SU MA Jakarta Berikan Pengalaman Makan Mewah Kreasi Chef Ryan Kim & Chef Brandon Chen
- Maria Yuliana Kusrini

- 1 jam yang lalu
- 3 menit membaca
SU MA Jakarta atau SU MA adalah sebuah restoran berkonsep fine dining kontemporer yang berakar pada tradisi kuliner Asia Timur, khususnya Tiongkok dan Korea. Tamu yang datang akan dimanjakan dengan rangkaian menu istimewa yang disajikan dengan konsep set menu dan proses kurasi yang detail. Seluruh sajian itu merupakan hasil kreasi dari Chef Ryan Kim dan juga Chef Brandon Chen.
Di SU MA, makanan tak hanya sekadar dapat mengenyangkan perut saja. Lebih dari itu, makanan itu dianggap sebagai wujud kepedulian dan hubungan antarmanusia yang berkelanjutan. Berlandaskan kesabaran, presisi, dan intensi yang mendalam, SU MA mengedepankan pemilihan bahan baku, proses, serta teknik memasak yang penuh pertimbangan untuk membangun cita rasa secara bertahap dan harmonis. Setiap hidangan SU MA dirancang sebagai bagian dari sebuah perjalanan kuliner yang kaya akan sensasi rasa, seimbang, dan penuh nuansa. Para tamu pun diajak untuk merasakan kehangatan, warisan budaya, serta keindahan yang sederhana namun berkesan dari tradisi bersantap khas Asia Timur.
Tamu yang datang untuk bersantap di SU MA akan menemukan beberapa pilihan set menu berbeda. Salah satunya ada rangkaian menu baru "Volume 6: Passage" yang terdiri dari 8 hidangan dan ada juga yang terdiri dari 11 hidangan dari pembuka hingga penutup. Setiap hidangan dari set menu yang disajika itu menjadi sebuah perjalanan rasa yang telah dirancang dengan begitu cermat dan mendalam. Setiap tamu yang menikmatinya diajak untuk melibatkan seluruh indera dan menemukan keindahan dalam setiap detail hidangan yang dihadirkan.
Bagi yang ingin menikmati hidangan yang lengkap dan lebih mengesankan, bisa menjadikan menu Volume 6: Passage dengan 11 hidangan spesial. Sebagai sajian pembuka (Opening Bites), tamu akan dimanjakan tiga sajian berbeda yang terasa begitu menggugah selera. Bersambung ke menu kedua, terdapat sajian bernama Bluefine Tuna yang menghadirkan sensasi segar di lidah. Sebagai sajian ketiga, masih berupa olahan seafood yang menjadikan scallop sebagai bahan utamanya yang disambung dengan kreasi menu Lobster nan creamy yang menjadi sajian keempat.
Untuk menu kelima, tamu dikejutkan dengan kreasi menu bernama Korean Pear yang menjadikan aneka jamur sebagai bahan utamanya yang disandingkan dengan saus kacang hingga menghadirkan sensasi gurih di lidah. Berlanjut ke olahan Wagyu lembut bercitarasa sedikit manis gurih sebagai menu keenam yang disuguhkan SU MA. Menu ketujuh, tamu kembali dimanjakan dengan kreasi potongan ikan lembut bernama Kinmedai yang dilengkapi dengan kuah segar. Menu utama terakhir pun ditutup dengan olahan bebek berdaging lembut dengan tekstur krispi di bagian kulitnya yang sekaligus sebagai menu kedelapan.
Untuk tiga menu terakhir yang disajikan berupa kategori dessert atau sajian penutup. Tamu akan dimanjakan dengan sensasi dingin, manis, dan segar dari tiga kreasi menu yang dikemas dalam penyajian cantik dan menarik. Terdapat sajian dessert bernama Omija yang dingin dan terasa fruity di mulut, Jiuniang yang tampil begitu estetik, hingga kreasi unik Buttermut Squash yang memadukan kaviar dan mascarpone. Masing-masing sajian itu pun berhasil menutup perjalanan bersantap mewah yang ditawarkan oleh SU MA.
Rangkaian menu yang disuguhkan selama bersantap di SU MA makin sempurna dengan suasana restorannya yang hangat dan terasa intim serta pelayanan terbaik yang diberikan oleh para staf di sana. Untuk dapat menikmati beragam santapan istimewa di SU MA, tamu bisa mendatanginya mulai dari jam 17.00 WIB setiap harinya. Telah hadir selama tiga tahun di Jakarta, SU MA terus konsisten untuk mengedepankan presisi di atas kecepatan, kualitas di atas sensasi, serta kepedulian dalam setiap detail pengalaman bersantap.
Dibalik perjalanan SU MA saat ini ada Executive Chef Brendon Chen dan Co-Executive Chef Ryan Kim yang memiliki latar belakang berbeda. Meski demikian, keduanya memiliki nilai dan filosofi yang sejalan dalam membentuk identitas kontemporer Asia Timur yang menjadi ciri khas SU MA. Khusus untuk Chef Ryan, ia telah membersamai perjalanan SU MA sejak awal melalui keahliannya di bidang pastry, termasuk cita rasa dan budaya Asia Timur.
Chef Ryan Kim memulai perjalanan kulinernya di Korea Selatan sebelum melanjutkan pendidikan di bidang kuliner dan pastry di Le Cordon Bleu Australia. Pengalamannya mencakup beberapa restoran paling prestisius di Australia, termasuk Quay dan Bennelong, sebelum kembali ke Korea Selatan untuk memperdalam keahliannya di dunia dessert dan pastry kelas atas. Tahun 2020, Chef Ryan pindah ke Indonesia dan kemudian mendirikan Fragments, sebuah konsep dessert yang terinspirasi dari cita rasa Korea yang kini berkembang dan dikenal di Jakarta.
āBagi saya, pengalaman bersantap adalah tentang menciptakan momen yang tetap diingat, bahkan setelah hidangan terakhir disajikan. Baik melalui dessert maupun keseluruhan alur pengalaman yang kami hadirkan, saya berharap setiap tamu dapat merasakan kehangatan, perhatian, dan koneksi selama berada di SU MA,ā ujar Chef Ryan Kim.
Sedangkan Chef Brendon yang baru tahun ini bergabung di SU MA memiliki koneksi dengan dapur sedari ia kecil. Ia sering menyaksikan ibu dan neneknya memasak di rumah mereka dan itu menjadi sebuah fondasi baginya. Setelah menempuh pendidikan formal di Le Cordon Bleu London, Chef Brendon membangun karirnya di sejumlah restoran ternama di Asia dan Eropa. Mulai dari Restaurant du Vieux Pont yang berbintang Michelin, MUME, Restaurant Studio, dan Nadodi. Sebelum bergabung dengan SU MA, Chef Brandon mendirikan restoran bernama Playte di Kuala Lumpur yang telah mendapatkan pengakuan dari Michelin Guide.



































Komentar