Rumah Singgah Ke-4 Yayasan Ronald McDonald House Charities
- Maria Yuliana Kusrini

- 2 jam yang lalu
- 3 menit membaca
Yayasan Ronald McDonald House Charities (RMHC) meresmikan rumah singgah keempatnya di Indonesia. Rumah Singgah keempat itu menempati lokasi di kawasan Kemanggisan, Jakarta Barat, sebagai bentuk kolaborasi berkelanjutan dalam mendukung keluarga pasien anak dengan penyakit kronis.

Peluncuran Rumah Singgah Kemanggisan ini sekaligus menandai 15 tahun perjalanan dan eksistensi dari Yayasan RMHC. Rumah Singgah keempat ini menjadi rumah singgah terbesar yang dimiliki oleh Yayasan RMHC. Bangunannya berdiri apik dengan kapasitas 66 kamar. Rumah Singgah Kemanggisan juga dilengkapi dengan fasilitas pendukung lainnya, mulai dari dapur dengan perkakas masak yang lengkap, ruang makan, ruang cuci, ruang ibadah, ruang keluarga, ruang magic, ruang berkumpul, hingga area terbuka untuk bermain anak.
Rumah empat lantai ini memberikan kamar tidur bersih yang diperuntukkan bagi satu keluarga guna menjaga privasi dan kenyamanan. Satu kamarnya bisa diisi hingga tiga orang yang masih ada ikatan keluarga. Seluruh layanan Rumah Singgah ini diberikan secara gratis agar keluarga dapat fokus pada proses penyembuhan anak. Bahkan, juga disediakan fasilitas antar jemput siaga untuk mengantar pasien ke rumah sakit mitra untuk memudahkan
akses layanan medis.
Rumah Singgah Kemanggisan yang dikelola Yayasan RMHC ini dikhususkan untuk keluarga dari pasien anak, khususnya yang didiagnosis Penyakit Jantung Bawaan (PJB) yang tengah
menjalani rujukan pengobatan di RS Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita, RSAB Harapan Kita, serta RS Kanker Dharmais. Pasien yang bisa menggunakan fasilitas gratis dari Rumah Singgah Kemanggisan ini adalah pasien dengan usia antara 0-18 tahun dan jarak rumahnya dengan rumah sakit yang menanganinya lebih dari 25 KM.

āSejak 2011, Yayasan RMHC secara konsisten menghadirkan dukungan yang holistik melalui penyediaan rumah singgah, pendampingan, serta lingkungan yang aman dan suportif bagi keluarga pasien. Rumah Singgah kami rancang sebagai rumah kedua bagi keluarga yang sedang berjuang mendampingi anak menjalani pengobatan jangka panjang. Ke depannya, Yayasan RMHC berkomitmen untuk terus memperkuat standar layanan, sistem rujukan, serta kapasitas tim pendamping agar rumah singgah ini dapat memberikan manfaat maksimal sesuai dengan kebutuhan pasien dan keluarga. Kami juga akan terus mengembangkan program pendukung agar semakin banyak anak dan keluarga dapat merasakan manfaat fasilitas dan layanan yang kami hadirkan, sekaligus membuka lebih banyak kesempatan bagi masyarakat untuk terlibat sebagai donatur,ā ujar Caroline Djajadiningrat sebagai Ketua Yayasan RMHC.
Kehadiran Rumah Singgah Kemanggisan ini terwujud berkat dukungan lebih dari 300 mitra baik itu mitra strategis, donatur perusahaan, donatur individu, komunitas/instansi serta volunteer dari seluruh Indonesia yang terus menunjukkan semangat gotong royong dan kepedulian. Yayasan RMHC menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berbagi dan menjadi bagian dari upaya membantu keluarga pasien anak melalui berbagai kegiatan seperti Lari untuk RMHC, Padel for Hope, Bear4Love, McHappy Socks Fundraiser, Hyrox for Hope hingga Cinta dalam Sepotong Bata.
Melalui pengalaman mendampingi ribuan keluarga pasien anak dari berbagai daerah yang singgah di Rumah Singgah Lebak Bulus, Rumah Singgah Kiara-RSCM, dan Rumah Singgah Denpasar, Yayasan RMHC melihat besarnya kebutuhan akan fasilitas yang lebih luas, terintegrasi, dan mampu menjangkau lebih banyak keluarga, khususnya anak-anak dengan Penyakit Jantung Bawaan. Oleh karena itu, sejak tahun 2024 Yayasan RMHC menjalin kemitraan strategis bersama Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI) untuk merancang pembangunan Rumah Singgah Kemanggisan.
Kehadiran rumah singgah ini memberikan dampak nyata dalam memastikan pasien anak tetap dapat menjalani pengobatan tanpa harus terpisah dengan keluarga akibat keterbatasan jarak dan biaya. āKami berasal dari Lampung, dan ketika kami mendengar bahwa anak kami harus menjalani pengobatan intensif karena diagnosis skoliosis di RSUP Fatmawati yang ada di Jakarta, kami sempat kebingungan untuk mencari tempat tinggal dekat rumah sakit. Keterbatasan biaya hampir membuat kami terpisah, hingga akhirnya kami mendapatkan rujukan dari pihak rumah sakit untuk menempati Rumah Singgah Lebak Bulus. Kami sangat bersyukur dan merasa lebih tenang karena bisa selalu dekat dan menjaga anak kami,ā tutur Martina, salah satu orang tua pasien yang tinggal di Rumah Singgah Lebak Bulus.
Yayasan RMHC juga mengajak masyarakat untuk dapat berperan dalam menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan penuh harapan bagi anak-anak yang sedang singgah di Rumah Singgah Kemanggisan melalui kampanye Make it Home. Seluruh donasi yang terkumpul akan digunakan untuk mendukung operasional, perawatan fasilitas, serta peningkatan kenyamanan rumah singgah bagi keluarga pasien.













Komentar