

Sampai saat ini, sekitar 76% bahan baku McDonald’s (McD) Indonesia dibeli dari mitra dalam

negeri. Mulai dari ayam, sayuran, telur, beras, cabai, hingga minyak goreng. Khusus untuk ayam, semuanya dipasok oleh peternak lokal yang harus mengirimkannya setiap hari dalam kondisi segar ke restoran. Kemitraan yang terjalin selama 35 tahun ini, menjadikan McD Indonesia terus konsisten mendorong pemasok lokal untuk tumbuh dan naik kelas.



McD Indonesia membangun kemitraan jangka panjang dengan ratusan pemasok lokal yang berkembang menjadi proses peningkatan kapabilitas. Baik itu melalui transfer pengetahuan, audit, benchmarking, dan penerapan standar operasional yang membantu pelaku usaha lokal memperkuat bisnisnya mengikuti standar industri yang terus berkembang. Lebih jauh, kemitraan ini juga turut menghasilkan efek berganda dengan menggerakkan rantai ekonomi lokal dan menghadirkan ribuan lapangan kerja.


“Hubungan McD Indonesia dengan para mitra bukan sekadar membeli, tapi diawali niat

kuat agar dapat tumbuh bersama. Membawa semangat ‘Sepenuhnya Indonesia’, kami secara konsisten membina ratusan mitra hingga study visit sampai ke luar negeri. Melalui proses ini, kami memperkenalkan standar kualitas bertaraf global yang harus dipenuhi, termasuk dalam aspek keamanan pangan dan kesejahteraan hewan. Sebuah kebanggaan ketika para mitra terus mengembangkan kapabilitas mereka hingga bisa bersaing secara mandiri di pasar,” terang Ronni Rombe, Supply Chain & Quality Assurance Director PT. Rekso Nasional Food yang menaungi McDonald's Indonesia.


Bagi McD Indonesia, membangun rantai pasok yang mampu memenuhi kebutuhan lebih dari 300 restoran membutuhkan hubungan yang konsisten dan berkelanjutan dengan para pemasok. Salah satunya kemitraan dengan PT. Ciomas Adisatwa, bagian dari PT. Japfa Comfeed Indonesia Tbk. (JAPFA Group) sebagai salah satu mitra pemasok ayam McD Indonesia. Kemitraan ini telah terjalin lebih dari tiga dekade yang bergerak di bidang budidaya unggas komersial. Standar dan proses pembinaan yang diterapkan McD Indonesia menjadi salah satu referensi dalam meningkatkan proses kerja dan kualitas produksi di peternakan ayam PT. Ciomas Adisatwa.



Tak hanya mitra dengan skala besar, peluang untuk berkembang juga terbuka bagi mitra yang berawal dari skala lebih kecil. Seperti yang dialami Made Gunada, petani asal Bali yang

memulai kerja sama dengan McD Indonesia sejak 1993 lalu. Dari sebidang lahan kecil, bisnis Made pun kini telah berkembang hingga Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Bahkan, ia bisa memasok kebutuhan lebih dari 50% restoran McD Indonesia. Pertumbuhan itu pun memperluas kesempatan ekonomi bagi petani lain yang terlibat dalam ekosistemnya. Dengan berkembangnya usaha ke beberapa wilayah, kini ratusan petani turut bergantung pada aktivitas pertanian yang dijalankan Made.


“Ketika memulai kerja sama, saya tidak menyangka sebuah perusahaan besar mau membuka pintu bagi seorang petani kecil dengan berbagai keterbatasan. Namun, sejak awal kemitraan, saya merasakan sendiri bagaimana McDonald’s Indonesia memberikan kepercayaan sekaligus pendampingan teknis hingga bantuan peningkatan fasilitas pertanian.

Pertanian kami kini bisa konsisten memenuhi kuota dengan standar kualitas produk yang

mampu bersaing hingga pasar global,” terang Made Gunada.

Komentar


bottom of page