top of page
  • Maria Yuliana Kusrini

Perhatikan 6 Tips Ini Saat Membuat Surabi ala Bandung

Ada banyak jenis kudapan atau jajanan pasar yang bisa ditemukan di berbagai daerah di Indonesia. Surabi salah satunya yang cukup populer dan punya banyak penggemar. Berasal dari kawasan Bandung, Jawa Barat, jajanan satu ini nyaris sama dengan serabi khas Solo, Jawa Tengah. Meski demikian, antara surabi khas Bandung dan serabi khas Solo memiliki beberapa perbedaan yang terlihat langsung dari bentuk dan juga topping yang digunakan.


Surabi umumnya memiliki sensasi rasa gurih yang khas dan bisa disajikan dengan pilihan manis ataupun asin. Jajanan satu ini pun cukup mudah ditemukan di berbagai tempat makan atau pun penjual jajanan pasar. Ingin mendapatkan sensasi surabi yang berbeda dengan yang kebanyakan dijajakan, kita juga bisa membuatnya sendiri di rumah. Diungkap oleh Chef Ali Tosin, kita perlu perhatikan enam hal penting ini sebelum praktek membuat surabi ala Bandung sendiri.



Bikin adonan satu hari sebelumnya

Saat membuat adonan surabinya, sebaiknya dibikin satu hari sebelumnya. Hal itu bertujuan untuk mengistirahatkan ragi yang digunakan sebagai salah satu bahan dari adonan surabi.

Namun apabila dianggap terlalu lama, maka adonan bisa dibuat di hari yang sama. Akan tetapi, adonan harus diistirahatkan dulu selama 3-4 jam sebelum diproses menjadi surabi.


Simpan adonan dalam chiller

Adonan yang telah dibuat itu pun akan mendapatkan hasil yang lebih bagus jika disimpan dalam chiller. Tujuannya supaya pori-pori pada adonannya terbuka dan nantinya hasilnya lebih mekar. Apabila hanya disimpan dalam suhu ruangan, maka hasilnya tak sebagus yang disimpan dalam chiller. Adonan yang disimpan dalam chiller ini bisa bertahan hingga 3 hari dalam chiller.


Pakai air hangat sebagai campuran adonan

Saat membuat adonan surabinya, sebaiknya gunakan air hangat. Jangan gunakan air dingin. Suhu dari air hangat yang digunakan akan membuat raginya mengembang. Apabila adonan dibuat menggunakan air dingin, maka adonan surabinya tidak akan mengembang.


Jangan tambahkan garam

Apabila sudah menggunakan ragi sebagai bahan campuran adonan, maka sebaiknya jangan menambahkan garam. Apabila ragi dan garam akan bertemu maka akan membuat adonan surabi menjadi tidak mengembang sempurna. Sebaiknya gunakan salah satu bahan saja, ragi atau garam.


Masak dengan tembikar

Saat proses membuat surabinya, gunakan tembikar atau periuk berukuran kecil yang terbuat dari tanah liat. Surabi yang dimasak menggunakan periuk tanah liat itu dibakar sekitar 10 menit dengan menggunakan api arang. Tujuan menggunakan tembikar ini karena memiliki panas yang rata dan stabil. Selain itu, aroma surabinya pun lebih keluar.

 

Variasi toppingnya

Surabi khas Bandung memiliki pilihan topping yang lebih bervariasi jika dibandingkan dengan serabi khas Solo. Umumnya, surabi Bandung memiliki topping kinca duren. Meski demikian, bisa juga bertopping strawberry, cokelat, mayones, hingga oncom. Topping oncom memiliki sensasi rasa yang gurih asin. Topping ini memadukan oncom yang dihancurkan lalu ditumis. Kemudian dibumbui menggunakan garam, lada bubuk, dan kaldu bubuk.


Comments


bottom of page