• Maria Yuliana Kusrini

Jenis-jenis Teh

Selama ini, teh selalu dibuat dengan cara menyeduh daun, pucuk daun, atau tangkai daun yang dikeringkan dari tanaman Camellia Sinensis dengan menggunakan air panas. Pada dasarnya teh terbagi menjadi 4 kelompok, yakni teh hitam, teh oolong, teh hijau, dan teh putih.


Teh Hitam atau Teh Merah merupakan teh yang melalui proses tak serumit jenis teh lainnya. Biasanya daun teh akan dibiarkan teroksidasi secara penuh, yang akan memakan waktu lebih lama yakni sekitar 2 minggu hingga 1 bulan. Teh Hitam merupakan jenis teh yang paling umum terutama di wilayah Asia (India, SriLanka, Bangladesh), dan juga Afrika (Kenya, Burundi, Rwanda, Malawi, dan Zimbabwe). Nama teh hitam diambil karena daun teh umumnya berwarna hitam.


Di Indonesia sendiri juga memiliki beberapa jenis teh yang cukup popular dan sering dikonsumsi oleh masyarakat. Teh yang dimaksudkan ialah teh hitam atau teh merah, ataupun teh yang dicampurkan dengan kuncup melati yang biasa disebut dengan teh melati atau jasmine tea.


Teh Oolong adalah sejenis teh yang berasal dari Tionghoa. Biasanya teh ini memiliki warna antara hijau dan hitam. Teh ini dikelompokkan melalui proses oksidasi antara proses teh hijau dan teh hitam, proses ini biasanya akan memerlukan waktu selama 2-3 hari lamanya. Teh oolong yang diseduh dengan benar akan menghasilkan rasa pahit, namun meninggalkan rasa sedikit manis setelahnya.


Teh Hijau adalah adalah daun teh yang langsung diproses setelah dipetik. Biasanya teh jenis ini akan melalui proses pemanasan basah dengan uap panas, hal ini bertujuan untuk menghentikan proses oksidasi. Cara ini merupakan cara tradisional yang berasal dari Jepang atau bisa juga menggunakan cara tradisional asal Tiongkok dengan cara menggongseng daun teh di atas wajan panas.


Teh Putih adalah teh yang terbuat dari daun yang tidak mengalami proses oksidasi dan dipetik atau dipanen sebelum benar-benar mekar atau masih dalam keadaan kuncup dan masih tertutupi serat-serat putih yang halus. Hal ini untuk mencegah pembentukan klorofil pada daun, oleh karena itu dinamakan teh putih. Teh jenis ini masih diproduksi dalam jumlah yang lebih sedikit dibandingkan jenis teh lainnya, tak heran jika jenis ini memiliki harga yang lebih mahal.


Meski tidak terbuat dari daun teh, namun ada beberapa minuman lainnya juga menggunakan istilah “Teh”. Misalnya saja untuk minuman yang terbuat dari buah, bunga, rempah-rempah, ataupun tanaman obat lainnya yang dengan cara diseduh. Teh itu biasanya disebut sebagai teh herbal.


Teh juga bisa dibedakan berdasarkan cara pengolahan. Contohnya teh camellia sinensis, teh ini sangat mudah layu dan mengalami oksidasi jika tidak segera dikeringkan setelah dipetik. Saat proses pengeringan biasanya akan membuat daun teh berubah warna menjadi lebih gelap, hal ini dikarenakan terjadi pemecahan klorofil dan terlepasnya unsur tannin. Proses lainnya yakni berupa pemanasan basah dengan uap panas, hal ini bertujuan agar kandungan air pada daun dapat menguap dan proses oksidasi bisa dihentikan pada tahap yang telah ditentukan.










© 2019 yukmakan channel