top of page

Perayaan Kartini Mengesankan di Aston Priority Simatupang 

  • Gambar penulis: Maria Yuliana Kusrini
    Maria Yuliana Kusrini
  • 1 jam yang lalu
  • 2 menit membaca

Aston Priority Simatupang memperingati perayaan Hari Kartini dengan mengangkat warisan tradisional Nusantara. Hal itu diwujudkan melalui promosi kuliner di salah satu restorannya, yakni Canary Restaurant dan berbagai kegiatan menarik lainnya.  



Kartini yang identik karya “Habis Gelap Terbitlah Terang” berisikan kumpulan surat-surat tentang perjuangan emansipasi wanita. Tak hanya itu saja, berbagai hal lain menarik lainnya juga perlu untuk diketahui. Salah satunya melalui warisan kuliner yang menjadi bagian dari keseharian R.A Kartini dan busana kebaya yang dekat dengan budaya lokal.


“Momentum Hari Kartini ini menjadi momentum bagi kami untuk memperluas cara pandang masyarakat dalam mengenal sosok Kartini. Tidak hanya melalui simbol budaya populer seperti kebaya, buku, dan surat-suratnya, tetapi juga melalui warisan kuliner daerah, yaitu minuman Adon-adon Coro, serta produk pastry kami yang menampilkan bentuk-bentuk bertema Kartini,” ujar Andi Gevika Rizki sebagai General Manager Hotel Aston Priority Simatupang.


Untuk itu pada tanggal 21 April 2026, Hotel Aston Priority Simatupang menyediakan minuman khas Jepara yaitu Adon-adon Coro. Minuman yang dapat dinikmati sepuasnya oleh tamu hotel itu disajikan secara konsep buffet saat sarapan pagi dan makan siang. Minuman Adon-adon Coro khas Jepara itu dikenal sebagai salah satu favorit R.A Kartini yang terbuat dari campuran santan, gula merah, kayu manis, jahe, lengkuas, cengkeh, serta berbagai rempah lainnya. Minuman ini menghadirkan cita rasa manis dengan sentuhan hangat di tenggorakan.



Secara historis, Adon-adon Coro telah lama dikenal oleh masyarakat pesisir utara Jawa sebagai minuman rumahan. Istilah “adon-adon” merujuk pada proses pengadukan bahan, sementara “coro” berarti cara atau racikan dalam bahasa Jawa. Istilah tersebut menggambarkan teknik sederhana dalam meramu bahan menjadi minuman yang utuh.  


Selain sebagai minuman sehari-hari, Adon-adon Coro memiliki nilai kultural karena lekat dengan kehidupan masyarakat lokal, termasuk Kartini yang berasal dari Jepara. Dengan adanya pengenalan kuliner ini menunjukan bahwa warisan Kartini tidak hanya tercermin dari gagasan emansipasi perempuan, tetapi juga dari praktik budaya yang dijalani. 



Saat ini, Pemerintah Kabupaten Jepara juga tengah mengajukan Adon-Adon Coro sebagai nominasi Warisan Budaya Takbenda (WBTb) Indonesia. Hal itu dilakukan sebagai bagian dari upaya pelestarian kuliner tradisional berbasis pengetahuan lokal.


Selain menyajikan minuman spesial, tim pastry hotel juga menyajikan produk bertema Kartini di buffet makan siang. Produk pastry yang dihadirkan mengusung tema Kartini. Beberapa produk pastrynya antara lain Choco Cashew Cake, Tape Cake, Klepon Mouse Cake, Cheese Cake, dan juga Strawberry Choux. 

Komentar


bottom of page