• Novi Amaliyah

6 Manfaat Jus Lidah Buaya Untuk Penderita Diabetes


Lidah Buaya
Selain bermanfaat untuk kesehatan rambut, lidah buaya ternyata berkhasiat bagi penderita diabetes militus

Lidah buaya selain dikonsumsi untuk kecantikan manfaat lidah buaya juga sering digunakan untuk mengatasi gangguan kesehatan seperti sembelit, penyakit kulit, cacingan, infeksi, dan kolik. Selain itu, lidah buaya sering digunakan dalam bidang industri, kosmetik, farmasi, dan makanan. Manfaat lidah buaya untuk kesehatan tidak terlepas dari berbagai nutrisi baik yang terkandung di dalamnya, antara lain kalsium, magnesium, fosfor, zat besi, natrium, seng, folat, antioksidan, vitamin A, B, C, dan E, ditambah beberapa enzim dan esensial, asam amino. Selain memiliki khasiat untuk menjaga kesehatan rambut. Siapa sangka lidah buaya ternyata juga dapat digunakan sebagai bahan alami untuk melawan diabetes. Berikut 6 manfaat jus lidah buaya untuk membantu melawan diabetes seperti dilansir dari Healthline.


1. Hipoglikemik

Lidah buaya memiliki kemampuan hipoglikemik (menurunkan kadar gula darah) yang kuat. Itulah sebabnya, tanaman ini sangat bermanfaat bagi penderita diabetes, baik diabetes tipe 1 maupun diabetes tipe 2. Kandungan bahan kimia dalam lidah buaya, seperti kromium dan alprogen, berkhasiat untuk menurunkan gula darah. Kromium dipercaya berperan dalam merangsang sekresi insulin oleh sel beta pankreas dan membantu menurunkan kadar gula darah.


2. Tinggi Kandungan Glukomanan dan Antrakuinon

Selain dimanfaatkan sebagai bahan baku untuk sampo lidah buaya, kandungan yang terkandung dalam jus lidah buaya adalah glukomanan. Yang merupakan polisakarida dari jenis hemiselulosa yang terdiri dari rantai galaktosa, glukosa, dan mannose. Mudah larut dalam air dan mudah diserap tubuh sehingga kadar gula darah bisa turun secara signifikan. Antrakuinon, yaitu glikosida, dalam jus lidah buaya yang berfungsi sebagai “zat obat” alami yang dapat melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan, meremajakan sel-sel tubuh yang telah rusak, dan memiliki efek hipoglikemik. Zat ini sangat diperlukan dalam rangka pengobatan dan mencegah komplikasi akibat diabetes.


3. Kaya Antioksidan

Jus lidah buaya mengandung tingkat antioksidan dan sifat anti-inflamasi yang sangat kuat. Zat tersebut dapat melindungi tubuh dari kemungkinan cedera yang akan terjadi pada penderita diabetes, seperti bisul dan gangren. Selain itu, antioksidan ini juga berfungsi untuk melindungi pembuluh darah dari kerusakan sehingga dapat mengurangi risiko komplikasi pada ginjal, otak, dan jantung.


4. Merangsang Produksi Insulin

Lidah buaya merupakan bahan obat alami sehingga kecil kemungkinan bagi pengguna mendapatkan efek samping. Mengkonsumsi jus lidah buaya direkomendasikan sebagai alternatif yang baik sebagai pengganti suntikan insulin, karena alami, sehingga tidak memiliki efek samping yang berpotensi membahayakan. Manfaat lain Aloe Vera untuk diabetes lainnya adalah, dapat merangsang produksi insulin. Itulah sebabnya, tanaman ini dapat membantu mengendalikan hiperglikemia.


5. Membantu Menurunkan Kadar Gula

Selain manfaat lidah buaya untuk kecantikan, salah satu manfaat lidah buaya yang mengejutkan lainnya adalah menurunkan kadar gula darah. Dalam beberapa penelitian dan uji klinis, mengkonsumsi 2 sendok makan daging tumbuhan lidah buaya per hari telah terbukti dapat menurunkan kadar gula darah pada penderita diabetes tipe 2. Hasil yang lebih baik diharapkan setelah minum lidah buaya secara teratur. Meski begitu, sebaiknya tetap harus berhati-hati saat menggunakan lidah buaya untuk menurunkan gula darah, terutama jika tengah mengonsumsi obat diabetes. Pastikan untuk berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu.


6. Mencegah Dehidrasi dan Peradangan

Lidah buaya mengandung banyak air, sehingga sangat cocok dikonsumsi untuk mengobati dan mencegah dehidrasi. Selain itu, bagi yang gemar melakukan aktivitas fisik, mengonsumsi jus lidah buaya juga dapat mengembalikan stamina yang hilang setelah beraktivitas. Lidah buaya juga berkasiat dapat membantu mencegah peradangan dalam tubuh karena sifat anti-inflamasi yang dapat menghambat dan menekan reaksi peradangan.