top of page

Menteri Pariwisata Republik Indonesia Resmikan 'Food & Hospitality Indonesia (FHI) 2026' di JIExpo Kemayoran, Jakarta

  • Gambar penulis: Maria Yuliana Kusrini
    Maria Yuliana Kusrini
  • 2 hari yang lalu
  • 3 menit membaca

Ajang pameran B2B strategis Food & Hospitality Indonesia (FHI) 2026 resmi dibuka pada Selasa, 21 Juli 2026 oleh Menteri Pariwisata Republik Indonesia, Widiyanti Putri Wardhana. Acara yang digelar selama 4 hari itu menghadirkan ribuan produk, teknologi, dan solusi bagi industri makanan, minuman, serta hospitality dari perusahaan dalam negri ataupun luar negri.



FHI 2026 yang berlangsung di Jakarta International Expo (JIExpo), Kemayoran, Jakarta Pusat ini memasuki edisinya yang ke-20. Pameran ini mempertemukan para pelaku industri nasional dan global untuk memperluas akses perdagangan, investasi, serta kolaborasi bisnis lintas negara. Menempati area Hall A, B, dan D, pameran ini diikuti lebih dari 500 perusahaan yang berasal dari 32 negara. Sebut saja Australia, Amerika Serikat, Brasil, Kanada, Finlandia, Italia, Jerman, Jepang, Korea Selatan, Swiss, Turki, Uni Emirat Arab, Belarus, dan lainnya.


Pembukaan FHI 2026 ditandai dengan seremoni pemotongan pita oleh Menteri Pariwisata Republik Indonesia - Widiyanti Putri Wardhana, Deputi Bidang Kreativitas Budaya dan Desain Kementerian Ekonomi Kreatif - Yuke Sri Rahayu, Country General Manager PT. Pamerindo Indonesia - Lia Indriasari, dan Portfolio Director Food & Hospitality Indonesia - Meysia Stephannie sebagai penyelenggara acara. Opening ceremonial ini dilaksanakan di depan patung Ir. Soekarno di Gedung Pusat Niaga, JIExpo Kemayoran.


Dalam sambutannya, Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menilai FHI 2026 menjadi momentum penting untuk memperkuat keterkaitan antara industri makanan, minuman, hospitality, dan pariwisata secara menyeluruh. Menurutnya, pengembangan sektor tersebut menjadi salah satu kunci dalam meningkatkan kualitas pengalaman wisatawan sekaligus memperkuat daya saing destinasi Indonesia di pasar global.



"Saat ini, pariwisata di Indonesia tidak hanya menawarkan destinasi saja, tetapi juga pengalaman melalui gastronomi dan kualitas layanan hospitality yang telah menjadi aset strategis dalam memperkuat citra Wonderful Indonesia. Dalam mendukung hal tersebut, kehadiran FHI memiliki peran penting sebagai platform yang menghubungkan produsen lokal dengan buyer internasional, mendorong investasi, serta membangun kemitraan untuk mewujudkan ekosistem pariwisata Indonesia yang semakin inovatif, tangguh, dan berdaya saing global," ungkapnya.


Ditambahkan oleh Teuku Riefky Harsya selaku Menteri Ekonomi Kreatif bahwa Indonesia memiliki pasar domestik yang kuat dengan prospek investasi yang menjanjikan. Kondisi itu mencerminkan meningkatnya aktivitas ekonomi sekaligus tingginya permintaan terhadap sektor hospitality dan food service yangmenjadi salah satu motor penggerak pertumbuhan ekonomi nasional. Maka dari itulah, pameran terkait ekosistem seperti FHI ini dapat menjadi awal dari sebuah kolaborasi besar.


Berlangsung pada 21-24 Juli 2026, FHI 2026 hadir bersama Hotelex Indonesia, Fine Furniture & Deco Asia (FFDA), dan PROPAK Indonesia. Sinergi tersebut menghadirkan ekosistem industri yang lebih komprehensif sekaligus membuka lebih banyak peluang kolaborasi lintas sektor dalam satu destinasi bisnis. Beberapa perusahaan terkemuka seperti Asia Farm, Greenfields Professional, JAPFA Food, Long Beach Beverage Solution, Queen Food, Bella Cuisine Korea, Koch Backen, Robot Coupe, Unox, Nayati, Sango Hospitality, Indo Porcelain, Gea Getra, Chair Culture, dan lainnya turut menghadirkan beragam inovasi dan solusi terintegrasi bagi industri makanan, minuman, dan hospitality.



FHI 2026 juga memperkuat komitmennya terhadap keberlanjutan (sustainability) melalui berbagai inisiatif. Mulai dari Better Stands Programme, pengelolaan limbah pameran bersama Ecoloop, pengelolaan limbah makanan berkolaborasi dengan FoodCycle Farm, penyediaan station isi ulang air minum oleh Waterhub, pengumpulan minyak jelantah untuk diolah menjadi sustainable aviation fuel bersama Noovoleum, penyediaan stasiun pengisian kendaraan listrik oleh SKKTAMA, hingga program Beyond Coffee yang berkolaborasi dengan Kopi Kamu x POTADS dan melibatkan barista penyandang Down syndrome. Berbagai inisiatif tersebut menjadi bagian dari komitmen FHI dalam mendorong transformasi industri menuju praktik bisnis yang lebih bertanggung jawab, inklusif, dan berkelanjutan.


"Selama lebih dari tiga dekade penyelenggaraannya, FHI telah berkembang menjadi platform bisnis internasional yang menghubungkan pelaku industri dari berbagai negara dengan produsen dan pelaku usaha Indonesia. Di tengah meningkatnya investasi dan permintaan pasar, pelaku industri membutuhkan lebih dari sekadar ruang pamer, tetapi sebuah ekosistem yang mampu mempertemukan inovasi, investasi, dan kolaborasi global. Melalui FHI 2026, kami ingin membuka akses pasar yang lebih luas dan mendorong lahirnya kemitraan strategis yang akan meningkatkan daya saing industri Indonesia sekaligus memperluas perannya dalam rantai pasok global," kata Meysia Stephanie sebagai Portfolio Director Food & Hospitality Indonesia 2026.

2 Komentar


Christopher
18 jam yang lalu

Great write-up with plenty of interesting suggestions shared. After reading this, I spent some time exploring similar websites and found the spacebar click test. I liked how responsive it felt and how clearly the live counter displayed every press. It works directly in the browser, so getting started only takes a few seconds.

Suka

Tamu
sehari yang lalu

Handymen continue to be a reliable option for homeowners who need help with repairs, installations, and regular home maintenance. Their versatility is a major advantage.

Suka
bottom of page