• Novi Amaliyah

7 Makanan Agar Pencernaan Lebih Sehat


Menjaga kesehatan sistem pencernaan adalah sama pentingnya seperti menjaga organ tubuh yang lain. Karena sistem pencernaan yang terganggu dapat mengakibatkan efek beruntun lainnya dan menimbulkan komplikasi kesehatan kronis. Perut kembung, sembelit adalah beberapa gangguan yang sering terjadi dalam sistem pencernaan. Meski sering dianggap sepele, faktanya kesehatan usus sangat berkaitan erat dengan sistem kekebalan tubuh atau imunitas. Ada sekitar tujuh puluh hingga delapan puluh persen sel kekebalan tubuh yang terletak di dalam sistem pencernaan. Usus sering kali menjadi titik masuk pertama untuk terpapar patogen berupa bakteri jahat dan virus yang dapat menyebabkan penyakit.


Sistem pencernaan terdiri dari sel, protein, jaringan, dan organ yang bekerja sama secara kompleks untuk mempertahankan tubuh dari bakteri berbahaya, penyakit menular, dan racun. Faktanya, mukosa usus terhubung dengan populasi sel kekebalan terbesar di tubuh. Ini juga dikenal sebagai sel imun gastrointestinal yang berasal dari cabang limfoid sistem kekebalan.


Karenanya sangat penting menjaga kesehatan pencernaan untuk menghindari berbagai penyakit di kemudian hari. Salah satunya dengan menjaga makanan dan asupan yang dikonsumsi sehari-hari. Buah dan sayur adalah makanan yang wajib dikonsumsi setiap hari, selain itu ada beberapa makanan yang dapat membuat sistem pencernaan menjadi lebih sehat. Berikut 7 makanan untuk membuat sistem pencernaan lebih sehat yang bisa kamu tambahkan dalam asupan harian.

Sayuran Berfermentasi

Sayuran yang difermentasi seperti acar, kimchi, dan sauerkraut, merupakan makanan yang mempunyai khasiat detoksifikasi yang manjur. Sayuran ini memiliki kadar probiotik yang sangat tinggi bahkan jauh lebih banyak daripada suplemen probiotik dan tentunya lebih murah karena bisa dibuat sendiri di rumah. Makanan ini juga memecah dan menghilangkan logam berat dan racun lainnya dari tubuh.


Biji Chia

Sekilas tampilannya mirip biji selasih, biji chia atau chia seeds merupakan biji dari tanaman chia yang berasal dari Meksiko dan Guatemala. Biji chia merupakan sumber nutrisi dan antioksidan yang sangat kaya. Biji kecil yang tidak berasa ini berwarna coklat tua, putih atau hitam, ini juga merupakan sumber serat, asam lemak omega-3, mineral dan antioksidan yang sangat baik. Dua sendok makan biji chia dapat menyediakan 10 gram serat, yang dapat mengurangi peradangan, menurunkan kolesterol dan mengatur jalannya fungsi usus besar. Berarti 33% dari asupan serat yang direkomendasikan harian per hari dapat digantikan hanya dalam dua sendok makan biji chia. Biji chia biasanya dinikmati dengan cara direndam terlebih dulu yang kemudian akan mengembang saat dicampur dengan cairan dan membentuk gel seperti pudding. Kamu bisa menggunakan air, susu ataupun cairan lain untuk berkreasi.


Minyak Kelapa

Minyak kelapa bisa menjadi alternatif pengganti untuk butter maupun binyak sawit. Selain citarasa dan aromanya yang gurih, minyak kelapa juga memiliki kandungan antimikroba dan asam lemak yang dapat meningkatkan kerja sistem pencernaan, kekebalan, serta meningkatkan energi dan metabolisme. Coba gunakan minyak kelapa organik, yang tidak dimurnikan, bisa digunakan untuk menggoreng maupun aneka tumisan dan panggangan.


Zucchini

Zucchini adalah sayuran kecil yang tak hanya dapat mengenyangkan tetapi juga memiliki manfaat dapat melembabkan. Zucchini mendorong pencernaan jadi lebih sehat dan mendetoksifikasi tubuh. Karena kandungan seratnya yang tinggi, zucchini memiliki efek membersihakan pada saluran pencernaan, terutama usus.  Sayur ini dapat bertindak sebagai pencahar ringan, membersihkan dinding usus dan mencegah racun karsinogenik mengendap di usus besar. Zucchini bisa berwarna hijau tua atau kuning, dan biasanya dinikmati dengan dipanggang, atau ditambahkan ke hidangan tumisan. Sebagian besar nutrisi sayur ini ada di kulit, jadi biarkan tak perlu dikupas untuk mendapatkan manfaat  yang maksimal. Zucchini juga bisa dimakan mentah.


Ghee


Ghee sebenarnya adalah mentega murni dengan kandungan lemak susu, gula dan laktosa yang dihilangkan. Tidak seperti mentega, ghee tidak akan menjadi tengik pada suhu kamar dan dapat mempertahankan rasa dan kesegaran aslinya hingga satu tahun. Sementara lemak dan minyak lain dapat memperlambat proses pencernaan tubuh dan memberi kita perasaan "berat" di perut, ghee justru dapat merangsang sistem pencernaan dengan mendorong sekresi asam lambung untuk memecah makanan.


Salmon Liar Alaska

Salmon liar Alaskan adalah salah satu makanan yang memiliki kandungan sebagai anti-inflamasi yang lezat dan sehat, tidak seperti salmon Atlantik dan varietas lain yang dibudidayakan di peternakan, salmon liar Alaska tidak diberi makan makanan yang dimodifikasi secara genetik.


Kaldu tulang

Konsumsi kaldu tulang adalah cara yang sederhana, mudah, dan hemat biaya untuk memperbaiki sistem pencernaan, mengurangi peradangan, dan melindungi dari infeksi. Gelatin yang terdapat dalam kaldu tulang menarik dan menahan cairan yang membantu menyembuhkan dan mengunci usus dan membuat pencernaan jadi lebih baik. Kaldu tulang juga mengandung mineral yang mudah diserap, termasuk kalsium, magnesium, fosfor, kondroitin belerang, dan glukosamin. Cobalah membuat rebusan dan simpan kaldu. Dengan menggunakan slow cooker tambahkan dengan sayuran seperti wortel, seledri, bawang merah, dll untuk mendapatkan kuah kaldu yang tak hanya menyehatkan tetapi juga lezat.


© 2019 yukmakan channel