top of page
  • Maria Yuliana Kusrini

Rasa Gurih Asal Micin atau MSG yang Aman Dikonsumsi

Banyak orang menghindari pemakaian micin atau MSG pada masakan dengan berbagai alasan. Mulai dari anggapan micin dapat mempengaruhi kecerdasan otak hingga ke masalah kesehatan lainnya. Melihat fenomena itu, Perkumpulan Pabrik Mononatrium Glutamat dan Asam Glutamat Indonesia (P2MI) pun mengadakan sebuah talkshow atau workshop yang bertujuan untuk meluruskan anggapan yang telah ada itu. Kegiatan yang mengusung tema “Cinta Pakai Micin, Why Not?” itu berlangsung pada Senin, 17 April 2023 yang berlokasi di kawasan Mampang, Jakarta Selatan.


Pada kesempatan baik di moment Ramadan ini pun, P2MI menghadirkan dua orang narasumber yang kompeten di bidangnya masing-masing. Untuk itu, digandenglah Prof. Dr. Dede Robiatul Adawiyah yang merupakan Dosen Teknologi Pangan Institut Pertanian Bogor dan juga praktisi kuliner sekaligus pengusaha kuliner 'Lele Crispy Indonesia', yakni Chef Fajar Alam Setiabudi. Prof. Dede pun membagikan ilmunya mengenai penggunaan, asal usul, hingga info menarik lainnya mengenai micin.


Diungkapkan Prof. Dede jika rasa dasar itu terdiri atas lima, yakni rasa asin, asam, manis, pahit, dan gurih atau umami. Rasa gurih itu sendiri umumnya berasal dari pecahan protein, baik itu protein nabati ataupun hewani. Selain itu, juga bisa ditemukan pada penambah bahan pangan bernama MSg atau yang biasa kita sebut micin. "Hoax yang telah beredar di masyarakat mengenai micin adalah tidak benar. MSG memiliki reseptor sendiri pada permukaan lidah dan aman dikonsumsi oleh semua tahapan usia. Asal pemakaiannya masih dalam batas wajar dan semestinya. Jika kita memasak dan menambahkan micin, paling banyak kita hanya menambahkan seujung sendok teh saja, atau paling banyak setengah sendok teh atau setengah sendok makan. MSG dikategorikan sebagai bahan tambahan pangan yang aman. Sifatnya tidak menimbulkan efek merugikan terhadap kesehatan dengan batasan pemakaian secukupnya," tambah Prof Dede.


Hal yang sama pun juga disampaikan oleh Chef Fajar yang sekaligus Jebolan ajang masak terkemuka di Tanah Air. Pada kesempatan itu, Chef Fajar menunjukkan kebolehannya dalam mengolah masakan dengan menggunakan tambahan micin. Ia menghadirkan dua olahan menggugah selera yang bisa diaplikasikan di rumah. Kedua masakan yang ia buat adalah Capcay Sayur yang menggunakan tambahan micin merek Miwon dan juga Ayam Crispy Saus Bistik yang menggunakan tepung bumbu serbaguna merek Sasa. Setuju dengan pemaparan Prof. Dede, Chef Fajar juga menambahkan jika menambahkan micin atau penyedap rasa pada masakan akan membuat citarasa masakan menjadi lebih mantap dan gurih.


Micin atau MSG (Monosodium Glutamat) sendiri merupakan salah satu penyedap rasa pada masakan yang terbuat dari garam natrium dan asam glutamat. Adanya asam glutamat pada micin itu pun dapat memberikan rasa gurih yang berbeda dari penyedap makanan lainnya. Berdasarkan sejarahnya, MSG pertama kali ditemukan di Jepang pada tahun 1908 oleh seorang professor bernama Kikunae Ikeda. Kikunae Ikeda mengekstrak dan mengkristalkan glutamat dari kaldu rumput laut untuk dijadikan butiran MSG. Hingga sampai saat ini, penggunaan micin masih dalam kategori aman untuk dikonsumsi,asal tidak digunakan secara berlebihan. Bahkan lembaga internasional seperti Food and Drug Administration (FDA) dan World Health Organisation (WHO) juga telah memverifikasi keamanan MSG. Termasuk juga dengan Permenkes dan BPOM di Indonesia.


Melalui acara talkshow kali ini, diharapkan jika stigma negatif yang selama ini melekat pada micin di masyarakat bisa berubah. Karena pada kenyataannya micin merupakan material bahan pangan yang juga bermanfaat. P2MI yang beranggotakan PT Ajinomoto Indonesia, PT Ajinex International, PT Sasa Inti, dan PT Daesang Ingredients Indonesia berharap, jika masyarakat mendapatkan informasi yang lengkap dan benar mengenai amannya mengkonsumsi MSG. Sehingga tidak lagi merasa khawatir dalam menambahkan micin pada masakan di rumah.

Comments


bottom of page