Konsistensi JF3 Fashion Festival yang Perkuat Ekosistem Fashion Indonesia
- Maria Yuliana Kusrini

- 18 jam yang lalu
- 3 menit membaca
JF3 Fashion Festival terus menjaga konsistensinya di tengah perubahan industri fashion yang semakin cepat. Hal itu dibuktikan dengan diselenggarakannya JF3 Fashion Festival 2026 yang hadir sebagai wadah presentasi koleksi, sekaligus sebagai platform yang menghubungkan desainer dengan pengetahuan, pasar, jaringan, hingga peluang pengembangan yang lebih luas.

Saat ini, industri fashion menuntut lebih dari sekadar kemampuan menciptakan karya yang menarik saja. Desainer dan brand perlu memiliki identitas yang kuat, kualitas eksekusi yang konsisten, pemahaman pasar yang matang, serta kemampuan untuk membangun bisnis yang berkelanjutan. Dalam konteks inilah, JF3 terus memperkuat perannya sebagai salah satu platform fashion paling konsisten di Indonesia, dengan menghadirkan ruang yang mempertemukan kreativitas, kolaborasi, dan akses bagi desainer lokal maupun internasional.
"Melalui JF3, kami menghubungkan proses kreatif dengan akses pasar yang nyata, dari runway langsung ke konsumen. Industri fashion yang kuat tidak tumbuh dari satu event, tetapi dari ekosistem yang dibangun secara konsisten. Kami percaya bahwa kreativitas yang didukung oleh infrastruktur yang tepat akan menghasilkan dampak ekonomi yang jauh lebih besar," ungkap Soegianto Nagaria sebagai Chairman JF3 Fashion Festival.
Rencananya, puncak penyelenggaraan JF3 Fashion Festival 2026 akan berlangsung pada 23–29 Juli 2026 di Fashion Tent, Summarecon Mall Kelapa Gading, Jakarta Utara. Tahun ini, JF3 Fashion Festival mengusung tema “Recrafted: Shaping the Future”, sebagai kelanjutan dari komitmen JF3 untuk melihat fashion bukan hanya sebagai ekspresi kreatif, tetapi sebagai ekosistem yang perlu terus dibentuk, diperkuat, dan diarahkan agar mampu menjawab kebutuhan masa depan.
JF3 Fashion Festival 2026 akan menghadirkan lebih dari 50 desainer dan brand dari Indonesia, Asia Tenggara, Asia Timur, hingga Eropa. Dari Indonesia, sejumlah nama yang telah menjadi bagian penting dalam perjalanan JF3 akan kembali tampil. Mulai dari Tities Sapoetra, Hartono Gan, Amotsyamsurimuda, Adrie Basuki, Sofie, Howard Laurent, Raegitazoro, dan Lakon Indonesia. JF3 juga menjadi ruang bagi hadirnya talenta dan perspektif baru dalam industri fashion Indonesia melalui desainer seperti Billy Tjong, Yasa, The Theme, dan Super Sentimental Secret Theory.

Kolaborasi bersama Indonesian Fashion Chamber (IFC) akan dihadirkan melalui parade show yang menampilkan Rengganis, Opie Ovie, dan Xander.G. Sementara itu, kolaborasi dengan Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia (APPMI) menghadirkan Zahira by Koyko, Agathandy, serta Haze Be Wear by Harry Hasibuan, yang kembali menjadi bagian dari rangkaian JF3 Fashion Festival 2026.
Hadir pula Rohan Mirza Studio, label yang mengeksplorasi teknologi, material, dan teknik fabrikasi eksperimental seperti cetak 3D dan silikon. JF3 turut menghadirkan Tareet, label milik Etienne yang karyanya pernah dikenakan oleh Playboi Carti dan Enhypen serta dipercaya merancang jersey Olympique de Marseille bersama Puma. Louise Marcaud kembali berpartisipasi dengan membawa koleksi terbaru yang terinspirasi dari tenun lurik, hasil eksplorasi dan pendalaman kreatifnya setelah berpartisipasi dalam JF3 dan Pintu Cultural Visit tahun lalu.
“Indonesia memiliki kekayaan craftsmanship, material, pengetahuan, dan identitas budaya yang sangat besar. Namun semua itu tidak cukup jika hanya berhenti sebagai potensi. Semua itu perlu diolah, diarahkan, dan dihubungkan dengan sistem yang tepat. Di JF3, kami ingin membuka ruang, agar desainer tidak hanya tampil, tetapi juga berkembang, bertukar, dan menemukan peluang untuk melangkah lebih jauh,” jelas Thresia Mareta, Advisor JF3.

Ajang JF3 Fashion Festival 2026 juga diramaikan oleh para desainer internasional. Dari Prancis, JF3 2026 menghadirkan 30%70, brand dari Fengyuan DAI yang pernah berkolaborasi dengan Jean-Paul Gaultier, Le 19M, Sandrine Philippe, dan Stéphane Ashpool. Pada tahun 2023, Ia terpilih sebagai finalis dalam Festival Internasional Mode, Fotografi, dan Aksesori, Hyères. Kolaborasi dengan Prancis semakin diperkuat melalui keterlibatan École Duperré Paris, yang akan melakukan presentasi kolaboratif bersama para incubees Pintu dan finalis Future Fashion Designer 2026.
Dari Asia Tenggara, AFDS (ASEAN Fashion Designers Showcase) akan menghadirkan beberapa brand seperti Erjohn dela Serna House of Designs dari Filipina, Kinnaly dari Laos, dan Indra Murak dari Singapura. Sebagai bagian dari penguatan kolaborasi antara JF3 dan Busan Fashion Week, JF3 2026 juga menghadirkan desainer asal Korea Selatan. Desainer itu antara lain Studio di Perla, Ohgyo, dan Consteller D.L. yang menjadi upaya JF3 untuk memperluas jejaring regional dan menghadirkan perspektif baru dalam perkembangan fashion Asia.

Sebagai bagian dari penguatan akses antara brand dan konsumen, JF3 juga kembali menghadirkan Fashion Village, sebuah pameran produk fashion terkurasi. Fashion Village berlangsung di Summarecon Mall Kelapa Gading antara tanggal 22 Juli – 2 Agustus 2026. Fashion Village akan menghadirkan lebih dari 50 brand dari berbagai kategori, termasuk ethnic apparel, modern apparel, dan perhiasan.
Sementara itu, di Summarecon Mall Serpong, JF3 menghadirkan CODE.STRT, festival streetwear dan budaya urban yang kini memasuki edisi ketiga. Acara akan berlangsung pada 30 Juli – 9 Agustus 2026 yang menjadi bagian dari upaya JF3 untuk menjangkau spektrum fashion yang lebih luas, sekaligus membuka ruang bagi perkembangan budaya urban dan komunitas kreatif muda.
JF3 merupakan hasil kolaborasi strategis antara Summarecon dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, serta didukung oleh Kementerian Pariwisata dan Kementerian Ekonomi Kreatif Republik Indonesia. Sejak pertama kali diselenggarakan pada tahun 2004 lalu, JF3 terus berkembang menjadi ruang pertemuan bagi desainer, brand, pelaku UMKM, pengrajin, institusi pendidikan, komunitas kreatif, media, buyer, serta mitra dari berbagai negara.



Komentar