• Novi Amaliyah

Sejarah Bubuk Kari di Asia


Kari, salah satu sajian yang melekat sebagai salah satu kekayaan kuliner India satu ini begitu populer. Banyak orang beranggapan jika kari terbuat dari bumbu tunggal yaitu bubuk kari yang banyak ditemukan di supermarket. Kari sebenarnya bisa dalam bentuk kering atau basah, terbuat dari campuran rempah-rempah kering.


Sejarah Bubuk Kari

Konon pada zaman kolonial, seorang pejabat Inggris bersiap untuk meninggalkan India dan ingin menikmati hidangan India favoritnya setelah dia pulang, dia kemudian memerintahkan pelayannya untuk menyiapkan campuran rempah-rempah India.

Untuk membuat bumbu kari ini tahan dalam pelayaran yang cukup lama, pelayan meracik bumbu kari menjadi bubuk kering. Di India sendiri, biasanya kari disiapkan dari awal setiap harinya untuk mendapatkan kesegaran citarasa rempah kari yang kaya.


Sekilas Tentang Kari

Kari berasal dari kata Kahri dalam bahasa Tamil yang berarti saus. Di seluruh Asia Tenggara dan India, kari bukanlah campuran rempah-rempah, melainkan hidangan dengan konsistensi cair seperti saus. Meski kari telah menjadi sajian andalan khas India selama berabad-abad, cabai adalah tanaman asli Amerika Tengah dan Selatan.

Sebelum capsicum diperkenalkan ke Eropa (dan kemudian Asia) oleh penjajah Spanyol dan Portugis, bahan yang paling menyengat dalam campuran kari yang digunakan adalah lada hitam.

Saat ini, ada empat bumbu yang biasa ditemukan dalam pasta dan bubuk kari yaitu

Cabai,jenis yang digunakan akan memengaruhi kepedasan hidangan, pasta kari merah dan hijau yang ditampilkan dalam masakan Thailand dibuat dengan cabai merah dan hijau.

Kunyit adalah bahan yang memberi warna kuning pada banyak kari. Ketumbar, biji dari tanaman ketumbar, sudah dimanfaatkan sejak zaman kuno karena khasiat afrodisiak. Dan Jinten adalah salah satu bumbu tertua di dunia, memiliki rasa pedas dan sering digunakan dalam campuran rempah-rempah yang memiliki banyak manfaat.


© 2019 yukmakan channel