• Novi Amaliyah

11 Manfaat Jeruk Bali Untuk Kesehatan dan Diabetes


jeruk bali atau pomelo
Jeruk Bali dikenal juga dengan pomelo, jeruk yang memiliki segudang manfaat untuk kesehatan

Jeruk bali (Citrus grandis, C. Maxima) atau juga dikenal dengan sebutan pomelo merupakan salah satu jenis jeruk yang sangat terkenal dan menjadi salah satu jenis jeruk favorit. Ini karena ukuran yang lebih besar dari kebanyakan jeruk lainnya. Jika jeruk lain rata-rata seukuran kepalan tangan, jeruk bali bisa mencapai dua atau tiga kali lipatnya. Selain ukuran buahnya yang besar, buah ini juga memiliki kulit yang tebal.


Di Indonesia kulit jeruk bali yang tebal sering dijadikan sarana berkreasi, seperti membuat mobil, atau miniatur perahu layar untuk mainan anak-anak. Uniknya, meski diberi nama jeruk Bali, namun jeruk ini sebenarnya tidak ada hubungannya dengan pulau Bali. Tidak pernah jelas asal usul penamaan jeruk ini, juga tidak jelas mengapa diberi nama Pomelo.

Fakta nyata malah menunjukkan sebaliknya, bahwa jeruk ini tidak ada hubungannya dengan pulau atau provinsi Bali, karena perkembangbiakannya sebenarnya di pulau Jawa.


Pomelo, seperti jeruk lainnya, memiliki kandungan vitamin C yang dibutuhkan tubuh untuk menjaga kesehatan, terutama meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan kesehatan tubuh secara umum. Dalam 100 gram jeruk bali terdapat 350 mikrogram vitamin C. Selain vitamin C, juga mengandung senyawa pektin seperti yang terdapat pada jeruk lainnya, yang berguna untuk menurunkan kadar kolesterol dalam darah. Kemudian, jeruk bali juga mengandung bioflavonoid, likopen, vitamin A, B, B1, dan B2, serta asam folat.


Semua vitamin dan mineral memiliki kemampuan untuk membersihkan darah, sehingga kesehatan tubuh lebih terjaga. Khusus untuk asam folat, nutrisi tersebut sangat dibutuhkan ibu hamil, karena mendukung pertumbuhan dan perkembangan janin dalam kandungan. Oleh karena itu, mengkonsumsi buah pomelo atau jeruk bali selalu dianjurkan untuk ibu hamil karena mereka bisa mendapatkan manfaat buah jeruk yang luar biasa untuk ibu hamil. Selain sangat bermanfaat untuk menunjang kesehatan ibu hamil, buah pomelo juga baik dikonsumsi bagi penderita diabetes. Berikut 11 manfaat jeruk bali yang baik untuk kesehatan dan penderita diabetes seperti dilansir Healthline dan berbagai sumber.


Kaya Nutrisi

Jeruk bali sangat kaya akan nutrisi dan vitamin C serta potasium. Selain itu jeruk satu ini juga mengandung beberapa vitamin dan mineral lainnya, serta protein dan serat.


Kaya Serat

Jeruk bali merupakan buah yang kaya serat. Satu buah jeruk bali mengandung 6 gram serat. Serat dapat membantu membantu melancarkan proses pencernaan dan pembuangan serta memberi makan bakteri usus yang sehat, dan meningkatkan kesehatan pencernaan dan kesehatan secara keseluruhan.

Membantu Menurunkan Berat Badan

Jeruk bali relatif rendah kalori untuk ukurannya yang besar dan mengandung protein, kaya serat dimana keduanya dapat membantu untuk merasa kenyang lebih lama. Kamu bisa memilih jeruk satu ini dalam asupan menu sehari-hari, khususnya untuk yang sedang dalam program penurunan berat badan.


Kaya Antioksidan

Jeruk bali mengandung antioksidan tingkat tinggi, termasuk vitamin C, naringenin, naringin, dan likopen, yang menawarkan berbagai manfaat kesehatan termasuk menangkal radikal bebas.


Membantu meningkatkan Kesehatan Jantung

Ekstrak jeruk bali telah terbukti mengurangi kadar lemak darah dalam penelitian pada hewan, tetapi penelitian lebih lanjut pada manusia diperlukan. Khusus untuk yang sedang mengonsumsi obat mengonsumsi obat statin atau obat penurun kolesterol sebaiknya hindari mengonsumsi jeruk bali.


Mungkin Memiliki Sifat Anti-Aging

Pomelo memiliki sifat anti-penuaan karena kandungan antioksidannya dan kemampuannya untuk mengurangi pembentukan AGEs. Antioksidan, termasuk vitamin C, dapat membantu mencegah kerusakan kulit yang disebabkan oleh radikal bebas berbahaya yang membantu mempertahankan penampilan yang lebih muda. Pomelo juga dapat menurunkan pembentukan produk akhir glikasi lanjut (AGEs), yang disebabkan oleh kadar gula darah tinggi. AGEs dapat berkontribusi pada proses penuaan dengan menyebabkan perubahan warna kulit, sirkulasi yang buruk, dan masalah penglihatan dan ginjal - terutama pada orang dengan diabetes tipe 2.


Mengandung Anti Bakteri dan Jamur Jeruk bali juga disinyalir memiliki sifat antibakteri dan antijamur, meskipun sebagian besar penelitian tentang efek ini telah menggunakan minyak esensial yang terbuat dari kulit pomelo. Dalam satu penelitian tabung reaksi, minyak esensial pomelo memperlambat pertumbuhan bakteri pada lensa kontak. Studi lain mengamati bahwa minyak esensial pomelo membunuh Penicillium expansum, jamur yang dapat menghasilkan neurotoksin berbahaya, lebih efektif daripada minyak jeruk, jeruk nipis, atau lemon. Sementara buah itu sendiri mungkin memiliki beberapa sifat antibakteri dan antijamur ini, namun penelitian lebih lanjut diperlukan. Karena minyak esensial sangat terkonsentrasi, dan tidak boleh dikonsumsi, dan untuk untuk penggunaan luar harus diencerkan dengan benar sebelum mengoleskannya ke kulit.


Melawan Kanker

Ekstrak dari kulit dan daun jeruk bali telah terbukti membunuh sel kanker dan mencegah penyebaran kanker dalam penelitian tabung reaksi. Namun, penelitian lebih lanjut pada manusia diperlukan untuk memahami bagaimana buah pomelo mempengaruhi kanker.


Menurunkan Kadar Gula Dalam Darah

Buah jeruk bali ini memiliki senyawa flavonoid yang tinggi salah satunya adalah naringenin. Menurut beberapa penelitian, naringenin mampu merangsang pembakaran lemak berlebih pada obesitas. Naringenin membuat kadar trigliserida dalam darah menjadi normal sehingga dapat mengembalikan kadar gula darah menjadi normal. Penderita diabetes dengan peningkatan gula darah karena obesitas atau pola makan yang tidak sehat. Pemecahan karbohidrat dan lemak berlebih menyebabkan kadar gula darah meningkat. Pengendalian lemak akibat obesitas dapat dilakukan dengan mengkonsumsi buah jeruk bali secara rutin. Kondisi kadar gula darah yang terkontrol bermanfaat bagi penderita diabetes agar merasa lebih baik.


Menurunkan Kadar Kolesterol

Jeruk bali memiliki kandungan pektin yang sangat banyak dibandingkan dengan jenis jeruk lainnya. 1 buah jeruk bali mengandung pektin 3,9%. Setiap 15 gram pektin mampu menurunkan kadar kolesterol 10% dan kandungan pektin dalam jeruk bali merupakan jenis serat yang mudah larut sehingga mempengaruhi penyerapan di usus. Penyerapan lemak tubuh menjadi lebih efektif dan tersalurkan untuk dibuang melalui feses. Kolesterol merupakan komponen kadar lemak yang fluktuasinya mengikuti kadar gula darah. Penderita Diabetes mungkin memiliki kadar kolesterol tinggi karena berat badan yang tidak ideal atau asupan makanan yang berlebihan. Dengan mengontrol kadar kolesterol akan mempengaruhi laju darah dan pencegahan peningkatan tekanan darah pada penderita diabetes sehingga tidak mencapai risiko komplikasi penyakit jantung.


Meregenerasi Jaringan Yang Rusak

Jeruk bali memiliki kandungan antioksidan seperti lyikopen, vitamin C, dan lain-lain, ditambah lagi kandungan vitamin C yang tinggi sebanyak 350 mikrogram per 100 gram daging jeruk. Vitamin C merupakan sumber oksidan yang baik bagi tubuh. Vitamin C juga berperan sebagai zat untuk meregenerasi sel-sel tubuh. Sel-sel tubuh akan beregenerasi sendiri setiap saat, sehingga dibutuhkan asupan vitamin C untuk membantu regenerasi. Vitamin C juga mempengaruhi penyembuhan luka atau jaringan yang rusak.