3 Kreasi Croissant Paris Baguette yang Terinspirasi dari Cerita Rakyat Tradisional
- Maria Yuliana Kusrini

- 12 Agu
- 2 menit membaca
Mengawali bulan Agustus 2026 ini, Paris Baguette menghadirkan tiga kreasi Croissant yang hadir dalam edisi terbatas. Menariknya, Croissant yang diperkenalkan itu memiliki tema yang terinspirasi dari cerita rakyat tradisional Indonesia. Hal itu dilakukan dalam rangka menyambut Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-81 tahun.

Mengusung tema "Legenda Rasa: Because Every Layer Tells A Story", rangkaian croissant ini memadukan keahlian pastry khas Paris Baguette dengan cita rasa serta cerita budaya Nusantara. Semuanya berangkat dari kekayaan cerita rakyat yang menjadi bagian dari warisan budaya Indonesia, Paris Baguette menerjemahkan kisah-kisah itu dalam kreasi pastry premium yang dapat dinikmati dengan cara baru. Melalui Legenda Rasa, setiap lapisan croissant menghadirkan cerita yang merefleksikan keberagaman budaya Nusantara.
āMelalui Legenda Rasa, kami ingin merayakan Hari Kemerdekaan Indonesia lebih dekat dengan keseharian pelanggan. Ketiga kreasi croissant ini merupakan bentuk apresiasi kami
terhadap kekayaan budaya Indonesia yang diterjemahkan ke dalam pastry khas Paris Baguette. Kami berharap setiap lapisan croissant tidak hanya menghadirkan kualitas dan cita rasa premium, tetapi juga mengajak pelanggan mengenang kembali cerita-cerita rakyat yang telah menjadi bagian dari warisan budaya Indonesia,ā jelas Jeremy Sim, selaku CEO Erajaya Food & Nourishment.
Melalui Legenda Rasa, Paris Baguette menghadirkan tiga kreasi croissant yang masing-masing merepresentasikan cerita rakyat Indonesia melalui perpaduan cita rasa, tampilan dan sentuhan khas pada setiap kreasinya. Tiga croissant itu antara lain Croissant Dua Saudari, Croissant Puteri Toba, dan Croissant Pesisir Manis.
Croissant Dua Saudari
Croissant ini terinspirasi dari cerita rakyat 'Bawang Merah Bawang Putih' yang begitu dikenal masyarakat luas. Croissant Dua Saudari menonjolkan kelembutan pada karakter Bawang Putih dan elemen pedas yang mencerminkan karakter Bawang Merah. Perpaduan garlic butter, cream cheese, dan sambal bawang kering menghadirkan keseimbangan rasa gurih, creamy dan sedikit pedas dalam setiap gigitan.
Croissant Puteri Toba
Berbeda halnya dengan croissant bernama Croissant Puteri Toba yang terinspirasi dari Legenda Danau Toba. Croissant ini terdapat hiasan gold dust di bagian atasnya yang melambangkan sisik ikan mas yang diceritakan dalam Legenda Danau Toba. Sebagai isian di dalamnya, terdapat markisa Medan yang dilapisi white chocolate. Keduanya itu berhasil memberikan perpaduan rasa manis dan segar sekaligus dalam sekali gigitan.
Croissant Pesisir Manis
Untuk kreasi yang satu ini lebih mengambil inspirasi dari Legenda atau kisah Si Malin Kundang. Croissant Pesisir Manis dihadirkan dengan tampilan atau warna menyerupai batu, menyesuaikan dengan kisah Si Malin Kundang yang pada akhirnya dikutuk menjadi batu oleh sang ibu. Agar terlihat lebih menarik, croissant ini diberi sentuhan gold leaves yang
melambangkan kekayaan. Tak ketinggalan perpaduan wijen panggang dan salted caramel yang turut digunakan, menghasilkan cita rasa gurih dan manis yang harmonis.
Ketiga kreasi croissant ini sudah tersedia mulai 10 Agustus 2026 di seluruh gerai Paris Baguette Indonesia. Hanya hadir dalam periode waktu yang terbatas, ketiga croissant ditawarkan dengan harga Rp 45.000,- per variannya. Melalui 'Legenda Rasa', Paris Baguette ingin mengajak pelanggan untuk merayakan Hari Kemerdekaan Indonesia dengan menikmati interpretasi baru atas cerita rakyat Indonesia melalui pastry premium yang dibuat dengan kualitas terbaik.



Komentar