• Maria Yuliana Kusrini

10 Sajian Khas Kota Pahlawan, Surabaya

Selamat Hari Pahlawan Yukmakaners!! Di moment bersejarah ini, kita sebagai masyarakat Indonesia diingatkan akan perjuangan para pahlawan kita dalam memerangi penjajah dan mendapatkan kemerdekaan. Setiap tanggal 10 November pun diperingati sebagai Hari Pahlawan. Tak hanya ada peringatan Hari Pahlawan saja, Indonesia juga memiliki sebuah kota yang memiliki julukan atau sebutan sebagai Kota Pahlawan. Surabaya, itulah kota yang dimaksudkan.


Penyebutan Surabaya sebagai Kota Pahlawan, tentu memiliki rentetan cerita atau sejarah yang begitu panjang. Salah satunya, adalah perjuangan arek Suroboyo atau para pemuda di Surabaya dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia yang saat itu masih belum diakui oleh bangsa asing dan juga penjajah. Saat itu, para pemuda bertempur melawan penjajah menggunakan sejata berupa bambu runcing dengan tekad dan semangat yang begitu kuat.



Berbarengan dengan moment Hari Pahlawan kali ini, yuk kita telusuri ragam kuliner yang lekat dan khas dengan Kota Pahlawan, Surabaya. Dan berikut ini 10 sajian khas Surabaya yang wajib dicicipi.


1. Rujak Cingur

Menyebut rujak cingur, pasti sebagai besar masyarakat sudah langsung paham jika menu satu ini berasal dari Surabaya. Cingur atau moncong sapi menjadi bahan utamanya yang dipadukan dengan aneka sayuran serta guyuran bumbu kacang dan petis. Moncong sapi yang digunakan diolah dengan cara direbus kemudian dipotong kecil-kecil. Meski banyak orang yang kurang suka pada rasa cingurnya, namun Rujak Cingur jadi pilihan kuliner yang wajib dicicipi saat berkunjung ke Surabaya.


Potongan cingur yang sudah direbus itu disajikan bersama sayuran yang digunakan layaknya sayuran pada olahan pecel sayur, dilengkapi dengan potongan tempe goreng, tahu goreng, dan juga lontong. Selain karena menggunakan cingur, keistimewaan menu ini juga terletak pada penggunaan petis yang dicampurkan pada bumbunya. Petis udang yang menghasilkan aroma dan citarasa khas itu dipadukan dengan bumbu kacang yang terbaut dari kacang tanah goreng, cabai, bawang, gula merah, dan bumbu lainnya. Citarasa manis pedas, dan aromatik dari penggunaan bumbu kacang dan petis ini pun menciptakan sensasi rasa yang sempurna pada sajian satu ini.


2. Rawon

Hidangan berkuah ini punya keunikan dari warnanya yang hitam legam. Warna hitam itu berasal dari penggunaan bumbu kluwek atau kluwak. Selain kluwek, rawon juga menggunakan berbagai bumbu rempah lainnya seperti ketumbar, kemiri, serai, lengkuas, dan lainnya. Berkat penggunaan rempah yang lengkap dan melimpah, sehingga sukses menciptakan sensasi rasa gurih berempah. Umumnya, rawon menggunakan potongan daging sapi yang dipadukan dengan taoge pendek dan telur asin. Meski tampilan daging dan kuahnya terlihat menyeramkan karena berwarna hitam, namun rawon punya citarasa yang begitu lezat dan diminati banyak orang.


3. Soto Surabaya

Layaknya kota lain yang ada di Tanah Air, Surabaya juga punya olahan soto andalan. Soto khas Surabaya umumnya menjadikan daging ayam sebagai bahan utamanya, dipadukan dengan kuah bening berwarna sedikit kekuningan, dan dengan tambahan koya yang begitu melimpah. Penggunaan koya atau tumbukan dari kerupuk udang dan bawang inilah yang menjadi ciri khas dari soto asal Surabaya ini. Selain berisikan potongan daging ayam kampong sekaligus kulit dan ususnya, soto ini juga diramaikan dengan nasi putih, bihun, kubis, telur rebus, seledri, dan taburan bawang goreng. Citarasa kuah dari soto yang juga biasa disebut Soto Ambengan ini begitu gurih karena penggunaan ayam kampung sebagai kaldunya.


4. Sate Klopo

Jika Madura dikenal akan olahan sate ayam, Bali dengan sate lilitnya, Purwakarta dengan olahan sate marangginya, Surabaya pun punya olahan sate khas. Namanya adalah sate klopo. Jika diartikan dalam bahasa Indonesia, ‘klopo’ punya artian sebagai ‘kelapa’. Dan sesuai dengan namanya, sate ini memang menjadikan olahan kelapa sebagai salah satu bahannya. Kelapa yang digunakan adalah kelapa muda yang diparut kemudian diolah bersama dengan aneka bumbu seperti bawang merah, bawang putih, kemiri, ketumbar, dan lainnya. Olahan bumbu dan kelapa parut itu pun dicampurkan pada potongan daging sapi, baru kemudian ditusuk dan dibakar layaknya sate pada umumnya. Urusan rasa, sate klopo khas Surabaya ini punya citarasa yang lezat dan gurih di lidah.


5. Semanggi atau Pecel Semanggi

Meski kebanyakan orang lebih mengenal sajian pecel madiun, diam-diam Surabaya juga punya olahan pecel khasnya sendiri. Semanggi atau Pecel Semanggi namanya. Olahan yang satu ini menjadikan tanaman semanggi sebagai bahan utamanya. Semanggi biasanya diproses dengan cara dikukus atau diebus, namun tak jarang juga dengan cukup direndam menggunakan air panas. Tidak sendirian, biasanya semanggi ditemani dengan rebusan taoge.


Secara tampilan, bumbu yang digunakan pada sajian satu ini mirip bumbu pada pecel kebanyakan. Tapi, ternyata bahan dan rasanya agak berbeda dengan bumbu pecel atau bumbu kacang pada umumnya. Bumbu pecel semanggi ini terbuat dari ubi, kacang tanah, gula merah, terasi, dan cabai. Citarasa gurih, pedas, dan nikmat langsung terasa saat menikmati pecel semanggi.


Penjual salah satu sajian tradisional Surabaya ini paling banyak berasal dari daerah Benowo, pinggiran Kota Surabaya yang juga dikenal dengan sebutan Kampung Semanggi. Begitu populernya pecel semanggi, bahkan sampai sering disebutkan dalam cerita-cerita kesenian ludruk Suroboyoan dan juga ditemukan pada lagu daerah Surabaya.


6. Lontong Balap

Hidangan asli dari Surabaya ini juga namanya begitu populer di telinga masyarakat Indonesia. Sesuai dengan namanya, lontong jadi bahan utamanya. Tidak sendirian, lontong yang sudah diris-iris itu ditemani taoge, tahu goreng, dan lentho atau perkedel yang terbuat dari singkong. Lontong dan teman-temannya itu pun disajikan bersama guyuran kuah yang menggunakan petis dan bawang putih sebagai bumbu utamanya. Jangan lupa, sate kerang akan jadi kondimen wajib dari lontong balap ini.


Awalnya, penjual makanan satu ini kebanyakan berasal dari Kampung Kutisari dan Kendangsari. Kedua kampung itu, sekarang menjadi bagian dari Surabaya Selatan. Para penjual itu menjadikan Pasar Wonokromo yang lokasinya tak jauh dari kampung mereka sebagai titik pemberhentian untuk mereka berjualan. Dan saat menuju ke pasar itulah, para pedagang suka balapan agar bisa sampai lebih dulu dan mendapatkan banyak pembeli. Karena itulah makanan yang mereka jual pun lebih sering disebut sebagai ‘lontong balap’.


7. Lontong Kupang

Selain lontong balap, Surabaya juga punya sajian khas lainnya yang tak kalah menarik. Bernama Lontong Kupang, sajian ini memadukan lontong dengan kupang atau remis atau kerang yang berukuran kecil. Penggunaan kupang inilah yang menjadikan hidangan satu ini begitu berbeda dan punya kekhasan tersendiri. Mirip dengan lontong balap, olahan lontong dan kupang ini juga dihadirkan dengan kuah petis. Bukan Surabaya namanya, jika kuahnya tidak bercitarasa pedas. Dan olahan lontong, kupang, kuah petis bercitarasa pedas itu disempurnakan dengan pendamping wajibnya berupa sate kerang.


8. Bebek Mercon

Surabaya dikenal akan kulinernya yang memiliki citarasa pedas. Bebel mercon menjadi salah satu kuliner khas dan pantang dilewatkan jika berkunjung ke sana. Nama mercon disematkan pada sajian ini karena memang citarasa pedas yang dihadirkan akan meledak di dalam mulut, layaknya mercon. Bebek yang sudah diungkep dengan berbagai bumbu sukses menciptakan sensasi rasa lezat yang memikat. Makin sempurna saat dipadukan dengan bumbu mercon yang menjadikan cabai rawit dan aneka bumbu sebagai bahan utamanya. Ditemani dengan nasi putih hangat, tentunya Bebek Mercon akan jadi menu favorit para penggila hidangan pedas.


9. Sego Babat

Olahan sego babat atau dalam bahasa Indonesianya ‘nasi babat’, jadi salah satu kuliner Surabaya yang wajib dicicipi. Menu satu ini memadukan nasi putih hangat dengan olahan babat yang punya citarasa lezat. Tentunya, sambal bercitarasa pedas akan menjadi pendamping terbaik dari sajian ini. Babat atau jerohan sapi bagian dinding lambung ini diolah dengan berbagai bumbu lalu digoreng hingga matang. Babat goreng punya citarasa yang gurih serta teksturnya yang liat kenyal. Hal itu pun sukses menghadirkan sensasi istimewa dan lezat bagi sebagian besar penikmatnya.


10. Bakwan Surabaya

Jangan bayangkan, sajian bakwan ala Surabaya ini layaknya gorengan yang dibuat dari adonan tepung dan aneka sayuran ya. Itu karena sajian ini lebih mirip dengan bakwan khas Malang atau yang mungkin lebih sering disebut sebagai bakso. Mirip dengan bakwan khas Malang, bakwan Surabaya menjadikan daging sapi, tepung, dan aneka bumbu sebagai bahannya. Kemudian semua bahan itu diolah menjadi bakwan yang tampilannya menyerupai bakso ataupun siomay. Tak ketinggalan kuah bening dari kaldu sapi bercitarasa gurih menjadi penyempurna dari seporsi bakwan Surabaya ini. Tak ketinggalan ada taburan daun bawang dan bawang goreng yang menambah aroma sedapnya.