top of page

Konsep ‘Bandung Tempo Doeloe’ Diusung Festival Kuliner Bandung yang Diselenggarakan Summarecon Mall Bandung

Gambar penulis: Maria Yuliana Kusrini
Maria Yuliana Kusrini
7 Sep
3 menit membaca

Menikmati ragam kuliner legendaris dengan cita rasa yang masih tetap dipertahankan, tentu menjadi sebuah kebahagiaan tersendiri. Memori masa kecil dan kenangan bersama dengan orang tercinta saat menikmatinya pun akan langsung bergulir memenuhi hati dan menjadi penyemangat baru untuk melanjutkan hidup.



Summarecon Mall Bandung (Summaba) pun mempersembahkan sebuah ajang festival yang mengumpulkan deretan tenant kuliner legendaris yang ada di Bandung. Melalui 'Festival Kuliner Bandung (FKB) Vol. 3' tema penuh nostalgia 'Bandung Tempo Doeloe' pun diusung. FKB diselenggarakan antara 25 Agustus - 27 September 2026 di Area Parkir Barat Summaba yang mengajak masyarakat menikmati kembali kekayaan rasa sekaligus merasakan atmosfer Bandung di masa lalu. Menariknya lagi, pengalaman festival ini memadukan kuliner, wahana, hiburan, hingga festival bagi masyarakat Bandung maupun pengunjung dari luar kota dalam satu destinasi.


"Festival Kuliner Bandung hadir menjawab kebutuhan masyarakat yang ingin menikmati wisata kuliner Bandung dalam satu destinasi. Beragam pilihan, mulai dari kuliner legendaris hingga menu favorit yang menjadi incaran warga Bandung dan wisatawan, dapat dinikmati tanpa harus berpindah tempat. Pengalaman tersebut semakin lengkap dengan permainan khas pasar malam, hiburan artis, serta dekorasi tematik yang menambah kemeriahan festival,” jelas Juni Hadi Hasan selaku Center Director Summarecon Mall Bandung.



Sebanyak 88 tenant membawa pilihan kuliner legendaris untuk mengisi kemeriahan FKB tahun ini. Sebut saja Warung Nasi Ampera, Perkedel Bondon, Kupat Tahu Gempol, Mie Kocok Kebon Jukut H. Endan, Surabi Cihapit, Awug Metro, Cendol Elizabeth, Es Campur Pak Oyen Legend Bandung, Cuankie Sambal Bejo 89, Batagor H. Isan, Baso Ciwang Mang Ono, serta masih banyak pilihan tenant lainnya. Ragam kuliner itu pun dilengkapi dengan kehadiran 6 food truck yang menambah variasi tersendiri bagi pengunjung. Dan untuk pertama kalinya, rangkaian FKB juga diikuti Kartika Sari yang telah menjadi salah satu ikon oleh-oleh khas Bandung.


Sesuai dengan konsep atau temanya, maka area festival pun dilengkapi dengan dekorasi

tematik yang terinspirasi dari bangunan khas Kota Bandung. Panggung utama FKB juga dirancang menyerupai Gedung Merdeka, sementara gerbang masuk festival mengadaptasi

bangunan Gedung Sate. Area festival juga menghadirkan replika jalan-jalan ikonik Kota

Bandung, seperti Jalan Cihapit, Cibadak, Braga, Asia Afrika, dan Cihampelas, lengkap

dengan sentuhan unik berupa figur-figur superhero pada dekorasi Jalan Cihampelas serta

ikon Tugu Maung.



FKB Vol. 3 tidak hanya menghadirkan kuliner, tetapi juga dilengkapi dengan wahana,

rangkaian hiburan, dan berbagai aktivitas menarik untuk mendukung kemeriahan festival. Sebagai bagian dari Wahana Karnaval Tempo Doeloe, pengunjung dapat menikmati

beragam permainan seperti Tagada, Kereta Mini, Istana Balon, Bianglala, Kora Kora, Carousel, Ombak Banyu, dan berbagai wahana lainnya untuk menambah keseruan bersama

keluarga dan kerabat.


Festival juga dimeriahkan penampilan musisi Tanah Air dan berbagai pertunjukan menarik lainnya. Mulai dari penyanyi Rizky Febian, Perunggu, pertunjukan seni Sunda, Wayang Bobodoran by Bathara Sena, Spectacular Fireworks, hingga Festival Balon Wonosobo. Kemeriahan FKB semakin lengkap dengan adanya Ankoku Sowa Festival, atraksi Barongsai

Tonggak by Liong Qing, serta FKB Carnival Costume Competition persembahan Asosiasi

Karnaval Indonesia. Agenda istimewa '50th Anniversary Tribute Nike Ardilla' juga akan menghadirkan lebih dari 50 artis di Panggung Utama FKB untuk mengenang karya-karya ikonik sang legenda.



Pelaksanaan FKB sekaligus untuk memperkuat posisi Summaba sebagai destinasi wisata bagi pengunjung luar kota. Itu diwujudkan dengan kemudahan dan kenyamanan akses yang bisa melewati Exit Tol Gedebage KM 149 dan pilihan transportasi seperti Kereta Cepat Whoosh, serta fasilitas free shuttle dari Stasiun Whoosh menuju mal. Pengunjung FKB yang menggunakan Kereta Cepat Whoosh juga berkesempatan mendapatkan potongan harga hingga 20%.


Jam Operasional FKB

Senin-Kamis: Jam 15.00-22.00 WIB

Jumat dan Sabtu: Jam 11.00-23.00 WIB

Minggu & Hari Libur Nasional: Jam 11.00-22.00 WIB

5 Komentar


Tamu
05 Okt

What a lovely concept — 'Bandung Tempo Doeloe' really captures that bittersweet pull of revisiting the past, and pairing it with legendary local flavors at Summaba's west parking area sounds like a perfect weekend plan. I love how nostalgia-driven events make old words and traditions feel alive again. Oddly enough, I get a similar feeling from word games, where each clue drags up half-forgotten vocabulary. If you enjoy that slow unraveling of words, I've been playing today's word ladder answer — endless ladders, no daily limit. Perfect for queueing up before heading to FKB Vol. 3.

Suka

Tamu
05 Okt

This "Bandung Tempo Doeloe" angle is such a smart move — nostalgia sells, and pairing legendary street food with the atmosphere of old Bandung gives visitors more than just a meal. Running it for a full month in the west parking area should keep foot traffic steady too. Reading this actually made me curious about Bandung's streets and landmarks, so I spent an evening on World Guesser game, dropping into random street views and guessing where I'd landed. Oddly addictive, and a genuinely fun way to get familiar with a city before you ever visit.

Suka

Tamu
05 Okt

The "Bandung Tempo Doeloe" concept is a smart move — food festivals always hit harder when they tap into memory. Pairing legendary recipes with a retro atmosphere at Summaba's west parking area sounds like the kind of evening where you wander for hours and still find something new to taste, and running from 25 August to 27 September 2026 gives everyone plenty of time to come back for seconds. Between food trips I've been hooked on PolyTrack, a low-poly racing game with community-built tracks that needs no download at all. Different kind of nostalgia, same urge to keep going.

Suka

Tamu
08 Sep

The appeal of Wordle Hint comes from turning a basic word-guessing concept into a logical challenge. Players receive clues from their guesses and must use that information to narrow down the possible answer.

Suka

ffsfs
08 Sep

If dark hallways and strange sounds do not scare you too easily, scary games are a good place to see how far you can push your courage.

Suka
bottom of page