• Novi Amaliyah

Aneka Sambal Pedas Dari Berbagai Negara


Sambal atau saus bercitarasa pedas memang menjadi pelengkap yang nikmat saat bersantap. Citarasa makanan pedas menjadi salah satu citra kuliner di Asia, meski cabai yang masih dalam keluarga paprika ini berasal dari Mexico.


Ada banyak varietas cabai yang ada mulai dari rawit hingga jalapeño, berasal dari Meksiko ini menyebar ke berbagai wilayah di dunia. Cabai menjadi salah satu komoditas dalam jalur perdagangan sejak abad ke-15. Cabai digunakan dalam berbagai masakan dan olahan aneka sambal dan saus.


Ada banyak variasi resep sambal dan saus mulai dari menggunakan cabai segar, ada yang ditumis hingga difermentasi. Selain itu ada yang menambahkan aneka rempah, untuk tekstur ada yang dibuat pasta hingga halus atau cukup dirajang. Untuk kamu yang suka citarasa pedas kamu bisa mencoba saus atau sambal khas dari berbagai negara, mulai dari negara Asia, Afrika, Amerika hingga Timur Tengah.


Asia

Nam Prik Pao (Thailand)

Kuliner Thailand dikenal dengan citarasanya yang pedas dan asam, salah satu sambal khas Thailand ada pasta cabai Nam Prik Pao yang menjadi salah satu bumbu serbaguna untuk semua hidangan khas Thailand seperti tom yum, pad Thai, dan bahkan digunakan sebagai olesan roti lapis. Dalam bahasa Thailand, "nam prik" berarti pasta cabai dan "pao" artinya sangrai, meskipun ada banyak versi saus ini, resep dasarnya adalah menggunakan cabai panggang, bawang merah, dan bawang putih.

Chinese Hot Chili Oil

Kekayaan kuliner Tiongkok sangat beragam, setiap provinsi memiliki ciri khas tersendiri. Namun begitu minyak cabai sangat umum digunakan dalam semua masakan di China. Perbedaan antara resep dan cara penggunaannya, bergantung pada wilayah mana. Namun untuk citarasa pedas di China kebanyakan berasal dari Sichuan, Hunan, dan Shaanxi, di mana perpaduan rasa yang kuat dan teknik memasak yang otentik. Selain minyak cabai bahan-bahan seperti jahe, bawang putih, biji wijen, dan merica Sichuan adalah bahan otentik khas Sichuan yang sangat populer.

Chogochujang

Chogochujang adalah bumbu pedas khas Korea yang menjadi bumbu dasar untuk membuat bibimbap. Chogochujang terbuat dari paduan pasta cabai yang difermentasi khas Korea, gochujang yang kemudian dicampur dengan beras ketan, malt, bubuk kedelai yang difermentasi, dan garam. Fermentasi biasanya memakan waktu hingga selama 6 bulan dalam wadah khusus untuk mendapatkan citarasa dan aroma yang khas.

Sriracha

Asal usul saus Sriracha masih banyak diperdebatkan, konon merek Thailand Sriraja Panich adalah pencipta asli dan membuat saus yang terkenal ini di Si Racha, Thailand, pada tahun 1930-an. Saus pedas serba guna berwarna merah cerah ini terbuat dari cabai merah, bawang putih, cuka, garam, dan gula. Citarasa pedas dan tajam dengan sedikit rasa manis, yang membedakannya dari berbagai aneka sauas lainnya. Saus ini bisa langsung dimakan sebagai saus cocolan bisa juga digunakan sebagai saus rendaman hingga koktail.

Sambal

Sambal adalah salah satu sajian khas Indonesia yang berasal dari pulau Jawa ada banyak jenis sambal khas Nusantara. Selain di Indonesia, Malaysia dan Singapura juga mengenal sambal, bahkan Belanda saat menjajah Indonesia pada abad ke-19. Sambal terbuat dari paduan cabai rawit, cabai, tomat dan terasi yang dihaluskan kemudian ditumis agar lebih tahan lama.


Timur Tengah

Schug

Dikenal dengan sebutan schug, pasta cabai segar ini berasal dari Yaman, yang disebut sahawiq. Ada varietas schug merah dan hijau, perbedaan utamanya adalah yang pertama dibuat dengan cabai merah, yang biasanya menyiratkan profil yang lebih pedas. Kemudian ditambah dengan bawang putih, ketumbar, jintan hitam, dan minyak zaitun kemudian dicampur ke dalam resep, menghasilkan saus yang beraroma khas. Schug biasanya digunakan untuk melengkapi berbagai hidangan. Di Yaman, Schug dipadukan untuk menikmati saltah, sup fenugreek yang gurih, dan di Israel sering dipadukan di atas falafel dan shawarma.

Amba

Amba seringkali dibandingkan dengan chutney, saus amba dibuat menggunakan mangga, cabai, dan rempah-rempah seperti sumac dan fenugreek. Berasal dari Irak, Amba biasanya dipadukan dengan kibbeh, kebab, dan beberapa hidangan ikan. Saus amba di Israel sering disajikan dengan sandwich sabich.


Afrika

Harissa

Harissa banyak digunakan di Maroko, Aljazair, dan Israel, namun harissa berasal dari Tunisia. Harissa dibuat menggunakan cabai endemik yang disebut Baklouti sebagai bahan dasarnya. Namun bisa juga dibuat menggunakan cabai merah kering, kemudian ditambah dengan ketumbar, jintan, fenel, dan minyak zaitun. Selain pedas harissa juga menghangatkan. Harissa biasa disajikan untuk menikmati couscous yang lembut atau cukup dengan telur dadar dan sepotong roti panggang.

Amerika

Saus Cabai Pedas Karibia

Karibia telah lama memainkan peran geografis utama dalam perdagangan dan kekuasaan sejak lama. Tak heran budaya Karibia cukup kaya karena berbagai pengaruh budaya lain. Ini juga tercermin dalam masakan khas Karibia, di mana orang dapat menemukan jejak pengaruh Creole, Cajun, Amerika Selatan, Afrika, Eropa, dan India. Saus pedas Karibia sering menjadi pendamping makan malam dan dapat dengan mudah dikenali karena penggunaan Scotch bonnet pepper. Dimana cabai asli Afrika dan varietas cabai yang sangat pedas.

Jamaican Jerk

Jamaika dan masakannya sangat terpengaruh oleh perdagangan budak, begitu banyak rasa dan teknik memasak yang digunakan sebagai penghormatan kepada orang Afrika yang dibawa ke sana. Jamaican Jerk menggunakan banyak bahan klasik Afrika Barat, seperti Scotch bonnet pepper, thyme, dan jahe. Citarasa saus ini memiliki rasa yang kompleks, saus ini cocok untuk paduan bumbu marinasi dan memanggang daging sapi maupun ayam.

Mexican Hot Sauce

Meksiko adalah rumah dari aneka cabai yang ada di dunia, dan setiap daerah memiliki varietas favoritnya sendiri. Yucatán memiliki habanero, Mexico City memiliki puya, dan Veracruz the chile de árbol. Konon, saus pedas ini adalah jenis yang dapat ditemukan di hampir semua restoran Meksiko asli. Sus berwarna hijau muda terang ini dibuat menggunakan cabai jalapeño, yang dianggap cukup pedas. Saus pedas serbaguna yang bisa ini bisa dinikmati dengan huevos rancheros atau tacos al pastor.

Aji Amarillo Sauce

Peru adalah negara dengan iklim yang beragam sesuai dengan letak geografis daerahnya. Iklim Peru memerikan keragaman masakan yang dihasilkan. Chevice adalah salah satu kuliner khas Peru yang berasal dari wilayah pantai karena menggunakan ikan segar sebagai bahan bakunya. Berbagai buah-buahan tropis di Amazon, dan marmot atau alpaka di Andes. Untuk sajian pedas ada Aji Amarillo Sauce yang menggunakan cabai cabai asli Peru yaitu, ají. Cabai ini bisa disebut sebagai salah satu bahan yang mengikat hampir semua masakan daerah di Peru. Saking pedasnya cabai ini, terkadang biji cabai aji dibuang untuk mengurangi pedasnya. Cabai Ají juga menampilkan rona kuning cerah pada hidangan apa pun yang dipasangkan, seperti papas klasik a la Huancaína atau ají de gallina.

Foto-foto: Dok.Getty Images/The Spruce Eats