• Novi Amaliyah

Mengenal Macam-Macam Garam


Garam, bumbu sederhana satu ini begitu penting dan sangat berharga dalam sejarah kuliner dunia. Selain menambah citrasa pada sajian, garam juga punya banyak manfaat. Penggunaan garam sudah dilakukan sejumlah peradaban kuno, bukan hanya untuk kebutuhan kulinari. Bangsa Mesir kuno memakai garam untuk membuat mumi, teknik ini kemudian dipakai untuk mengawetkan daging. Petani-petani Eropa Abad Pertengahan belajar menjauhkan hasil panennya dari jamur ergot yang beracun dengan cara merendamnya ke dalam air garam. Ketika peradaban menyebar, garam menjadi salah satu komoditas perdagangan utama dunia.

Saat ini, ada banyak sekali jenis garam, masing-masing dengan karakteristik unik dan aplikasi kuliner tertentu. Berikut adalah panduan untuk berbagai jenis garam yang harus kamu ketahui.


Garam Meja

Garam meja adalah garam standar yang sering sering kita jumpai. Garam ini berbentuk dengan kristal-kristal kecil yang dirancang agar sesuai melalui lubang-lubang kecil dalam wadah garam. Sesuai dengan namanya garam ini sering pasti kita jumpai di meja restoran maupun meja makan.Garam beryodium adalah bentuk garam meja yang ditambahkan yodium untuk mencegah penyakit gondok. Selain memberi kontribusi rasa, garam bereaksi dengan glutens dalam gandum untuk membuat adonan lebih elastis. Bentuk kristal kecil pada garam meja membuatnya mudah larut dalam adonan, itulah mengapa garam ini disukai digunakan dalam membuat roti dan makanan panggang lainnya.



Garam Kosher

Garam kosher adalah garam berbutir kasar yang memiliki rasa lebih bersih, lebih ringan daripada garam meja biasa, dengan butiran yang lebih besar membuatnya lebih baik dalam melekat pada makanan dan coock untuk membuat bumbu gosok dan campuran bumbu. Garam kosher bebas dari bahan tambahan seperti yodium misalnya. Karena butirannya lebih besar, untuk berat yang sama dengan garam meja, garam kosher memberikan citarasa lebih asin.



Garam Laut (sea salt)

Laut adalah sumber utama garam dunia, tentu saja, tetapi ada juga garam yang berasal dari endapan di bawah tanah yang ditambang untuk menghasilkan garam. Namun, endapan bawah tanah ini diciptakan ribuan tahun yang lalu oleh lautan yang sudah tidak ada lagi. Bahkan endapan garam di pegunungan Himalaya berasal dari masa ketika tanah-tanah itu berada di bawah air jutaan tahun sebelumnya. Garam laut diproduksi dengan menguapkan air laut. Varietas yang berbeda diberi label sesuai dengan di mana mereka diproduksi, masing-masing memiliki karakteristik dan rasa sendiri. Tergantung pada komponen-komponen ini, serta bagaimana garam diproduksi, garam laut dapat mengambil bentuk serpih, kristal halus, atau kristal kasar, dan menunjukkan beragam warna dari mineral lokal dan bahkan ganggang. Karena variasi rasa, serta tekstur ini, menggunakan garam laut untu memasak bisa membrikan citarasa yang berbeda. Karena itu umumnya garam laut biasanya digunakan sebagai hiasan atau bumbu paduan taburan. Satu jenis garam laut terpopuler di dunia ada fleur de sel. Garam ini dipanen dari kolam dangkal di kawasan pantai Prancis di Brittany, fleur de sel hanya terbentuk dalam kondisi cuaca tertentu dan harus dipanen dengan tangan. Akibatnya membuat garam ini menjadi langka dan mahal, harganya mencapai $ 30 per pon atau Rp 435.000,- per 454 gram. Garam ini digunakan secara eksklusif sebagai hiasan atau bumbu.



Garam Untuk Pengasapan dan Mengawetkan Makanan (Curing & Brining Salt)

Garam ini digunakan untuk membantu dalam proses pengawetan karena dari kemampuannya mengeluarkan air dari makanan, garam adalah komponen kunci dalam makanan asap untuk mengeringkan dan mengawetkan daging, dan juga untuk membuat air asin pada acar untuk mengasinkan sayuran dan pengasapan unggas dan daging seperti pastrami. Daging asap, sendiri adalah cara agar daging lebih awet dan bisa dikonsumsi dalam jangka waktu yang cukup lama. Proses ini, sering dilakukan bersamaan dengan semacam pengasapan atau pengawetan. Garam merupakan pengawet alami karena sifatnya yang mempu mengawetkan. Saat ini tersedia garam curing khusus dan garam brining yang telah diformulasikan khusus untuk pengasapan ataupun pengawetan. Garam curing, misalnya, adalah garam biasa yang ditambahkan sejumlah kecil natrium nitrat, yang efektif memerangi mikroba yang menyebabkan botulisme. Garam ini juga menambahkan warna merah muda pada daging yang diasap seperti bacon, ham, dan daging kornet. Garam asinan dan asinan umumnya terdiri dari garam yang dikombinasikan dengan gula dan dilarutkan dalam air untuk menghasilkan cairan rasa yang digunakan untuk merendam makanan seperti daging dan sayuran.


Garam Khusus (Speciality Salt)

Garam khusus yang populer saat ini contohnya ada garam pink Himalaya dan garam hitam Hawaii. Garam hitam dari Hawaii  mendapat pewarnaan dari lava hitam di tanah tempat dipanen yang berlimpah dan khas Hawaii. Kemudian  ada garam yang dibumbui seperti garam bawang putih dan garam seledri bukanlah jenis garam yang spesifik karena merupakan garam yang dikombinasikan dengan bahan lain, bumbu, dan rempah-rempah, untuk menghasilkan campuran bumbu.


Foto-foto.Dok.Getty Images

© 2019 yukmakan channel